
Mia yang mendengar itu langsung saja marah .
" sudah cukup aku capek " kata Mia berlalu dari hadapan Bu Sri dan Sera
" Masya Allah baru tahu ibu sifat nya kaya begitu " kata Bu Sri .
" sudahlah Bu yang penting sari gak ada disini " kata Sera
" iya juga sih , Agus Minggu depan mulai sidangnya kan " tanya Bu Sri .
" iya " jawab Agus malas .
" ibu akan minta tong seseorang biar kamu dibantu dan cepat selesai" kata Bu Sri .
" terserah ibu lah Agus capek .aku siap siap dulu ntar mau berangkat" kata Agus .
" aku ikut nanti " rengek Mia .
" gak usah dirumah aja tuh lihat perutmu sudah besar " kata Agus .
" gak mau nanti kamu balikan lagi sama istri dekilmu itu " kata Mia penuh kesal karena tak izinkan ikut pergi .
" sudah jangan bahas itu lagi , gak akan tenang saja " kata Agus .
" ya udah Mia gak ikut tapi mas harus janji ya " kata Mia
" iya Mia bawel astaga , aku pikir nikah denganmu kau ini pendiam nyata nya lebih keras dari sari " kata Agus .
" ya gini kah sifat asliku" kata Mia enteng .
sore itu juga Agus berangkat ke kota tinggal sari .
...****************...
" sudah tak ad lagi harapan untuk kembali , ku pastikan semua akan berakhir dan kau semoga kau segera mendapatkan apa.yang kau pilih semoga kau tak salah memilih atas pilihan ibumu " batin sari dalam lamunannya.
__ADS_1
" hey melamun saja semangat dong bentar lagi kita pulang " kata Fahmi uang tengah menunggu sari dari tadi .
" tunggulah sebentar aku pasti bebas ,sumpah kalau tau kayak gini harusnya dah dari kemaren kemaren aku lakukan" kata sari penuh sesal.
" kau ini sudah ku bilang dari awal tau tak percaya . tapi aku bersyukur kamu mengambil keputusan yang tepat " kata Fahmi .
" tapi aku ....." tak melanjutkan kata katanya .
" aku apa ?? sudahlah jangan dipikirkan nanti aku akan menemani mu disana " kata Fahmi.
" terimakasih Fahmi kamu memang baik .memang terbaik " kata sari .
" nah gitu dong mbak senyum " Kata Sasa yang entah muncul dari mana tiba tiba berdiri diantara mereka.
" astoge terkejut aku " kata Fahmi
" hahaah biasa aja dong " kata Sasa
" mbak nanti ikut aku nggak " tanya Sasa
" jalan jalan habis kerja " kata Sasa
" nggak bisa habis ini mau kencan sama aku " sambung Fahmi
" apa.kencan ??" tanya Sasa
" iya kenapa ,makanya cari pacar Sono " kata Fahmi mengandeng sari lalu mereka pergi.
" eh tunggu aku juga mau pulang bareng " kata saaa.
" lain kali aja ya mi aku capek beneran " kata Sasa melepas gandengan tangan Fahmi .
" tenang saja tadi aku hanya pura pura sama Sasa biar gak ngajak kamu pergi " kata Fahmi
" iya makasih ya udah ngertiin aku " kata sari .
__ADS_1
sampainya di kost sari langsung mandi kemudian rebahan sepanjang malam .
malam ini sari merasa tak bisa tidur hingga tengah malam baru bisa tidur .
perlahan bulir bening menetes perlahan beriringan dengan menguap .
" huaahmm "
kini sari tidur pulas hingga masuk kedalam area mimpi yang buruk dimana suaminya direbut Mia sang pelakor .
sampai sampai sari saja mengingau.
" mas jangan pergi ..hiks..hiks...mas aku mohon jangan tinggalkan aku " kata sari dengan mata terpejam penuh air mata .
fahmi yang kebetulan habis dari kamar mandi hendak kembali mendengar suara tangis . dia kira hantu karena tengah malam begini namun ia dengar dengan seksama ternyata dari kamar sari .
perlahan ia ketuk pintu sari namun tidak dibuka .dengan pelan ia membuka pintu kamar kebetulan tidak dikunci .
" sari bangun sar " kata Fahmi menggoyangkan tubuhnya sari .
" jangan ...." teriak nya agak kekencangan.
"huh ...huh. Astag cuma mimpi " kata sari .
" Fahmi ngapain kami kesini ish ko dibuka kamarku dingin tau " katanya lagi
" tadi aku buka karena denger kamu nangis " kata Fahmi .
" udah jangan nangis " kata Fahmi
" iya udah .sana balik ke kamar mu " suruh sari
" iya aku balik tapi janji jangan nangis ok " kata Fahmi
" iya iya " kata sari menutup pintu kamar.
__ADS_1