Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
sifat asli Mia


__ADS_3

Mia yang mendengar itu langsung saja marah .


" sudah cukup aku capek " kata Mia berlalu dari hadapan Bu Sri dan Sera


" Masya Allah baru tahu ibu sifat nya kaya begitu " kata Bu Sri .


" sudahlah Bu yang penting sari gak ada disini " kata Sera


" iya juga sih , Agus Minggu depan mulai sidangnya kan " tanya Bu Sri .


" iya " jawab Agus malas .


" ibu akan minta tong seseorang biar kamu dibantu dan cepat selesai" kata Bu Sri .


" terserah ibu lah Agus capek .aku siap siap dulu ntar mau berangkat" kata Agus .


" aku ikut nanti " rengek Mia .


" gak usah dirumah aja tuh lihat perutmu sudah besar " kata Agus .


" gak mau nanti kamu balikan lagi sama istri dekilmu itu " kata Mia penuh kesal karena tak izinkan ikut pergi .


" sudah jangan bahas itu lagi , gak akan tenang saja " kata Agus .


" ya udah Mia gak ikut tapi mas harus janji ya " kata Mia


" iya Mia bawel astaga , aku pikir nikah denganmu kau ini pendiam nyata nya lebih keras dari sari " kata Agus .


" ya gini kah sifat asliku" kata Mia enteng .


sore itu juga Agus berangkat ke kota tinggal sari .


...****************...


" sudah tak ad lagi harapan untuk kembali , ku pastikan semua akan berakhir dan kau semoga kau segera mendapatkan apa.yang kau pilih semoga kau tak salah memilih atas pilihan ibumu " batin sari dalam lamunannya.

__ADS_1


" hey melamun saja semangat dong bentar lagi kita pulang " kata Fahmi uang tengah menunggu sari dari tadi .


" tunggulah sebentar aku pasti bebas ,sumpah kalau tau kayak gini harusnya dah dari kemaren kemaren aku lakukan" kata sari penuh sesal.


" kau ini sudah ku bilang dari awal tau tak percaya . tapi aku bersyukur kamu mengambil keputusan yang tepat " kata Fahmi .


" tapi aku ....." tak melanjutkan kata katanya .


" aku apa ?? sudahlah jangan dipikirkan nanti aku akan menemani mu disana " kata Fahmi.


" terimakasih Fahmi kamu memang baik .memang terbaik " kata sari .


" nah gitu dong mbak senyum " Kata Sasa yang entah muncul dari mana tiba tiba berdiri diantara mereka.


" astoge terkejut aku " kata Fahmi


" hahaah biasa aja dong " kata Sasa


" mbak nanti ikut aku nggak " tanya Sasa


" jalan jalan habis kerja " kata Sasa


" nggak bisa habis ini mau kencan sama aku " sambung Fahmi


" apa.kencan ??" tanya Sasa


" iya kenapa ,makanya cari pacar Sono " kata Fahmi mengandeng sari lalu mereka pergi.


" eh tunggu aku juga mau pulang bareng " kata saaa.


" lain kali aja ya mi aku capek beneran " kata Sasa melepas gandengan tangan Fahmi .


" tenang saja tadi aku hanya pura pura sama Sasa biar gak ngajak kamu pergi " kata Fahmi


" iya makasih ya udah ngertiin aku " kata sari .

__ADS_1


sampainya di kost sari langsung mandi kemudian rebahan sepanjang malam .


malam ini sari merasa tak bisa tidur hingga tengah malam baru bisa tidur .


perlahan bulir bening menetes perlahan beriringan dengan menguap .


" huaahmm "


kini sari tidur pulas hingga masuk kedalam area mimpi yang buruk dimana suaminya direbut Mia sang pelakor .


sampai sampai sari saja mengingau.


" mas jangan pergi ..hiks..hiks...mas aku mohon jangan tinggalkan aku " kata sari dengan mata terpejam penuh air mata .


fahmi yang kebetulan habis dari kamar mandi hendak kembali mendengar suara tangis . dia kira hantu karena tengah malam begini namun ia dengar dengan seksama ternyata dari kamar sari .


perlahan ia ketuk pintu sari namun tidak dibuka .dengan pelan ia membuka pintu kamar kebetulan tidak dikunci .


" sari bangun sar " kata Fahmi menggoyangkan tubuhnya sari .


" jangan ...." teriak nya agak kekencangan.


"huh ...huh. Astag cuma mimpi " kata sari .


" Fahmi ngapain kami kesini ish ko dibuka kamarku dingin tau " katanya lagi


" tadi aku buka karena denger kamu nangis " kata Fahmi .


" udah jangan nangis " kata Fahmi


" iya udah .sana balik ke kamar mu " suruh sari


" iya aku balik tapi janji jangan nangis ok " kata Fahmi


" iya iya " kata sari menutup pintu kamar.

__ADS_1


__ADS_2