
sari seketika mengerucut kan bibirnya merasa tak ada jawaban dari Fahmi .
sari merasa diabaikan bukanya di jawab malam main nylonong aja .
"dasar bocah prik" batin sari sari pun melangkah pergi dari sana .
sari masuk kedalam kamarnya merias wajahnya senatural mungkin , sari sebenarnya cantik semenjak menikah dengan Agus jadi jarang berdandan apalagi mengurus diri .
untuk itulah Sekarang sari akan kembali seperti dulu sebelum mengenal Agus .
sari merenung seketika bulir bening membasahi kedua pipinya.
" cantik " batinya memandangi setiap inci wajahnya
" tapi kenapa aku selalu disakiti , apakah aku salah jika aku ingin bahagia, atau aku tidak boleh bahagia??" itulah yang sari rasakan barusan merasa insecure
" tidak sari kami itu cantik ,memang dari luar jelek dekil tapi hatimu baik itulah yang bikin kamu cantik , semangat sari kamu bisa melewati ini semua ,jangan dengarkan kata mereka. mereka hanya iri padamu " sari bermonolog sendiri tanpa sadar seseorang sedang bersandar didepan pintu sambil memandang sari antara senang, sedih dan haru .
" sudah sedihnya nanti cantiknya hilang " seketika sari menoleh
" sejak kapan disitu kenapa bisa membuka pintu kamar ku tadi sudah ku tutup perasaan" katanya berjalan mendekati nya
" hehe itulah kami terlalu sedih makanya aku ketuk ketuk gak dengar , oh ya tadi ada yang nganterin ini " memberikan amplop coklat untuk sari
" apa ini ,dari siapa??" tanya sari
" entah coba buka ,aku jadi kepo " katanya lagi
__ADS_1
sari membukakan amplop coklat yang di berikan Fahmi .Fahmi dengan setia berdiri dibelakang sari dengan tangan disilangkan di dada.
didalam amplop bukan uang tapi selembar kertas dengan heran sari membuka dan Betapa terkejut nya dia .
seketika bulir bening kembali membasahi pipinya.
" ada apa ?" tanya nya .
" ini kan ...."tak bisa melanjutkan kata katanya lagi hingga ia terisak .
Fahmi yang mendengar kaget bukan main sari menangis sejadi jadinya diperlukan Fahmi .
" bener bener emang brengsek tu orang " kata Fahmi sambil memeluk sari ia tak tega melihat orang yang dicintai nya dulu menangis dan terluka seperti ini .
" sudah sari jangan menangis kita jalan jalan saja yuk " kata Fahmi
" aku gak kuat mi apa aku sanggup datang ke persidangan ini " kata sari mengusap air mata nya .
" ada aku tenang saja " kata Fahmi lagi .
" aku harus mengabari orang tua ku dulu " kata sari menaruh ponselnya dan memberi kabar yang melukai hatinya .
orang tua sari pun tak percaya dengan apa yang dikatakan sari .
" kamu yang sabar ya nak ,ibu dan bapak akan menemani mu di pengadilan nanti " kata ibu sari
" iya Bu makasih.udah ya Bu kalau gitu sari mau makan dulu " kata sari menyudahi panggilan telepon
__ADS_1
" iya nak hati hati " kata ibunya sari .
" gimana sudah ,keburu malam loh " kata Fahmi
" udah yuk " kata sari .
...****************...
" ibu udah urus semuanya tinggal nunggu hari itu tiba dan kamu akan bebas darinya Gus " kata ibu Sri
Mia pun juga berasa disamping Agus hanya diam tersenyum penuh kemenangan, berhasil merebut Agus dari sari .
" mia jaga kesehatan mu sekarang ank dalam kandungan mu itu cucu ibu nanti " kata Bu Sri
" iya Bu tenang saja " kata Mia .
" oh ya uang bulanan udah aku kasih ya Bu " kata Mia .
" oke sudah memang sangat cantik menantu ku ini " kata Bu Sri
Sera yang mendengar itu pun merasa diabaikan ia berdecak kesal lalu pergi dari ruang tamu .
Sera masuk kedalam kamar denga wajah cemberut dan penuh kekesalan.
" ada sap sih " suami Sera
" itu ibu kamu ,lagi dan lagi beda bedain terus untung sari bisa lepas dari si Agus dan ibu " kata Sera.
__ADS_1
" sudah sudah kamu kaya gak tau ibu saja " kata suaminya melerai agar Sera tak Reus emosi.