CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 45


__ADS_3

Semua kamera menyorot Rose, Gabriel yang menonton siaran langsung konser terakhir lewat laptop terkejut dengan perkataan Zact yang mau melamar Rose.


Mata tajam Gabriel menatap layar tanpa berkedip, jantung Zact dan Gabriel sama-sama berdetak kencang saling menunggu jawaban di tempat yang berbeda.


Zact berharap Rose menerimanya dan tidak akan membuatnya menanggung malu di depan orang tua,kerabat dan para penggemarnya.


Di pihak lain Gabriel berharap jika Rose akan menolak Zact.


Seorang kru membawa Rose naik ke panggung, lampu sorot mengikuti Rose sampai ke panggung.


Kecantikan Rose yang terpancar terlihat jelas di bawah lampu-lampu panggung.


Zact memegang tangan Rose dan memegang tangannya erat-erat.


"Rose malam ini , di antara ribuan pasang mata yang menyaksikan kita, aku melamar mu dengan ketulusan hati yang terdalam, aku akan menjadi tameng di setiap kesedihan yang menderamu,aku tidak berjanji untuk memberimu kebahagiaan di dunia tapi aku akan berusaha setiap harinya untuk memberikanmu kebahagiaan"


Rose berdiri dalam diam dengan bingung, dia menunduk tak berani menatap ribuan pasang mata yang melihatnya.


Zact menyentuh dagu Rose dan mendongakkan kepalanya.


"Rose jawablah apapun itu aku akan menerimanya tanpa kekecewaan"


Rose berpikir keras dia tidak ingin Zact kecewa juga dengan orang-orang yang mencintainya.


anak di dalam perutnya juga membutuhkan sosok seorang ayah juga sebuah nama.


Setelah ragu akhirnya Rose mengangguk setuju, semua orang bertepuk tangan, ibu Zact pun menangis haru.


Nuna berpelukan dengan Camila semua orang merasa senang.


Awalnya Zact ragu untuk memeluk Rose namun akhirnya dia memberanikan diri untuk memeluknya.


Kelopak bunga berjatuhan dari langit-langit panggung menghujani mereka berdua.


Gabriel yang menyaksikan siaran itu merasa seperti tersambar petir, tangannya mencengkram sampai buku-buku jarinya memutih.


Dia melempar laptop di hadapannya dengan air mata yang jatuh.


Di dalam pernikahannya Gabriel hanya dua kali menyentuh Joanna dan setelah kehamilannya Gabriel memilih tidur di kamar yang pernah di tinggali Rose.


Meski tidak pernah berhubungan lagi dengan Rose, Gabriel masih sering memperhatikannya dari kejauhan.


Di ruangan perjamuan Zact bersama Rose masuk dengan bergandengan tangan , keluarga yang telah menunggu mereka memberikan ucapan selamat.


Karena Rose tidak ingin acara pertunangan yang besar maka hari itu juga Zact melamarnya secara resmi di depan keluarga dan teman terdekatnya saja.

__ADS_1


"Rose terima kasih telah menerima Zact" Ucap ibu Zact sembari memeluk Rose,ibu Zact terkejut saat perut Rose yang membuncit terasa saat mereka saling berpelukan.


"Apa kamu hamil Rose?" Tanya ibu Zact memperhatikan perut Rose.


"Ah ibu iya aku belum menceritakan pada ibu" Jawab Zact menyela pembicaraan keduanya, Rose yang terlihat kebingungan untuk menjawab akhirnya diam saja.


"Apa dia baik-baik saja" tanyanya sambil memegang perut Rose dengan khawatir.


"ya dia baik-baik saja ibu,ayo kita duduk, Rose pasti lelah dan merasa lapar" Ucap Zact sambil membantu Rose duduk di kursinya.


"Lihat Clarkson aku akan menjadi seorang nenek" kata ibu Zact sambil memeluk suaminya, Zact dan Rose langsung merasa bersalah melihat ibunya yang begitu senang dengan kehamilan ini.


"Anna lihatlah mereka berdua, bukankah mereka terlihat sangat serasi?" Kata Camila yang di setujui oleh ibu Zact.


"Camila kamu benar, mereka memiliki visual yang bagus , aku rasa nanti jika anak mereka lahir pasti sangat lucu dan menggemaskan" kata Anna (ibu Zact) bersemangat.


Mereka menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan sedangkan Gabriel mulai minum-minuman setelah mendengar Rose menerima lamaran Zact.


Rose yang menginap di hotel dan tidur bersama Nuna terbangun di tengah malam karena teleponnya yang berdering.


Rose buruh-buruh mensilent ponselnya dan dengan hati-hati keluar ke balkon untuk menjawab panggilan Gabriel.


"Rose" Bunyi suara Gabriel yang memanggilnya dengan suara orang yang tengah mabuk berat.


"kenapa kamu seperti ini?" tanya Rose sedih melihat Gabriel yang sering mabuk-mabukan.


"Apa kamu bersama pengawalmu?" tanya Rose mulai khawatir.


"Hmm ... Rose kenapa kamu menerima lamarannya si berengsek itu" kata Gabriel dengan suara yang penuh kesedihan.


"jika tidak ada yang penting aku tutup teleponnya" kata Rose mengalihkan pembicaraan


"Kenapa kamu tidak menjawab ku?"


"Gabriel aku juga ingin bahagia!!! apa kamu pernah memikirkan perasaanmu setiap melihat berita tentangmu dan Joanna?"


"Jadi ini caramu membalas ku?


"YA!!! dan selamat atas kehamilan istrimu, kamu berhasil dengan baik!!!


Rose kemudian mengakhiri panggilan itu, dia menatap langit malam terlihat sepi tanpa kehadiran bintang yang menghiasinya.


Air matanya jatuh membasahi pipinya , Rose tak menyangka kemarahannya akan meledak begitu saja.


Dia yang selama ini mencoba menahan segalanya berakhir dengan saling mengecewakan.

__ADS_1


Gabriel menatap layar ponsel dengan tak berdaya, dia kembali memesan minuman dan mabuk semalaman.


meski pengawal telah mengingatkannya namun Gabriel sama sekali tidak ingin mendengarkannya.


Subuh ketika Gabriel sudah tak sanggup membawa diri pengawal segera membawanya pulang.


Sesampainya di rumah pengawal menidurkannya di kamar tamu dan tak ingin mengganggu istri tuannya itu.


Pengawal itu terengah-engah setelah menggendong Gabriel, dia duduk di ruang tamu untuk beristirahat sejenak sebelum pergi.


Daisha yang tak sengaja melihatnya mendatanginya dengan langkah kaki yang pelan.


"Apa tuan Gabriel minum-minum lagi?" tanya Daisha khawatir.


"Ya .. bahkan lebih parah dari sebelumnya"


"Astaga ... apa ini ada hubungannya dengan berita Rose yang di lamar itu?"


"Hmm dan tuan menghubunginya lalu berakhir dengan pertengkaran"


"aku sangat sedih mendengarnya, apa aku perlu mengambilkan mu air minum?" tawar daisha yang melihat pengawal itu kelelahan.


"Tidak, lanjutkan saja pekerjaanmu, jika aku butuh sesuatu aku akan mengambilnya"


Daisha kemudian pergi meninggalkan pengawal itu sendiri dan melanjutkan pekerjaannya.


Di pagi hari Rose dan Nuna bersiap kembali ke Rushamb, Zact akan menyusul mereka beberapa hari ke depan.


Rose yang semalaman tidak bisa tidur nampak sangat lelah.


"Apa kamu tidak cukup beristirahat??" Tanya Zact setelah melihat lingkar hitam di sekitar mata Rose.


" Hah itu aku terbangun di tengah malam dan tidak bisa tidur lagi" Jawab Rose sembari mencari kaca mata hitamnya.


"Apa yang sedang kamu cari"


"Aku sedang mencari kaca mataku, tapi entahlah aku lupa membawanya"


"Zact kemudian membuka kacamatanya dan memakaikannya kepada Rose"


Wajah Rose memerah mendapat perlakuan seperti itu dengan tiba-tiba.


"Kak Zact apa kamu tidak melihatku di sini?" rengek Nuna


"Ah kamu begitu mungil jadi kamu tidak terlihat" ejek Zact bercanda.

__ADS_1


"Hah kalian membuatku seperti nyamuk di sini" kata Nuna yang membuat keduanya tertawa.


"Sudahlah nanti kalau aku pulang ke Rushamb, aku akan membawakan sesuatu untukmu" kata Zact yang langsung membuat Nuna senang.


__ADS_2