CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 21


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Gabriel selalu pulang larut malam dan tidak banyak bicara.


Rose semakin bingung dengan sikap Gabriel yang tiba-tiba seperti itu.


Ketika hendak naik tangga Rose dan Gabriel berpapasan, Mereka berhenti beberapa saat, Gabriel yang hendak melangkah pergi berhenti melangkah ketika tangan Rose memegang lengannya untuk menghentikannya.


"Aku ingin bicara" Ucap Rose dengan tatapan tajam.


Gabriel menghela nafas dan berjalan mengikuti Rose ke ruang kerjanya, Rose berdiri bersedakap di depan jendela dengan pandangan menghujam ke arah Gabriel.


"Ada apa denganmu?" Tanya Rose membuka pembicaraan.


Gabriel memasukan kedua tangannya ke saku celana dan duduk dipinggir meja dengan diam.


"Bicaralah, apa aku melakukan kesalahan??"


"Tidak, aku yang belum siap mengatakannya"


" Hah ... kamu sungguh luar biasa, apa sekarang kamu sudah tidak peduli dengan perasaanku??"


"Rose ... beri aku waktu, aku benar-benar sedang tidak ingin membahasnya"


"Waktu??? kamu bahkan tidak bicara dengan baik selama 1 minggu ini denganku, apa masih kurang aku memberimu waktu"

__ADS_1


"Maaf" Setelah mengucapkan permintaan maaf Gabriel pergi meninggalkan Rose yang marah.


Rose jatuh perlahan ke lantai dengan tangis yang pecah, sungguh Rose tidak mengerti apa yang sedang Gabriel sembunyikan darinya.


Sosok yang tadinya hangat berubah dingin seketika.


Di dalam perjalan menuju kantor Gabriel masih terbayang-bayang Rose yang marah dan kecewa padanya.


Berita yang dia terima secara kebetulan datang secara bersamaan membuatnya merasa sesak.


Di sisi lain menyoal pertunangannya dengan putri Joanna dan di sisi yang lain mengenai kasus pembunuhan Rose yang menemui titik terang.


Gabriel benar-benar bingung harus berkata apa dengan Rose , Gabriel tidak ingin Rose merasa tertekan dengan kasusnya dan juga tidak ingin melihatnya kecewa dengan berita pertunangannya dengan Joanna yang akan segera di gelar.


Malam ini Gabriel tidak pulang dan memilih tidur di Apartemennya untuk menenangkan diri.


Rose yang berbaring di balik selimut tebal melihat video-video kenangannya bersama Gabriel.


Tak sadar Rose tersenyum dan tertawa kecil melihat kekonyolannya bersama Gabriel Di Video itu.


Setelah beberapa lama melihat isi Galery Rose tertidur.


Di siang hari saat Rose turun dari tangga seorang lelaki asing datang dan membawa beberapa kertas tebal.

__ADS_1


"Siang Nona saya pegawai percetakan ,saya datang membawa contoh design Undangan pertunangan yang di pesan"


"Undangan Pertunangan??" Kata Rose sembari menerima sampel itu.


"Iya ini contoh undangan pertunangan Tuan Rowen dengan putri Joanna" Jelas pegawai percetakan itu.


Rose yang mendengar penjelasan pegawai itu sangat terkejut lalu menjatuhkan kertas-kertas undangan di tangannya.


"Eh ... Nona tidak apa-apa?"


Rose lalu tersadar dan segera membereskan undangan yang terjatuh itu dan di bantu oleh pegawai percetakan.


Setelah pegawai itu pamit Rose terduduk di sofa dengan gemetar memperhatikan undangan di tangannya.


Dadanya terasa sesak dan sulit untuk bernafas,air mata bercucuran dengan bibir yang terkatup menahan kehancuran.


"Jadi ini yang membuatnya sulit menjelaskan padaku" kata Rose dalam hati.


Dia sangat terpukul mendapat berita buruk yang begitu tiba-tiba dan terasa seperti seseorang sedang menghajar dan menendangnya tepat di dadanya.


Rose memotret undangan itu dan di kirimnya ke Gabriel dengan kata "Selamat".


Gabriel yang menerima pesan gambar dari Rose seger membukanya.

__ADS_1


Terkejut saat melihat Gambar yang di kirim Rose membuat Gabriel panik dan segera pulang ke rumah.


Namun saat sampai di rumah Rose sudah pergi dan membuat Gabriel kebingungan setengah mati.


__ADS_2