
Rose bersama Zact bersiap memotong kue itu, semua menyaksikan dengan penasaran.
Mereka membelah kue itu dengan perlahan, cairan lava berwarna biru keluar dan semua orang bertepuk tangan, sebuah Smoke Bomb di letuskan dan asap berwarna biru ikut melengkapi keseruan acara.
Rose menangis terharu setelah ibu Zact berlari memeluknya.
Gabriel yang mendengar jika anak Rose adalah laki-laki,tak sadar dia ikut senang, Gabriel yang sedari tadi mengalihkan pandangan dari siaran itu karena Joanna tidak ingin mengganti channel,namun telinga Gabriel fokus mendengarkan.
Gabriel yang mulai sadar karena merasa senang dengan bayi laki-laki Rose,merasa heran, kenapa dia malah merasa senang.
Bingung dengan hati dan perasaanya, Gabriel naik ke lantai atas menuju kamarnya untuk menenangkan diri.
Di malam hari Rose di kamarnya dengan tumpukan hadiah yang dia dapatkan dari acara Gender Reveal.
"Tok ... tok ...tok" terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Rose berdiri dan segera membuka pintu, Sosok Zact berdiri tegak dengan senyum yang menyapa.
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?" tanya Rose saat melihat Zact.
Zact yang terlihat menyembunyikan sesuatu membuat Rose penasaran.
"Apa yang kamu sembunyikan di belakangmu Zact?"
"Apa kamu penasaran?"
"Hmm"
"izinkan aku masuk" kata Zact menawar.
"Baiklah" Jawab Rose dengan posisi mempersilahkan Zact masuk.
"Wow apa ini ,kamu mendapat banyak hadiah?"
"Ya seperti yang kamu lihat, banyak cinta di sini"
"Oh ya ... apa itu juga berlaku untukku?"tanya Zact menggoda Rose.
"Ah begini maksudku, hadiah ini merupakan bentuk kasih sayang mereka padaku" kata Rose menjelaskan dengan wajah tersipu.
"Baiklah, ini juga merupakan tanda kasih sayang dariku,( kata Zact menggantung) sama seperti mereka" lanjut Zact yang kemudian mengeluarkan sebuah hiasan kaca yang di dalamnya ada boneka ibu dan anak laki-laki, hiasan itu juga terdapat salju yang turun, Rose menerima hadiah Zact dengan mata berbinar.
"Ini sangat indah ..." puji Rose
__ADS_1
"Kamu tahu Rose kenapa aku memilih hadiah ini untukmu?"
"Hemm kenapa?" tanya Rose sambil menoleh ke arah Zact.
"Saat aku berkeliling mencari hadiah untukmu, aku hampir menyerah karena tidak ada yang menarik perhatianku, lalu aku tidak sengaja melewati toko seorang kakek, aku melihatnya dengan sedih, tokonya yang sepi membuatku berhenti dan melihat-lihat sejenak, dari kejauhan aku melihat hiasan bola kaca ini, aku masuk ke dalam, dan kakek itu menyambut ku dengan mata yang penuh harapan,kakek itu sangat ramah,aku menghampiri hiasan kaca itu dan aku langsung jatuh hati dengan keindahannya.
Kakek Itu bercerita bahwa dia membuatnya sendiri dan itu terinspirasi dari kisah hidupnya sendiri,Dia dulu seorang tentara yang menjaga perbatasan dan itu membuatnya hidup terpisah dari keluarganya dan jarang pulang. setiap musim salju pertama dia pulang dan istrinya bersama anak pertamanya yang berada dalam gendongannya menunggunya di depan pintu saat hujan salju turun.
Namun saat aku melihat hiasan itu , boneka yang sedang menggendong anaknya di bawah hujan salju itu terlihat seperti dirimu yang tetap mempertahankan bayimu meski kamu berdiri sendiri"
Rose yang sedari tadi mendengar cerita Zact tak sadar air mata menggenang di sudut matanya.
"Lalu di mana anak istri kakek itu?"
"Kakek itu bercerita jika bayi mereka memiliki kelainan genetik yang membuatnya tidak bisa bertahan hidup, sedangkan istrinya meninggal tahun lalu"
Rose sangat sedih mendengar cerita itu, betapa kesepiannya kakek yang hidup sebatang kara.
"Zact aku punya ide" Kata Rose sambil mengusap air matanya.
"Apa itu?'
"Aku akan memanfaatkan kepopuleran sang superstar ini?"
"Aku akan memposting hadiah darimu lalu aku akan mengetag akunmu, ini seperti mempromosikan toko sang kakek secara gratis"
Zact mengangguk-angguk mendengar ide bagus Rose.
Rose kemudian mengunggah foto hadiah dari Zact dengan caption romantis.
"Bukankah ini hadiah yang indah? Ya karena ini di penuhi dengan ketulusan - @BryanZact "
Tak lupa Rose juga menulis alamat toko sang kakek.
tak lama dari unggahan ratusan like dan komentar memenuhi unggahan Rose.
Banyak yang memuji hadiah yang di berikan oleh Zact.
Keesokan harinya toko sang kakek di penuhi dengan pengunjung yang datang, mereka memborong berbagai macam sovenir dan berbagai macam hiasan, sang kakek nampak terkejut saat tiba-tiba tokonya menjadi sangat ramai.
Salah satu penggemar Zact memberitahunya jika dia tahu tokonya dari postingan seseorang yang mendapat hadiah dari idolanya ,sebuah hiasan kaca yang indah.
__ADS_1
Kakek itu langsung mengingat sosok seorang lelaki bertubuh tinggi dan tampan yang membeli hiasan kaca itu.
Didalam hati sang kakek berterima kasih berkatnya tokonya menjadi sangat ramai, air mata menggenang di pelupuk matanya yang berkerut.
Zact mendengar berita tentang toko kakek yang kehabisan barang karena di borong oleh para penggemar Zact, Dia merasa terharu dengan para penggemarnya yang masih sangat peduli dengannya.
"Rose kamu harus lihat ini" kata Zact sambil menunjukkan berita di ponselnya tentang toko kakek yang laris manis itu.
Rose sangat senang mendengar berita baik itu.
"Zact kamu benar-benar orang yang baik, berkatmu semua ini menjadi mungkin"
"Hahaha aku rasa sebentar lagi aku akan terbang" goda Zact setelah mendapat pujian dari Rose.
Rose tertawa dan memukul lengan Zact dengan ringan,Zact yang gemas dengan tingkah Rose menggenggam tangan Rose yang masih bermain-main dengan lengannya yang kekar, Rose yang mendapat tatapan manis dari Zact seketika tersipu.
"Jangan menatapku seperti itu... " Pinta Rose yang mulai malu
"Lalu aku harus menatapmu seperti apa?" Goda Zact
"Itu ..."
"Apa begini?" kata Zact lalu mendekatkan wajahnya dan menatap Rose dari dekat, seketika telinga Rose terasa panas di goda Zact seperti itu.
Gemas, Rose kemudian menjewer telinga Zact agar menjauh darinya.
"Aaaaooochhhh" pekik Zact kesakitan
Melihat itu Rose tertawa lalu kabur dan mengejek Zact dengan muka konyolnya.
Sambil memegang telinganya yang memerah Zact tersenyum melihat Rose berlari seperti anak kecil.
Zact duduk bersandar dan memandang langit-langit rumahnya, dia membayangkan jika suatu hari nanti dia bisa benar-benar memiliki Rose dan menjalani kehidupannya bertiga dengan baik.
Namun Zact tidak bisa memaksakan perasaannya kepada Rose, menjalani hari-hari seperti ini bersamanya sudah membuatnya merasa lega.
Setidaknya dia sekarang berada di sampingnya, menghabiskan lebih banyak waktu dengannya juga kesempatan yang tak akan di sia-siakan.
Dia akan berusaha perlahan sampai Rose datang sendiri ke pelukannya dengan keinginannya sendiri tanpa rasa bersalah, kasihan ataupun terpaksa.
Zact kemudian membuka ponselnya dan melihat foto-foto Rose yang di ambilnya diam-diam.
__ADS_1
Dia hanya bisa membelainya lewat gambar di ponselnya.
Jika berhadapan langsung dengan Rose dia tidak akan berani sembarangan menyentuhnya.