CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 54


__ADS_3

3 bulan kemudian ...


Di malam hari hujan begitu lebat,angin dan petir saling menyambar.


Rose terbangun di tengah malam karena perutnya yang sakit.


Dia ke kamar mandi namun tidak bisa buang air, sakit di perutnya pun datang dan pergi.


Dia mencoba kembali berbaring namun tidak bisa tertidur karena perutnya semakin sakit.


"Apa ini sudah waktunya aku melahirkan?" kata Rose sambil menatap langit kamarnya.


Rose yang merasa perutnya semakin sakit hendak keluar kamar mencari bantuan tapi berdiri saja rasanya sulit.


Dia meraih ponselnya yang tergeletak di meja dan menelpon Zact.


Zact yang belum tidur karena lembur di ruang kerjanya segera menjawab panggilan Rose.

__ADS_1


"Rose kamu belum tidur?"


"Zact" Kata Rose memanggilnya,Zact yang mendengar suara Rose yang kesakitan langsung berlari dari ruang kerja menuju kamar Rose,Zact langsung membuka pintu kamar dan mendapati Rose yang duduk dilantai dengan menahan rasa sakit.


Dia langsung menghampiri Rose dan menyadari jika Rose akan melahirkan.


Zact langsung menelpon supir untuk menyiapkan mobil dan Zact membopong Rose yang sudah berkeringat dingin menahan rasa sakit yang semakin sering muncul.


Di dalam mobil Zact memeluk Rose dengan cemas, supir membawa mereka ke rumah sakit terdekat.


"Zact sakit sekali !!" pekik Rose yang sesekali meringkuk merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Tuan ketika istriku akan melahirkan dulu juga seperti ini, dia merasakan sakit yang luar biasa, namun dia mencoba terus mengontrol emosinya, setiap sakit datang dia mencoba menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya, dia melakukan berkali-kali setiap kontraksi itu datang lagi"


Mendengar penjelasan supir ,Zact menyuruh Rose mencoba melakukan hal yang sama.


Dia kemudian mencoba melakukan dan lumayan mengurangi rasa sakit dan dia juga mulai bisa mengendalikan diri.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit,para suster datang dengan kursi roda, Zact terus menggenggam tangan Rose menuju ruangan pemeriksaan,Karena mereka belum menikah maka dokter menyuruhnya menunggu.


Selama beberapa saat akhirnya dokter keluar dan memberitahu Zact jika Rose baru mendapatkan bukaan tiga.


Di rumah sakit besar lain Joanna telah di rawat di rumah sakit selama satu minggu, keadaannya kian memburuk dan sudah tidak memiliki harapan.


Gabriel yang menunggu di luar UGD duduk merenung karena dokter sudah menyampaikan hal buruk itu.


Gabriel harus memutuskan karena Joanna sudah dalam keadaan kritis dan kesempatan hidupnya sangat kecil,maka dokter menyarankan agar Joanna melakukan operasi Caesar untuk menyelamatkan bayinya meski sangat beresiko karena kandungan Joanna baru 6 bulan.


Namun dokter optimis bayi itu akan selamat karena teknologi kesehatan sekarang sudah sangat maju.


Gabriel ingin bayi itu selamat meski ibunya tiada maka dia akan merawatnya dengan sangat baik.


Gabriel kemudian menghubungi Raja Frederick untuk memberitahunya jika bayi Joanna memliki kesempatan hidup jika dilakukan Caesar secepatnya.


Raja Frederick menyetujuinya karena kesempatan hidup Joanna sangat tipis, dia juga akan terbang ke Sanor keesokan harinya.

__ADS_1


Akhirnya Gabriel menemui dokter dan menandatangani surat persetujuan,Malam itu juga Dokter melakukan operasi pada Joanna, Hujan di luar sangat lebat di penuhi gemuruh petir.


Suara tangisan bayi pecah di kedua rumah sakit yang berbeda, dua bayi dengan jenis kelamin berbeda itu terlahir selisih hanya 5 menit.


__ADS_2