
Di tempat tidur Zact dan Letta duduk bersandar dinkepal ranjan,Letta masih belum mengatakan sesuatu.
"Apa kamu merasa bosan?" tanya Zact setelah menutup buku yang dia baca.
"Tidak , aku menghabiskan waktu dengan Luca dan Moran dan itu membuatku lupa dengan waktu"
"Hmm ... Jika kamu mau kembali mengelola bisnismu, aku tidak keberatan"
"Ya aku sangat ingin, apa lagi sekarang kamu banyak membantu bisnis yang sedang aku rintis"
"Besok kamu bisa kembali ke runtinitasmu , yang terpenting jangan terlalu kelelahan itu tidak baik untukmu dan bayi kita".
"Terima kasih telah memikirkan hal ini, oh ya Zact aku ingin mengatakan sesuatu ,aku harap kamu tidak akan marah"
"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan, aku tidak akan marah"
"Itu ... Bagaimana jika kakak mengambil hak asuh Luca ?"
Zact kemudian menengok ke arahnya dengan wajah yang cukup tenang.
__ADS_1
"Apa dia mengatakan itu?"
"Ya tapi dia tidak akan memaksakan segalanya, dia hanya ingin menjadi ayah yang bertanggung jawab, dia pikir aku juga akan melahirkan bayi, jadi mungkin dia menjadi khawatir aku akan begitu repot dan akhirnya membuat Luca terabaikan"
Zact diam sesaat sebelum menjawab kata-kata Letta.
"Sebenarnya aku sudah memikirkan itu, akan sangat egois jika aku memisahkan anak dari ayah kandungnya, aku pun tidak akan rela jika Moran di ambil dan di besarkan orang lain, namun kita tidak bisa begitu saja mengabaikan perasaan Luca, dia masih sangat kecil dan yang perlu kita lakukan mengarahkannya perlahan dan bukan langsung membawanya pergi dari sini dan membawanya ke tempat baru, itu akan membuatnya sangat terkejut dan tidak akan baik untuk perkembangannya"
"Hemm kamu benar, jadi kita harus bagaiman?"
"Besok aku akan bertemu Gabriel dan akan mendiskusikan semuanya dengan hati-hati"
Letta kemudian memeluk Zact dengan penuh rasa terima kasih"
Semenjak menikah Zact belum pernah menyentuh Letta, mereka hanya tidur bersama dan tidak melakukan apapun.
"Perutmu masih terlihat rata" kata Zact yang seketika membuat wajah Letta memerah.
"Ya karena ini masih sangat kecil"
__ADS_1
Zact kemudian meraba perut Letta dengan senyumannya yang manis tersungging di wajahnya.
Letta melepas pelukannya dan memberanikan diri untuk lebih aktif.
Dia mencium bibir Zact dan langsung terlihat semburat merah di pipinya.
Ciuman Letta begitu lembut membuat Zact terbuai dan membalas ciuman itu.
Mereka saling membalas ciuman dan semakin panas, Zact menarik Letta ke dalam pelukannya dan membuat posisi Letta berada di atasnya.
Zact terus memberikan ciuman yang begitu panas, tangannya mulai menarik naik gaun tidur Letta yang pendek dan masuk menyusuri tubuh Letta yang indah.
Dia membaringkan Letta dan mulai membuka semua yang menutupi tubuhnya dan kemudian membuka pakaiannya sendiri dan melemparnya begitu saja.
Zact memperhatikan sejenak Letta yang berbaring menunggunya, Dia menciumi leher Letta dan terus turun menikmati dua buah indah miliknya, terus memainkannya dan memberikan sensasi nikmat yang membuat Letta terus mengerang.
Puas dengan buah indah milik Letta yang kini bertambah besar karena kehamilannya, Zack kini memainkan jemarinya memasuki lubang sempit itu yang mulai basah karenanya.
Zact yang pandai memainkannya membuat Letta mencapai puncaknya dan mencengkram bahunya yang lebar.
__ADS_1
Kini gilirannya memuaskan miliknya dan segera menancapkannya hingga titik nikmat yang luar biasa.
Mereka kemudian tidur saling berpelukan hingga ke esokan hari