Bukan Menantu Idaman

Bukan Menantu Idaman
hukuman apa imbalan


__ADS_3

" ah itu sebenarnya gak benar sa , soalnya tahu sendiri kan dia itu gimana " kata sari


" soal hamil aku tau itu bohong , kalau soal pacaran" tanya Sasa.


" itu hmm itu ya gitu deh " sari hanya itu itu saja karena sampai saat ini tak tahu hubungan mereka Gimana sari sendiri merasa tak pantas untuk Fahmi pasalnya Fahmi belum pernah menikah itu artinya masih lajang berbeda dengan sari .


sari yang pernah menikah kini dekat dengan Fahmi sebenarnya ia risih dan tak enak pada Fahmi Takut dikatain perempuan murahan dll.


" soal pacaran iya kita pacaran, " Kat Fahmi menyela pembicaraan sasa dan sari


sari melotot tak percaya dengan yang barusan dia dengar . sembari menoleh pada Fahmi terlihat ia malah tersenyum manis padanya .


" wah beneran kak " tanya Sasa pada Fahmi


" iya " kata fahmi singkat


" ya udah nih soto buat kalian berdua aku mau mojok sama sari dulu " kata Fahmi memberikan soto yang tadi dibelinya itu kepada Sasa.


Sasa melongo tak percaya akan tindakan Fahmi .


" makasih kak , " jawab Sasa menerima kantung kresek itu .


setelah nya Dhani merangkul pundak sari membawanya pergi naik ke atas loteng kos an .


" ngapain kita kesini " kata sari sedikit gugup dia melihat gelagat Fahmi yang berbeda diam terlihat serius menatap ke depan tanpa menoleh nya .


" menghukum seseorang " kata Fahmi dengan suara datar .

__ADS_1


sari belum mengerti perkataan Fahmi ,


" menghukum seseorang siapa ?" tanya sari dalam hati .


" iya menghukum seseorang " kata Fahmi barulah kini dirinya menoleh .


" terus kalau menghukum seseorang ngapain kita kesini ada ada saja deh . harusnya kita cari orang itu " kata sari


" gak perlu di cari dia sudah depan mataku sekarang" kata Fahmi , sari mulai mencerna setiap perkataan Fahmi .


" gak perlu dicari dia sudah ada didepan mataku , ha apa itu artinya aku dong , siapa lagi coba disini kan cuma aku sama dia . eh buset mau ngapain dia jangan jangan " batin sari berbicara dengan dirinya sendiri


belum selesai dalam pikiran nya tiba tiba sebuah ciuman mendarat bebas dibibir nya .


cup


sari melongo tak percaya Fahmi akan melakukan itu sesaat kemudian memandang Fahmi begitu juga sebaliknya Hingga tatapan mereka bertemu satu sama lain.


Fahmi sedikit mendekat kan dirinya pada sari kemudian memeluk nya dengan kasih sayang mengecup kening dengan tulus.


kamu diam berbisik.


" jangan hilang seperti tadi ya ,kemaren kan aku sudah bilang mari berjuang bersama itu artinya kamu milik saya sekarang, dan gak akan ada yang boleh berani mengajak bicara bersentuhan dll . pokoknya tidak boleh selain aku " kata Fahmi membuat sari berdegup kencang hanya membalas anggukan saja .


Fahmi yang mendapat respon sari pun merasa senang kini orang yang dia cintai dari dulu berada dalam dekapan tak akan ia biarkan pergi lagi .


" aku akan berjuang melawan penyakit ini , aku pasti sembuh" kata Fahmi

__ADS_1


tak lama setelah perkataan itu Fahmi tiba tiba mengeluarkan darah dari dalam hidungnya .Fahmi dengan panik segera membersihkan darah tersebut.


"astaga gak berhenti gimana ini , aku lupa gak minum obatnya tadi " kata Fahmi mulai panik dan gelisah .


sari merasakan sesuatu yang berbeda kini melepas pelukannya.


sari terkejut bukan main .


" Fahmi kamu kenapa ? " tanya sari panik.


" kita turun sekarang aku lupa minum obat" kata Fahmi sedikit lemas


"baiklah ayo turun " kata sari segera mengajak Fahmi turun .


sari menuntun sampai kamar Fahmi ,sari menendang pintu begitu saja karena panik.


" pintu sialan" kata sari panik sedikit emosi


brakk


pintu pun terbuka Fahmi sempat tersenyum namun menahan kepalanya mulai pusing .


sari mendudukkan Fahmi pelan.


" dimana obatnya" tanya sari


" di laci itu " kata Fahmi menunjukkan laci tepat didepannya.

__ADS_1


sari segera mengeledah laci itu dan menemukan obat disana segera dia ambil dan memberikan pada Fahmi .


__ADS_2