Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
keluarga yang hangat


__ADS_3

" Nah teh nya sudah jadi " kata Fahmi dari dapur kemudian duduk didekat sari .


" Nih minum mumpung masih hangat " mata Fahmi mengambil teh hangat untuk sari .


Sari menerima teh dari Fahmi dengan hati hati meminum nya karena masih sedikit panas.


" Terimakasih" jawab sari malu malu


" Oh ya nak jadinya kapan kamu , tentukan yang pasti jangan lama lama " kata ayahnya


" Aku sih maunya gitu yah nunggu sari saja gimana?" tanya Fahmi memandang sari dengan serius


" Kenapa" tanya sari


" menikah " bisik Fahmi


" Ya sudah ayok kapan " kata sari tiba tiba


" Nah kalau calon istri mu setuju secepatnya saja nak " kata ayah


" Baiklah kalau begitu kita ambil cuti saja beberapa hari " kata Fahmi dengan senyum manisnya


" Giliran nikah cepat , giliran suruh pulang lambat " cecar sang kakak gak habis pikir dengan adiknya


" Apaan sih kak " kata Fahmi


" Kalian tadi dari sama jam berapa" Tanya sang ayah

__ADS_1


" Tadi berangkat pas mau magrib pak " jawab sari


" Jalan nya gak macet kan " tanya sang kakak


" Enggak kak " jawab sari singkat


" Ya sudah kalian istirahat sudah malam besok mau balik cepat kan " kata sang ayah Kemudian beranjak dari duduknya pergi entah mau kemana .


" Ayah mau kemana " tanya Fahmi


" Gak kemana mana " jawab ayah dari luar .


" Oh iya lupa buahnya masih diluar" kata sari kemudian beranjak dari duduknya keluar mengambil buah yang sempat ia beli di perjalanan tadi .


" Oh iya ya ampun ambil gih " kata Fahmi


sari menenteng dua kantong kresek satu berisi buah satu lagi cemilan dan lauk pauk.


" Banyak banget kamu beli apa saja " kata Fahmi mengintip dalam kresek.


" Besok sebelum kita berangkat kita makan dirumah saja takut kelaparanr dijalan " kaya sari


" Oh begitu ide bagus juga biar aku juga tau rasanya masakan mu " kata Fahmi bergelayut manja pada lengan sari .


" Udah ah malu tuh ada kakakmu " kata sari malu malu .


" Sudah malam yuk masuk letak aja di dapur buah sama sayuran nya " kata Fahmi

__ADS_1


" Iya " sari bergegas membawa sayur dan buah ke dapur.


Dari depan terdengar sang kakak dan Ayahnya yang baru datang saling menyapa.


" Bapak dari mana " tanya Dimas kakaknya Fahmi


"Dimas bikin kaget bapak saja , nih bapak beli bakso didepan sana , buat makan malam kasihan adikmu baru pulang tapi tak ada makanan.


" Ayah repot repot nih calon mantu bapak sudah beli sayur dan buah buat bapak besok dia akan masak " kata Fahmi yang baru keluar dari kamar menaruh barang barangnya dan tas sari


" Oh ya ampun repot repot sekali padahal dirumah juga banyak sayuran " kata ayah


" Gak apa-apa pak sekali sekali beli lah " kata Dimas


" Ya sudah bapak ngalah saja " kata bapak mereka semua pun tertawa


Sari mendengar gelak tawa ketiganya menjadi terharu terlebih di keluarga tak ada canda tawa seperti ini ingin rasanya ia pulang walaupun cuma sebentar.


" Kamu nangis " tanya Fahmi entah sudah berdiri disana sejak kapan.


" E eh enggak enggak kok " kata sari mengusap cepat air mata yang berjatuhan


Fahmi tersenyum tipis .


" Ya gitulah keluarga ku " kata Fahmi seakan tau isi hati sari .


" Aku hanya terharu walaupun gak ada ibu keluarga mu terlihat hangat " kata sari , Fahmi merentangkan kedua tangannya sari pun dengan malu malu ber hambur ke pelukannya .

__ADS_1


bersambung


__ADS_2