Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
drama di pinggir jalan


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 4 pagi sari terbangun merasa kan hawa dingin sedikit hangat , ia melihat sekeliling nya .


beberapa menit kemudian dia baru sadar semalam ketiduran di atas loteng bersama Fahmi .


sari membangun Fahmi


" Fahmi bangun " kata sari sambil mencubit pipinya , Fahmi pun menggeliat ia merasakan pipinya disentuh kemudian perlahan membuka matanya menatap sekeliling sosok pertama yang dia lihat adalah perempuan yang selama ini dia sayang yaitu sari.


" hmmm sudah pagi ternyata" kata Fahmi sambil memeluk erat sari .


" aduh sakit buset kenceng amat " kata sari


" he he he maaf " kata Fahmi kemudian melepaskan pelukannya.


" ayo turun aku hanya ijin satu hari tapi jika badanmu masih kurang enak Istirahat lah " kata sari .


" aku gak apa-apa ko ayok kita turun sebelum tuh monyet bangun melihat kita " kata Fahmi


" ha monyet ? " tanya sari


" monyet si Sasa itu " kata Fahmi


" ha ha ha astaghfirullah kamu ini " kata sari sambil tertawa


" biarin siapa suruh cerewet sekali" katanya kemudian bangun dari duduknya dan mereka pun bergandengan tangan menuruni tangga.

__ADS_1


sambil tersenyum senyum Fahmi dan sari tanpa menyadari ada yang memperhatikan dari bawah .


Sasa tumben sekali bangun lebih awal ketimbang biasanya ,hari ini ia akan mandi lebih dulu dari sari maupun Fahmi.


saat akan mendekati kamar mandi langkah nya terhenti mendapati pemandangan yang langka .


apa lagi ?


ya pasti pemandangan itu dari arah tangga paling atas dimana ada Fahmi dan sari yang sedang kasmaran itu .


" cie" itulah yang pertama kali Sasa ucapkan.


sari dan Fahmi terkejut bukan main seperti maling tertangkap basah .


Sasa pun tertawa,sari dan Fahmi mengerutkan dahi dan saling pandang satu sama lain . mencari jawaban kenapa Sasa bukan terkejut malah tertawa .


" kenapa tertawa apakah ada yang lucu " tanya sari kepada Fahmi .


" entah lah , atau mungkin obat nya si Sasa sudah habis " kata Fahmi


" hush ngawur kamu " kata sari kemudian melanjutkan jalannya .


pagi itu mereka bertiga jalan seperti biasa , sebelum berangkat Fahmi menyiapkan obat untuk hari ini .setiap hari Fahmi di bantu obat agar kanker itu tak terlalu membesar .


Fahmi menyembunyikan sakitnya ini dari siapa pun ia tak ingin dikasihani Hanya karena penyakit nya.

__ADS_1


" tumben ya pagi sekali kita berangkat biasanya Selau kesiangan" kata Fahmi


" entahlah" kata sari


" maklum lagi kasmaran jadi ya gitu apa apa serba cepat dan mendadak jadi rajin " kata Sasa setengah menyindir.


" apaan sih sa gak ada apa-apa ko dan Akita berdua " kata sari


" ada apa apa juga gak apa-apa ko mbak aku malah senang " kata Sasa


" tapi sa " kata sari kemudian menoleh pada Fahmi


" iya aku senang semoga langgeng ya mbak ,kalau si Fahmi sama kaya si bodoh itu bilang sama aku biar aku cincang cincang tubuhnya " kata Sasa


" aww takut tolong aku sari " kata Fahmi mengejek perkataan sasa


" apaan sih aku beneran" kata Sasa


" aku tidak seburuk itu sa " kata Fahmi


" iya dia benar sa, buktinya saat aku terpuruk dia selalu ada ,saat aku hamil mas Agus gak peduli hanya untuk mengantarku periksa hanya Fahmi yang selalu mengantar ku " kata sari.


" hingga aku harus kehilangan baby ku " kata sari kemudian menunduk.


" sabar ya mbak dia sudah tenang disana , jangan sedih nanti dia sedih melihatmu seperti ini" kata Sasa

__ADS_1


" iya aku tau sa " kata sari


" hey kalian sampai kapan mau main drama dipinggir jalan " kata Fahmi mengejutkan sari dan Sasa saking asiknya mengobrol tak tau jika mereka sudah sampai di restoran tempat bekerja.


__ADS_2