CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 126


__ADS_3

Setelah keluar rumah sakit,Sarah di bawa ke rumah Gabriel, awalnya dia menolak namun pada akhirnya dia menerima tawaran itu karena takit dengan suaminya.


Luca dan Sora menyambutnya dengan senang, mereka berdua menggandeng tangan Sarah menuju kamarnya.


"Bibi pasti kesakitan?" tanya Sora saat melihat telinga Sarah yang di perban.


"Ya cukup sakit,tapi sekarang sudah tidak lagi" jawab Sarah dengan sabar"


"Biarkan Bibi Sarah istirahat" Ucap Gabriel kepada anak-anak.


"Tidak apa-apa ,aku baik-baik saja, mereka berdua sangat menyenangkan"


"Bibi istirahat saja, kita berdua akan datang lagi nanti" kata Luca bijak


Sarah langsung tersenyum, Gabriel dan anak-anak kemudian meninggalkan Sarah di kamarnya sendiri.


"Ayah apa Bibi Sarah akan tinggal di sini terus?"


"Tidak ... Jika ayah sudah membereskan segalanya maka Bibi Sarah bisa kembali ke rumahnya"


"Sayang sekali" jawab Sora dengan memasang wajah cemberut.


"Baiklah kalau begitu ayah mau kekantor dulu"


Gabriel kemudian pergi dan ternyata bukanlah ke kantor melainkan mengurus Demon yang kini berada di tangan pengawalnya.


Para pengawal membawanya ke gudang di sana Gabriel menemuinya.


Demon memasang wajah kesal saat melihat kedatangan Gabriel.

__ADS_1


"Sial jadi kamu yang menyuruh mereka?"


"Ya benar"


"Cih ... Apa kamu begitu menginginkan istriku?"


"Hahaha aku bahkan tidak perlu melakukan hal bodoh seperti ini jika aku menginginkannya"


"Lalu kalau kamu tidak menginginkan Sarah, lalu apa maumu?"


"Aku hanya kesal melihat bajingan sepertimu, menurutmu apa aku harus tinggal diam melihat kejahatan di depanku?"


"Hahaha memang apa yang bisa kamu lakukan? Kamu bahkan butuh mereka untuk menangkapku, dasar pengecut"


"Aku hanya tidak ingin mengotori tanganku karena memegang bangkai sepertimu" ejek Gabriel yang semakin membuat Demon.


"Lepaskan dia, aku ingin lihat bagaimana dia akan merobek mulutku" perintah Gabriel kepada para pengawalnya


Para pengawal langsung mengikuti peruntah dari Gabriel dan langsung melepas ikatannya.


Setelah terlepas Demon meregangkan kepalanya kekanan dan kiri dan langsung berlari ke arah Gabriel hendak memberikan pukulan ke kepalanya namun kaki Gabriel yang gesit dengan cepat menendangnya seperti bola dan langsung terkepar di tanah tak sadarkan diri.


Di sore hari Gabriel pulang ke rumah dan menemui Sarah di kamarnya.


"Tok tok tok" Gabriel mengetuk kamar Sarah, tak lama kemudian Sarah membukakan pintu.


"Tuan ..." Ucap Sarah terkejut.


"Mari ke teras, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Ajak Gabriel.

__ADS_1


Mereka berdua menuju ke teras,pelayan sudah menyiapkan teh untuk mereka di meja.


Gabriel duduk terlebih dahulu lalu menyuruh Sarah duduk.


"Tuan mau bicara soal apa?"


"Aku ingin bertanya tentang suamimu" kata Gabriel


"Suamiku? Tentang apa?"


"Apa kamu tidak ingin melaporkan suamimu itu?"


Sarah kemudian terdiam sesaat karena bingung harus menjawab apa.


"Apa kamu masih sangat mencintainya sehingga sangat sulit menjawabnya meski kamu sudah di sakiti sudah berulang kali?"


"Aku sama sekali sudah tidak mencintainya aku hanya takut dia akan melakukan sesuatu yang lebih buruk" jawab Sarah.


"kamu tidak perlu khawatir tentang itu aku sudaah membereskannya"


"Hah ... Kapan tuan melakukannya" tanya Srah terkejut.


"Hmm tadi pagi, apa kamu tidak ingin mengakhiri hubunganmu dengan Demon?"


"Ya aku sangat ingin,tapi apa dia akan menyetujuinya" Jawab Sarah.


"Aku akan membantumu, besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat"


Sarah hanya bisa menyetujuinya karena tahu apa yang di lakukan Gabriel adalah hal terbaik yang bisa di lakukannya.

__ADS_1


__ADS_2