CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 60


__ADS_3

Zact menahan diri karena Rose belum lama lahiran.


Dia membenamkan kepalanya di dada Rose, Zact mendengarkan detak jantung Rose yang berdetak cepat.


"Rose" Panggil Zact lembut.


"Hemm ..."


"Mau kah kamu menikah denganku?"


Rose terdiam mendengar pertanyaan Zact yang mengejutkan.


"Apa kamu masih ragu denganku?"


"Tidak" jawab Rose


"Lalu kenapa tidak menjawab ku?"


"Aku hanya terkejut"


"Lalu ?"


"Aku akan memikirkannya dulu, kamu tahu sekarang aku sedang ingin fokus pada bayiku" Kata Rose menjelaskan.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu, kapanpun kamu siap aku akan selalu menunggumu" kata Zact bangun dan menyingkir dari tubuh Rose, dia kemudian duduk dan Rose pun melakukan hal yang sama.


"Apa kamu kecewa" tanya Rose khawatir


"Tidak, aku cukup puas dengan hubungan kita saat ini, aku cuma berpikir jika kita menikah itu jauh lebih baik"


Rose tersenyum mendengarkan Zact lalu menyandarkan kepalanya pada bahunya.

__ADS_1


"Zact tadi aku bilang ke Gabriel jika aku tidak akan memakai namanya untuk bayiku"


"Lalu apa dia marah?"


"Tidak, mungkin dia kecewa dengan keputusanku namun dia menerimanya"


"Mungkin itu bentuk penyesalannya"


"Gabriel juga meminta bantuanku"


"Bantuan macam apa yang dia butuhkan?"


"Bayinya butuh donor Asi jadi dia meminta bantuan soal itu"


"Lalu apa kamu menyetujuinya?"


"Ya ... Aku tidak tega dengan bayi kecil itu, lagian Asiku juga berlimpah, lebih baik jika bermanfaat untuk bayi lain yang juga membutuhkan"


Rose kemudian memeluk Zact penuh dengan kehangatan.


Keesokan harinya Rose dan bayinya berjemur di bawah sinar matahari pagi, Zact yang tengah bersiap pergi keluar kota untuk urusan bisnis berpamitan kepada Rose dan mencium Rose dan bayinya berulang kali, Zact yang akan pergi selama satu minggu merasa berat untuk meninggalkan mereka berdua.


"Rasanya aku tidak ingin pergi"


"Kamu harus berangkat, ingat perusahaanmu baru tahap perjuangan ok" kata Rose menyemangati.


"Baiklah, aku akan pergi, jaga diri kalian baik-baik, jika ada apa-apa jangan ragu menghubungiku"


Rose mengangguk dan kembali mendapat ciuman dari Zact.


Setelah Zact pergi, Rose kemudian membawa masuk bayinya dan segera memandikannya.

__ADS_1


Di rumah sakit Gabriel bersama dokter yang menangani bayinya sedang menyampaikan perkembangan sang bayi.


Gabriel mendengarkan dengan seksama apa yang telah di sampaikan oleh dokternya.


Setelah berkonsultasi, Gabriel mengunjungi putrinya ,meski terhalang kaca dia bisa melihat putrinya yang malang yang masih di penuhi dengan alat bantu.


Setiap melihatnya hati Gabriel terasa sesak.


Pengawalnya datang menghampirinya dengan sebuah Cooler bag asi di tangannya.


"Tuan Nyonya Rose mengirimkan ini" kata pengawal sambil memberikan tas itu pada Gabriel.


Gabriel kemudian mengambil tas itu dan menghubungi suster pribadi yang menangani putrinya untuk mengambil asi itu.


Tak lama kemudian suster datang mengambil tas berisi asi itu dan segera menghangatkannya untuk di berikan pada bayi.


Gabriel keluar rumah sakit dan menelepon Rose, dering ke tiga panggilannya di jawab.


"Hallo" suara Rose terdengar dari sebrang telepon.


"Hemm Rose terima kasih telah mengirimkan Asi untuk Sora"


"Sama-sama, apa itu nama bayimu?"


"Ah iya ... Aku semalaman berpikir untuk memberinya nama"


"Oh ... Lalu apa kamu sudah menemukan nama untuk putramu?"


"Ya ... Tapi aku tidak yakin kamu akan menyukainya"


"Apapun itu ,kamu pasti akan memberikan nama yang baik, karena nama anak biasanya mengandung harapan baik dari orang tuanya"

__ADS_1


Gabriel menyetujui apa yang di katakan Rose padanya sehingga membuatnya berhenti ragu untuk menyampaikan nama untuk putranya.


__ADS_2