CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 30


__ADS_3

Zact kembali menyusul Rose yang tengah asyik memilih barang.


"Apa belum selesai" tanya Zact.


Rose langsung menoleh ke arah Zact dan menunjukkan barang-barang yang telah dia pilih.


"Apa ini bagus Zact"


Zact lantas memperhatikan kain penutup meja yang di pilih Rose .


"Itu bagus tapi lebih baik mengganti warnanya dengan warna yang cerah karena cat toko terlalu pucat".


Rose mengangguk setuju dan memilih warna yang lain.


Setelah selesai berbelanja dan memasukan belanjaan ke dalam mobil, Zact mengajak Rose makan di sebuah kedai kecil milik teman ibunya.


"Hai bibi camila" sapa Zact pada seorang wanita paru baya pemilik kedai.


"Tuhan ... siapa ini, apa aku sedang bermimpi?" teriak Camila dengan penuh kegembiraan.


Zact menghampiri dan memeluknya dengan penuh kerinduan.


"Anak nakal kenapa baru datang?


melihat keakraban keduanya membuat Rose ikut senang.


"Hei berandal siapa wanita cantik ini" tanya camila.


"Bibi ini Rose , dia temanku" Zact kemudian membawa Rose mendekat.


"kamu mencoba mengelabuiku?"


"tidak bibi, dia akan menempati Ruko ibu, dan menjual kue di sana" jelas Zact.


"Gadis cantik apa kamu benar-benar tidak tertarik dengan Zactku?"


Rose lantas tersipu mendapat pertanyaan seperti itu.


"Bibi tidak ada wanita yang tidak tertarik padanya, dia seorang superstar " jawaban Rose membuat telinga Zact terasa panas.


"kamu benar nak, mungkin dia yang terlalu pemilih"


"Baiklah , sudah cukup menggibaiku , sekarang aku lapar, ayo bibi berikan kami makan terenakmu"

__ADS_1


Camila lantas mengajak Rose masuk untuk melihat dapurnya.


Sedangkan Zact mengobrol dengan Bob suami Camila.


"Apa kamu benar-benar tidak ada hubungan dengan Zact?"tanya Camila penasaran.


Rose menggeleng pasti untuk menjawab rasa penasaran wanita paruh baya itu.


"Ah sayang sekali"


Rose tersenyum dan terus memperhatikan Camila yg sedang memasak masakan laut untuk mereka.


"Bibi apa dulu toko kue milik ibu Zact sangat terkenal?" tanya Rose mencari tahu.


"tentu,melinda adalah seorang pembuat kue yang handal, kue buatannya sangat terkenal di kota ini, namun dia harus pindah karena mendapat suami orang luar negri" jelas Camila.


"Aku akan berusaha lebih baik" kata Rose yakin.


"Bagus, aku sangat menghargai orang yang memiliki optimisme tinggi, kamu harus percaya pada dirimu bahwa kamu pasti bisa jika kamu sungguh-sungguh melakukannya". nasehat Camila.


30 menit kemudian makanan siap di sajikan, Zact dan Bob segera ke tempat makanan di sajikan.


"Wah aku sangat merindukan Seafood saus asam manis buatan bibi, ini sangat luar biasa"


Zact kemudian mengajak Rose duduk dan segera makan.


"pantas paman semakin hari semakin sehat , bibi sangat pintar memasak"


Bob tertawa mendengar kata-kata Zact.


"Zact apa kamu mencoba mengejek pamanmu ini" kata Bob sembari mengelus perutnya yang besar dan membuat semua tertawa keras.


"Apa kamu menyukainya Rose" tanya Camila sembari menyendokkan kerang ke dalam piring Rose.


"Terima kasih bibi, ini sangat lezat" puji Rose.


"Makanlah yang banyak, kamu harus lebih berisi, kamu terlalu kurus" kata Camila prihatin.


"Bibi harus tahu, Rose juga seorang model, makanya dia harus menjaga bentuk tubuhnya"


"ya tapi aku yakin dia semakin mempesona jika dia menaikan sedikit berat badannya"


Saat hendak membalas ucapan Camila , kaki Rose menendang pelan kaki Zact memberinya kode untuk diam.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku pasti akan gemuk bibi, aku akan sering membeli makanan enakmu setiap hari" kata Rose menghentikan racauan Camila.


Setelah selesai mampir ke kedai mereka segera pulang karena matahari sudah pada puncaknya.


Sesampainya di ruko, Zact membantu Rose mengeluarkan barang-barang dari dalam mobil dan membawanya masuk.


Rose kemudian mengeluarkan barang-barang dari paper bag.


Di sela-sela mengeluarkan barang, Rose terkejut saat mengeluarkan gantungan jendela yang indah dari dalam tas.


"Zact sepertinya aku tidak membeli ini, apa pedagangnya salah memasukkannya?" tanya Rose sambil menunjukkan benda itu.


" Itu aku yang membelinya untukmu, itu hadiah untuk pembukaan tokomu, aku rasa saat pembukaan toko aku tidak bisa datang karena ad jadwalku"


"Ini sangat indah Zact, terima kasih, kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu , aku akan melakukannya dengan baik" kata Rose menenangkan Zact.


"Aku akan memasangkannya, kamu ingin meletakkannya di mana?"


Mata Rose lantas menyapu pandangannya ke setiap sudut ruangan.


"Aku rasa di jendela sebelah sana sangat bagus Zact" tunjuk Rose penuh semangat.


Zact mengangguk dan berjalan ke jendela yang di maksud Rose dan memasangnya dengan hati-hati.


"Wahh ... Zact kamu memang memiliki selera yang bagus, ini sangat cocok" puji Rose dengan mata berbinar menyaksikan gantungan yang telah terpasang.


"Baguslah jika kamu menyukainya, oh ya Nuna besok akan datang" kata Zact memberitahu.


"Nuna??" Rose nampak bingung.


Zact menepuk jidatnya pelan.


"Aku lupa memberitahu nama orang yang membantu di sini, Nuna adalah gadis yang menjaga Ruko ini" jelas Zact.


Rose mengangguk-angguk tanda mengerti.


"Zact kapan kamu kembali ke sanor?"


"itu mungkin besok malam, aku akan membantumu merapikan semua ini, setelah itu aku akan pulang ke sanor."


"Baiklah sekali lagi terima kasih Zact, suatu saat aku akan membalas setiap kebaikanmu"


Zact mengangguk dan mereka segera melanjutkan merapikan barang-barang yang telah mereka beli

__ADS_1


__ADS_2