
Gabriel kembali bertanya kepada Letta yang nampak kebingungan dan takut
"Katakan !!" kata Gabriel tegas.
Air mata mulai meluncur jatuh membasahi pipinya.
Gabriel akhirnya menurunkan emosinya dan memeluk Letta yang sesenggukan.
"Aku tidak bermaksud memarahimu, aku terkejut dan membuatku sedikit emosi, aku hanya ingin tahu siapa ayah anak ini dan memastikan dia akan bertanggung jawab atau tidak"
"Maafkan aku kakak" kata Letta di dalam pelukan Gabriel.
"Hmm ... Jadi siapa orangnya?"
"Kakak harus janji padaku jika aku memberitahumu maka jangan marah padanya"
Gabriel terdiam sesaat sebelum mengiyakan permintaan Letta.
"Kakak mengenal orangnya" Ucap Letta yang langsung membuat Gabriel mengernyitkan dahinya.
"Siapa katakan jangan berputar-putar"
Dengan ragu-ragu Letta akhirnya mengatakannya.
"Di dia .... adalah Zact"
Gabriel seketika melepaskan pelukannya pada Letta, dia benar-benar syok dan tak bisa berkata-kata.
"Aku kira kamu tidak mengenalnya"
"Itu ... Aku mengenalnya karena aku pernah membantu temanku yang mau berbisnis dengannya"
"Lalu ..."
"Itu semua hal yang tak di sengaja olehnya, aku yang memberikannya secara suka rela"
__ADS_1
"Apa?!!Kamu benar-benar sudah tidak waras"
"Ya karena dari awal aku melihatnya aku sudah tertarik padanya"
"Lalu kamu bebas bermain api dengannya? Dia bahkan tidak menyukaimu" Ucap Gabriel kesal.
"Dia sudah berjanji akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padaku"
"hmmm apa kamu yakin?"
"Tentu ... Bahkan kakak lebih mengenalnya daro pada aku kan?"
Gabriel tak bisa menjawabnya karena itu adalah kebenaran.
"Kakak ... Dia benar-benar tidak tahu jika aku adalah adikmu,jadi jangan temui dia dulu, aku akan memberitahunya sendiri" kata Letta sambil menarik ujung baju kakaknya.
Gabriel dengan kesal melepaskan tangan Letta dan pergi meninggalkannya.
Dia turun ke lantai bawah dengan amarah yang tertahan.
Dia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, Dia sampai di kantor Zact tidak sampai setengah jam.
Dia masuk ke dalam gedung dan menelepon Zact, di dering ke tiga akhirnya panggilannya di jawab oleh Zact.
"Hallo ..." jawab Zact
"Aku ingin bertemu sekarang!"
"Sekarang?"
"Ya aku sekarang berada di Lobi kantormu"
"Baiklah asistenku akan menjemputmu ke bawah" kata Zact yang cukup terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Tak lama kemudian asisten Zact tiba di bawah dan langsung menyapanya.
__ADS_1
"Tuan Rowen ..." sapanya sopan.
Gabriel menatapnya dengan dingin, asisten Zact kemudian langsung membawa Zact ke lantai 5 di mana ruangan Zact berada.
"Silahkan masuk tuan" katanya sambil membukakan pintu.
Asisten itu kemudian pergi setelah Gabriel masuk.
Dia kemudian melangkah dengan cepat dan mencengkram kerah baju Zact dengan kasar.
Zact yang mendapatkan perlakuan kasar secara tiba-tiba dari Gabriel di penuhi dengan keterkejutan, dia menatap Gabriel yang di selimuti amarah.
"Berengsek" kutuk Gabriel.
"Apa maksudmu, kenapa kamu seperti ini" tanya Zact bingung.
"Tanggung jawab !!! Adikku sedang mengandung anakmu sekarang!!"
"A apa? Kenapa aku ? Adikmu hamil? Aku bahkan tidak mengenalnya!!"
"Berengsek!!!" apa kamu masih pura-pura tidak mengenalnya setelah menghamilinya?"
"Cukup!! Lepaskan aku tidak tahu siapa adikmj, namanyapun tidak tahu"
Kesal Gabriel langsung memberikan pukulan keras pada pipi Zact.
"LETTA SEKARANG HAMIL!!!" Teriak Gabriel yang langsung membuat Zact seperti mendapatkan pukulan yang keras.
"Le Letta?"
"Ya ... Apa dia adikmu?"
Gabriel langsung meregangkan dasinya dan mulai bisa mengendalikan emosinya.
Zact yang tersungkur di bawah masih mencoba memproses berita yang sangat mengejutkan itu, dia yang baru mengetahui jika Letta adalah adik Gabriel seperti mendapat sambaran petir di siang bolong.
__ADS_1