
" Nah teh nya sudah jadi " kata Fahmi dari dapur kemudian duduk didekat sari .
" Nih minum mumpung masih hangat " mata Fahmi mengambil teh hangat untuk sari .
Sari menerima teh dari Fahmi dengan hati hati meminum nya karena masih sedikit panas.
" Terimakasih" jawab sari malu malu
" Oh ya nak jadinya kapan kamu , tentukan yang pasti jangan lama lama " kata ayahnya
" Aku sih maunya gitu yah nunggu sari saja gimana?" tanya Fahmi memandang sari dengan serius
" Kenapa" tanya sari
" menikah " bisik Fahmi
" Ya sudah ayok kapan " kata sari tiba tiba
" Nah kalau calon istri mu setuju secepatnya saja nak " kata ayah
" Baiklah kalau begitu kita ambil cuti saja beberapa hari " kata Fahmi dengan senyum manisnya
" Giliran nikah cepat , giliran suruh pulang lambat " cecar sang kakak gak habis pikir dengan adiknya
" Apaan sih kak " kata Fahmi
" Kalian tadi dari sama jam berapa" Tanya sang ayah
__ADS_1
" Tadi berangkat pas mau magrib pak " jawab sari
" Jalan nya gak macet kan " tanya sang kakak
" Enggak kak " jawab sari singkat
" Ya sudah kalian istirahat sudah malam besok mau balik cepat kan " kata sang ayah Kemudian beranjak dari duduknya pergi entah mau kemana .
" Ayah mau kemana " tanya Fahmi
" Gak kemana mana " jawab ayah dari luar .
" Oh iya lupa buahnya masih diluar" kata sari kemudian beranjak dari duduknya keluar mengambil buah yang sempat ia beli di perjalanan tadi .
" Oh iya ya ampun ambil gih " kata Fahmi
sari menenteng dua kantong kresek satu berisi buah satu lagi cemilan dan lauk pauk.
" Banyak banget kamu beli apa saja " kata Fahmi mengintip dalam kresek.
" Besok sebelum kita berangkat kita makan dirumah saja takut kelaparanr dijalan " kaya sari
" Oh begitu ide bagus juga biar aku juga tau rasanya masakan mu " kata Fahmi bergelayut manja pada lengan sari .
" Udah ah malu tuh ada kakakmu " kata sari malu malu .
" Sudah malam yuk masuk letak aja di dapur buah sama sayuran nya " kata Fahmi
__ADS_1
" Iya " sari bergegas membawa sayur dan buah ke dapur.
Dari depan terdengar sang kakak dan Ayahnya yang baru datang saling menyapa.
" Bapak dari mana " tanya Dimas kakaknya Fahmi
"Dimas bikin kaget bapak saja , nih bapak beli bakso didepan sana , buat makan malam kasihan adikmu baru pulang tapi tak ada makanan.
" Ayah repot repot nih calon mantu bapak sudah beli sayur dan buah buat bapak besok dia akan masak " kata Fahmi yang baru keluar dari kamar menaruh barang barangnya dan tas sari
" Oh ya ampun repot repot sekali padahal dirumah juga banyak sayuran " kata ayah
" Gak apa-apa pak sekali sekali beli lah " kata Dimas
" Ya sudah bapak ngalah saja " kata bapak mereka semua pun tertawa
Sari mendengar gelak tawa ketiganya menjadi terharu terlebih di keluarga tak ada canda tawa seperti ini ingin rasanya ia pulang walaupun cuma sebentar.
" Kamu nangis " tanya Fahmi entah sudah berdiri disana sejak kapan.
" E eh enggak enggak kok " kata sari mengusap cepat air mata yang berjatuhan
Fahmi tersenyum tipis .
" Ya gitulah keluarga ku " kata Fahmi seakan tau isi hati sari .
" Aku hanya terharu walaupun gak ada ibu keluarga mu terlihat hangat " kata sari , Fahmi merentangkan kedua tangannya sari pun dengan malu malu ber hambur ke pelukannya .
__ADS_1
bersambung