
Luca saat ini sudah menginjak usia 3 bulan, Kali ini Zact mengajak Rose ke Gracilia untuk mengunjungi orang tua.
Zact juga harus berfokus pada perusahaan utamanya di Gracilia dan memutuskan untuk pindah dari Sanor.
Mereka bertiga di jemput oleh orang tua Zact , mereka sangat antusias untuk bertemu dengan Luca.
"oh lucaku ..."Sambut Anna dengan gemas.
Rose kemudian memeluk Anna dan memberikan Luca padanya.
"Ini nenek sayang, apa kamu merindukanku?" tanya Anna yang di sambut tawa oleh Luca yang seketika membuat sang nenek tak tahan untuk menghujaninya dengan ciuman.
"Hentikan ibu ... Kamu bahkan tidak melihat putramu" Kata Zact bercanda.
"Lihatlah Rose apa kamu lihat betapa dia cemburu dengan putranya sendiri"
Rose hanya tertawa melihat keduanya begitu lucu.
"Sudah sudah ayo kita pergi mencari restoran terdekat, kalian pasti lapar" kata Clarkson menghentikan perdebadatan kecil ibu dan anak.
Mereka kemudian pergi meninggalkan bandara dan berhenti di sebuah restoran.
Suster menjaga Luca yang sedang terlelap, Anna juga memesan makanan untuk Suster.
Ketika makanan telah di sajikan mereka segera menyantap sajian istimewa yang telah di hidangkan.
Di sela-sela waktu makan, Rose dan Zact di kejutkan dengan pertanyaan Anna.
"Apa kalian akan bertunangan terus dan tidak akan menikah?"
Mendengar pertanyaan Anna itu seketika membuat Rose tersedak.
Zact buru-buru mengambilkan air minum untuk Rose yang sudah memerah karena terbatuk-batuk.
__ADS_1
"Apa aku mengejutkanmu Rose"
Rose tersenyum dan menyeka mulutnya .
"Hhaha bibi aku sedikit terkejut"
"Sayang maafkan bibi ya" Ucap Anna sambil memegang tangan Rose.
Zact yang sudah tidak bisa berkata-kata hanya bisa mendengarkan mereka berbicara.
Setelah makan mereka pulang ke rumah untuk beristirahat.
Malam harinya Anna meminta kepada Rose agar membiarkan Luca tidur bersamanya.
"Bibi apa Luca tidak akan mengganggu kalian beristirahat?
"Tidak aku sangat senang jika kamu membiarkannya tidur bersama kami"
"Tentu saja aku tidak akan keberatan bibi, terima kasih"
Saat berbaring Anna mengingat pertanyaan Anna siang tadi.
Rose dan Zact belum merencanakan pernikahan sehingga membuatnya terkejut.
"Tok ... Tok tok" Suara ketukan.
Rose segera bangun dari tempat tidur dan berlari kecil untuk membuka pintu, Saat pintu terbuka sosok tinggi Zact berdiri tegap.
"Ada apa?" tanya Rose sembari melihat-lihat ke arah kiri dan kanan.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengajakmu keluar mencari udara segar"
"Kemana?"
__ADS_1
"Jalan-jalan saja di taman belakang"
"Oh ok ... Tunggu aku akan memakai Sweater dulu" kata Rose sambil berlari mengambil sweater di dalam lemari.
Mereka kemudian menuju taman dan di sambut dengan lampu-lampu terang yang berjajar.
Mereka duduk di depan air mancur dan menikmati bulan bintang di langit malam yang cerah.
"Rose maafkan ibuku" kata Zact membuka obrolan.
"Ibumu tidak salah jadi kamu tidak perlu meminta maaf"
"Hmm lalu jika aku mengajakmu menikah apa kamu tidak keberatan"
Setelah terdiam sesaat Rose menjawabnya dengan pasti.
"Tentu , mari kita lakukan"
"Apa kamu yakin?"
"Ya" jawab Rose percaya diri.
"Terima kasih Rose" Ucap Zact sambil menggenggam tangan Rose lalu menciumnya.
"Rose ..."
"Hemm ..."
"Rose ...."
"Apa ?" kata Rose sembari melototi Zact, gemas Zact langsung menarik Rose mendekat dan mencium bibir Rose yang mungil dan penuh.
Rose melingkarkan lengannya ke leher Zact dan membalas ciuman Zact yang memburu.
__ADS_1
Mereka saling berciuman di bawa sinar bulan yang indah dan serasa tidak ingin berhenti.