
Keesokan harinya Rose terbangun dan memandang wajah Gabriel yang terlelap.
Ketika hendak bangun Gabriel dengan cepat menarik tubuh Rose ke dalam pelukannya.
Dibalik selimut tangan Gabriel membelai lembut perut Rose dan mencium tengkuknya.
Ketika tangan Gabriel hendak turun ke bawah tangan Rose menghentikannya.
"Gabriel" panggil Rose dengan suara serak.
"Hmm " jawab Gabriel.
"kamu harus menjelaskan semuanya" kata Rose menuntut penjelasan.
"Aku akan menjelaskannya, tapi biarkan aku melanjutkan ini" Kata Gabriel sembari terus menciumi leher putih Rose.
"Bukankah aku seperti wanita ****** jika aku seperti ini?"
Gabriel berhenti menciuminya lalu bangun dan menindih Rose di bawah Kungkungannya.
"Kenap harus berkata seperti itu" Tanya Gabriel dengan tatapan tajam.
"Kenapa tidak, bukankah kamu adalah tunangan seseorang?" jawab Rose sambil beralih pandangan ke arah lain.
"Kalau begitu jadilah ****** ,aku bahkan lebih mencintai wanita ****** ini di banding tunanganku"
Gabriel kemudian melepaskan hasratnya pada Rose , dia menghukumnya dengan permainan yang tak pernah dia lakukan , bercampur emosi Gabriel terus menghujani Rose dengan Gesekan yang tak ada ampun.
Rose kemudian mendorong Gabriel dan menamparnya dengan keras.
__ADS_1
Namun lagi Gabriel menindihnya dan mendorongnya masuk lebih dalam dan menumpahkan semuanya di dalam.
Nafas Gabriel naik turun ,sedangkan Rose terkulai lemas mendapatkan hukuman darinya.
Gabriel kemudian berbaring terlentang di samping Rose.
"Aku terpaksa melakukan semuanya, Joanna adalah hal yang tidak bisa aku tolak, aku memiliki hutang nyawa dengan Raja Frederick, kamu tahu aku tidak bisa berhutang apapun pada siapapun dan Rose aku benar-benar sangat mencintaimu, tapi Joanna dalam keadaan yang tidak baik, dia sakit, dia sekarat!! Kata Gabriel menjelaskan .
"Lalu aku harus apa??" apa kamu tahu aku sangat menderita melihat kalian berdua" kata Rose mulai terisak.
"Joanna tidak akan hidup lebih lama, Raja Frederick ingin aku memberikannya seorang penerus tahtanya"
Rose hanya bisa terisak mendengar penjelasan demi penjelasan dari Gabriel.
"Dan soal penangkapan Darshon itu semua berkat teman kantormu yang tak sengaja melihat kejadian malam itu dan merekamnya diam-diam"
"Razel"
Rose kemudian teringat sosok Razel yang penuh perhatian padanya.
"Di mengatakan jika dirinya menyesal tidak dapat menolongmu pada saat itu, dia juga mengaku jika selama ini dia sangat mencintaimu"
Rose nampak tidak terkejut, dia mengingat jika Razel banyak memberikan perhatian yang tidak seperti seorang teman, jadi dia sudah mengira jika selama ini Razel menyimpan rasa padanya.
"Gabriel aku tidak ingin melanjutkan ini semua" putus Rose.
"Kenapa kamu tidak bisa mengerti sedikit saja, kamu satu-satunya yang aku inginkan, Joanna hanya sebuah konspirasi" Kata Gabriel mencoba meyakinkan Rose.
"Gabriel jika kamu sudah menetapkan pilihan padanya, maka kamu harus menjalaninya, jangan mengikatku seperti ini"
__ADS_1
"Tungguhlah sebentar saja" mohon Gabriel.
Rose turun dari ranjang dan segera mengenakan pakaiannya.
"Gabriel jika kamu memilihku besok malam datanglah menemuiku di rumah Zact dan jemput aku pukul 22.00 tepat, jika kamu tidak datang maka semua ini benar-benar berakhir.
Rose kemudian melangkah pergi meningglkan kamar dan Gabriel hanya bisa melihatnya pergi.
Di lantai bawah Daisha melihat Rose turun dari tangga, sesampainya di bawah Daisha segera menghampiri Rose.
"Rose ... akhirnya kamu pulang" kata Daisha.
"Daisha ... aku hanya datang berkunjung"
"Jadi begitu , kamu sekarang menetap di mana? aku sangat merindukanmu"
"di rumah kenalanku, aku juga sangat merindukanmu" ucap Rose dengan senyum tulus.
"Ayo makan, aku akan memasak sup kesukaanmu" tawar Daisha semangat.
"Maafkan aku daisha, aku harus pergi sekarang, karena sekarang aku kerja" jelas Rose.
Daisha mengangguk lalu menyuruh Rose menunggu sebentar, dia lalu berlari kearah dapur ,tak lama kemudian Daisha membawa sebuah paper bag berisi Roti bakar , kue kering,air mineral dan susu hangat di dalam botol.
"makanlah di perjalanan, jangan bekerja dalam keadaan perut kosong"
"Terima kasih Daisha,kamu sangat baik" uca Rose sambil memeluk Daisha.
Dia kemudian meninggalkan Gabriel dan melanjutkan perjalanannya ke tempat syuting Zact.
__ADS_1