CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 88


__ADS_3

Di antara Zact dan Gabriel tidak ada obrolan di sepanjang perjalanan, mereka hanya fokus menatap jalanan di hadapannya, kurang lebih 20 menit mereka sampai di tempat yang sangat asri.


Tempat itu sangat sepi dan hanya ada dua penjaga dan 2 orang yang bertugas untuk membersihkan tempat ini.


"Kenapa kamu membawaku ke sini?" tanya Gabriel yang mengamati pemandangan luas di sekitarnya.


"Bukankah kamu ingin bertemu Rose?"


"Hmm ... apa dia di sini?"


"Ya ... kamu cukup mengikuti aku dan jangan banyak bertanya" Ucap Zact sambil berjalan memasuki gerbang kecil dan di ikuti Gabriel di belakangnya.


Mereka berjalan masuk dan pemandangan indah menyambut mereka, Gabriel terus mengikuti Zact yang terus berjalan di depannya,dia mulai terkejut saat melihat dua makam yang berada di tempat itu.


Zact berhenti di salah satu makam, Gabriel yang terhalang tubuh Zact tidak dapat melihat makam siapa itu dan ketika tubuh Zact bergeser mata Gabriel membesar membaca nama yang terpahat di nisan itu.


Dia sampai menggosok matanya berulang kali berharap dia salah melihat dan salah membaca nama di nisan.


"Apa kamu terkejut?" tanya Zact yang memperhatikan Gabriel yang seperti tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"A apa ini ... Apa kamu gila?" tanya Gabriel tak percaya.


"Inilah kenyataannya"


"Kenapa sampai bisa seperti ini, aku bahkan tidak mendengar berita kematian Rose, apa kamu sedang mencoba membodohi ku?"


"Ya karena pemakamannya di lakukan secara tertutup,dia meninggal setelah melahirkan putri kami" kata Zact dengan mata berkaca-kaca.


Gabriel jatuh berlutut di hadapan makam Rose, air matanya jatuh tak tertahankan, dia menatap nisan Rose dengan tatapan nanar.


Gabriel tak menyangka Rose benar-benar pergi ,di saat dia kembali dia berkeinginan untuk bertemu dengannya untuk membahas tentang Luca.


" Setelah Rose meninggal,dia kembali menjadi sebuah boneka,akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk memakamkannya secar tertutup" Jelas Zact.


"apa keluargamu tahu?"


"Ya ... Ibuku melihatnya langsung dan saat itu dia cukup terkejut dan perlahan dia menjelaskan siap Rose sebenarnya kepada keluarga kami, setelah diskusi kami akhirnya memutuskan memakamkannya secara tertutup"


"keluargamu benar-benar luar biasa, mereka menerima Rose dengan sangat baik"

__ADS_1


"Ya kamu benar, ngomong-ngomong apa kamu akan membawa Luca?"


"Jika kamu tidak keberatan dan semua keputusan ada di tanganmu"


"Ini benar-benar sulit, aku sangat menyayangi Luca, aku berharap kamu tak mengambilnya"


"Aku tidak akan melakukannya , aku tidak akan egois jika berhubungan dengan anak-anak ku."


"Terima kasih atas pengertianmu, aku benar-benar menyayangi Luca seperti putraku sendiri, aku tahu kamu lebih berhak untuk membesarkan Luca di banding denganku,tapi aku bersyukur kamu tidak melakukannya"


"Ya anggap saja ini rasa penyesalanku kepada Rose , mungkin ini caraku membalas semua kebaikannya dan penebusan atas rasa bersalahku padanya"


"Terima kasih ..."


" Luca sudah dekat denganmu dari semenjak dia masih didalam kandungan, dia mungkin lebih memiliki ikatan batin denganmu di bandingkan denganku"


"Ya dia sangat dekat denganku, mari kita pulang untuk bertemu dengan Luca"


Gabriel yang tadinya sangat sedih, sedikit lebih baik setelah Zact akan membawanya bertemu dengan putranya itu.

__ADS_1


Zact masuk ke dalam mobil dan di ikuti dengan Gabriel, mereka mulai meredakan ego masing-masing dan mulai mengobrol dengan santai


__ADS_2