
Rose memandang keluar jendela, langit malam bertaburan bintang-bintang.
Rose merasa semakin hari semakin hidup, meski senantiasa diliputi kebingungan, dia terus mencoba menahannya, terkadang mimpi buruk yang sama terus datang menghantui.
Rose merasa mimpi itu seperti hal yang nyata dan benar-benar terjadi padanya.
Semakin dipikirkan semakin membuatnya sakit kepala.
Tok ... Tok ... Tok !!! Suara ketukan dari pintu kamar, Rose berjalan menuju pintu dan membukanya, Sosok tinggi Gabriel berdiri dihadapannya.
"Tuan ... Ada apa?" Tanya Rose
"Ikuti aku " Perintah Gabriel lalu berjalan memimpin menuju ruang kerjanya diikuti Rose dibelakangnya.
Setelah sampai di ruang kerja,Gabriel mengambil sebuah kotak berisi smartphone dan diberikan kepada Rose yang nampak bingung, Dia sering melihat Gabriel menggunakan benda itu dan juga semua orang yang dia lihat.
"Kamu tahukan ini benda untuk apa?" Tanya Gabriel sambil membuka kotak handphone, Rose mengangguk mengerti.
"Tapi aku tidak tahu cara menggunakannya" ucap Rose jujur.
"Baiklah aku akan mengajarimu" ucap Gabriel sungguh-sungguh.
__ADS_1
Mereka berdua duduk disofa dan Gabriel mengajari Rose cara menggunakan ponsel canggih itu dengan sabar.
"Ini cara menghidupkannya" tunjuk Gabriel sembari menekan tombol power, tak lama kemudian ponsel menyala, Rose nampak bersemangat.
Setelah kurang lebih setengah jam belajar Rose sudah memahami cara menggunkan ponsel itu.
"Tuan ... Aku pernah melihat orang menangkap gambar mereka sendiri dengan benda ini, apa aku juga bisa melakukannya??" Rose bertanya setelah mengingat seseorang tengah selfie di mall.
"Kamu hanya perlu menekan icon ini dan ketika sudah terbuka ,jika kamu telah menemukan posisi terbaikmu kamu bisa menekan tombol ini" terang Gabriel.
"Baiklah ... Ayo kita ambil foto berdua" ucap Rose mengarahkan kamera dan langsung memotret.
Meski diambil secara asal namun hasilnya tidak terlalu buruk, selain karena mereka memiliki wajah yang rupawan, ponsel itu juga memiliki fitur canggih .
Gabriel berjalan menuju meja dan menuangkan sebuah anggur digelasnya lalu meminumnya dengan sekali tegukan.
"Apa itu tuan ... Sepertinya enak , aku mau" ucap Rose polos.
"kamu mau coba?" tanya Gabriel dan langsung dijawab anggukan oleh Rose.
Gabriel menuangkan anggur dan menyerahkan kepada Rose, dia mengikuti cara Gabriel dengan meminumnya dengan sekali tegukan.
__ADS_1
Rose mengerjap sesaat setelah meminum anggur itu ,sedangkan Gabriel terlihat sedikit terkejut karena Rose meminumnya dengan cara yang sama.
"Bagaimana menurutmu apa ini enak?"
"Ini manis tapi juga pahit , hemmm ... ini tidak buruk aku bisa mencobanya lagi" Ucap Rose sambil mengarahkan gelasnya kepada Gabriel.
Rose nampak telah mabuk di gelas ketiganya, wajahnya memerah, kepalanya bersandar pada kursi dan tertidur.
Gabriel memutuskan menggendong Rose ke kamarnya lalu membaringkannya dikasur.
ketika hendak meninggalkan kamar Rose menarik lengan piyama Gabriel.
"Tuaaan ... kamu sangat tampan" ucap Rose tanpa sadar.
"Aku ingin sekali memelukmu, kamu benar-benar **** ketika kamu tidak berpakaian"
Seketika wajah Gabriel memerah mengingat saat dia lupa membawa handuk ke kamar mandi.
"jangan menggodaku, aku tidak akan bisa menahannya jika kamu melakukannya sekali lagi" ancam Gabriel.
Rose bangkit dan duduk dengan sedikit terhuyung kemudian menarik piyama Gabriel dan membuatnya jatuh ke tempat tidur dan menimpa Rose dibawahnya.
__ADS_1
Jantung keduanya berpacu,mereka saling menatap dan kedua wajah itu berubah semerah anggur.