
Zact dan Letta duduk santai sembari memandang air terjun yang nampak dari ke jauhan.
"Ehem ... Aku tidak akan bertele-tele, aku akan menikahimu"
Mendengar itu Letta lantas tersedak saat meminum tehnya, Zact langsung membantu Letta menepuk-nepuk punggungnya.
"Kamu tidak apa-apa?"
Letta menggelengkan kepalanya sedangkan wajahnya memerah karena tersedak.
"Apa yang kamu bicarakan tadi? Aku tidak mendengarnya" kata Letta belum percaya dengan apa yang telah di dengarnya.
"Aku akan menikahimu" ulang Zact.
Letta berusaha menenangkan diri agar tidak terlihat salah tingkah setelah mendengar hal yang paling membahagiakan di hidupnya.
"Apa kamu serius?"
"Ya ... Tapi ...?"
"Tapi? Kenapa?" tanya Letta mulai merasa tak enak perasaannya.
"Aku hanya ingin jujur padamu, mungkin saat ini aku baru bisa bertanggung jawab atas dirimu dan juga bayimu namun aku belum bisa dengan perasanku,aku akan berusaha" jelas Zact.
"Aku tahu" jawab Letta dengan tenang.
__ADS_1
"Jika kamu ragu maka mundurlah"
"Tidak ... Aku akan membuatmu mencintaiku, kamu berusaha dan aku akan berjuang, adilkan?" kata Letta sambil tersenyum
"Baiklah ,mari kita bahas soal pernikahan dengan kedua keluarga,aku rasa itu akan jauh lebih baik"
"Ya kamu benar"
"Hemm ... Ngomong-ngomong apa kamu merasa baik-baik saja dengan kehamilanmu?"
"Ya ... Aku hanya sedikit merasa mual di pagi hari, tapi setelah itu aku merasa baik-baik saja"
"Jika kamu merasa tidak baik, kamu bisa menghubungiku kapan saja" Ucap Zact yang langsung membuat Letta terhanyut dengan kata-katanya.
Mereka kemudian mengobrol santai dengan saling mengenal satu sama lain.
Letta kemudian mengabari sahabatnya lewat chat jika dirinya akan segera menikah, sahabatnya itu lantas segera meneleponnya namun segera di rejact olehnya dan Letta dengan cepat mengiriminya pesan agar tidak menghubunginya dulu karena dirinya masih bersama Zact.
Zact kembali dan menyuruhnya beristirahat di kamar.
"Aku sudah membersihkan kamar untukmu, kamu bisa beristirahat, aku akan keluar sebentar" kata Zact.
Letta kemudian masuk ke dalam menuju kamar, dia kemudian melepas jaketnya dan segera berbaring, karena kelelahan dia segera terlelap.
Zact keluar menuju tempat perbelanjaan untuk membeli bahan-bahan makanan,Dia berencana akan memasak untuk makan malam.
__ADS_1
Dia membeli bahan-bahan yang telah di catat di ponselnya,setelah itu dia mencari sebuah baju untuk Letta.
Seorang pegawai toko membantunya memilihkan beberapa baju, Zact yang tidak terlalu tahu tentang baju yang di sukai wanita, memilih mendengar saran yang di berikan sang penjaga toko lalu segera membayarnya.
Setelah mendapatkan semua yang dia butuhkan Zact kembali ke Villa, tak terasa hari sudah sore.
Dia mengeluarkan semua isi belanjaannya dan mencucinya satu persatu hingga bersih.
Setelah itu dia memotong-motong sayuran dengan teliti.
Matanya sambil melirik resep yang ada di ponselnya dan langsung mempraktekannya.
Setelah 1 jam lebih berjuang membuat masakan yang lezat akhirnya Zact menyelesaikannya.
Dia kemudian menyiapkan makanan yang telah dia masak ke dalam piring dan menyimoannya di meja makan.
Zact kemudian mandi sebentar lalu memanggil Letta.
"Tok ... Tok ... Tok" ketuk Zact di pintun kamar yang Letta tiduri.
Letta yang terbangun dari tidurnya segera turun dari ranjang dan segera membukakan pintu.
"Apa kamu baru bangun?"
"Ah iya ... Maaf aku keenakan tidur"
__ADS_1
"Hemm tidak apa-apa itu malah bagus untukmu, kamu perlu banyaj istirahat, sekarang mari kita makan" Ajak Zact.
Letta lantas terkejut saat melihat meja makan sudah di penuhi dengan makanan lezat, dia kemudian pergi mencuci muka terlebih dahulu sebelum makan malam dengan Zact.