
Gabriel benar-benar memikirkan nama untuk kedua anaknya, setelah lama mencari dan mendapat referensi dari internet akhirnya Gabriel menemukannya.
Dia akhirnya bisa memberitahu Rose nama yang akan di berikan kepada putranya.
"Aku harap kamu menyukainya"
"Ya ... Jadi kamu memberi nama putramu siapa?"
"Lucano ..."
"Nama yang bagus , pasti nama itu memiliki arti yang baik"
"Ya ... Lucano berarti matahari terbit, aku harap dia bisa menjadi seperti matahari yang memberi sinar dan kehangatan"
"Kamu memberikan nama putra kita dengan indah dan memiliki arti yang bermakna, terima kasih"
"Apa kamu menyukainya?"
"Ya ... Aku sangat menyukai nama itu"
"Hmm baiklah ... Aku harus pergi jadi kita akhiri obrolan ini"
Panggilan pun berakhir, Rose menatap putranya yang terlelap ,dia membelai pipinya yang menggelembung dan kemerahan seperti tomat.
"Hai boy ... Hari ini ayahmu telah memberikan nama yang indah untukmu, Lucano itu namamu dan ibu akan memanggilmu Luca"
Karena mendengar ucapan Rose Luca terbangun, matanya yang biru dan besar menatap Rose.
"Hmm apa ibu berisik?" Rose kemudian mengangkat bayinya dan membawanya ke balkon.
__ADS_1
Di sana Rose asyik menimang-nimang anaknya dan menyanyikan sebuah lagu sampai Luca kembali tertidur.
1 minggu kemudian.
Dokter yang menangani Sora memberitahu Gabriel jika perkembangan putrinya ke arah yang positif.
Gabriel bersyukur mendengar kabar baik tersebut, dokter juga menyebut perkembangan anaknya salah satunya karena asi.
Meski Sora belum bisa di bawa pulang, Gabriel cukup senang dengan kesehatan putrinya yang meningkat.
Disisi lain Rose yang menggendong bayinya dengan bersenandung tidak menyadari kedatangan Zact.
Dia memeluk Rose dari belakang dan sedikit mengejutkannya.
"Hmm aku rindu aroma ini" Kata Zact mencium aroma tubuh Rose.
"Tidak ... aku benar-benar menyukai aroma tubuhmu yang seksi ini" Goda Zact yang langsung membuat wajah Rose memerah.
Zact melepas pelukannya dan menuntun Rose duduk di tepi ranjang.
Zact duduk di bawah Rose dan mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.
Sebuah kotak perhiasan berisi anting ,Mata Rose berbinar melihat keindahan anting itu, sederhana namun memliki design yang indah.
Zact memakaikan anting itu dengan hati-hati ke telinga Rose.
"Terima kasih Zact" Ucap Rose setelah anting berhasil di pasang di telinganya.
"Ya ... Aku juga memiliki sesuatu untuk putraku"
__ADS_1
Rose mengernyit penasaran,Zact mengeluarkan kalung yang dihiasi dengan mainan matahari yang melengkapinya.
Mata Rose membulat tak percaya.
"Zact apa kamu tahu?"
"Tidak , karena kamu belum memberitahuku" goda Zact yang langsung mendapat pukulan kecil dari Rose.
"Hmm ternyata kamu dan Gabriel sangatlah kompak" kata Rose yang langsung membuat Zact mengernyit.
"Hah aku dan dia? Mana mungkin" kata Zact mengelak.
"Dengarkan aku dulu, maka kamu akan berhenti mengelak"
"Jadi katakanlah apa itu"
"Gabriel menamai anaknya Lucana"
"Lalu?"
"Kamu tahu arti nama Lucana?"
"Hmm ... Tidak"
"Dia memliki arti Matahari terbit, dan lihatlah betapa kompaknya kalian, kamu memberi Luca Kalung yang memiliki mainan matahari terbit, Hah aku tak menyangka ikatan batin kalian sangat kuat" Kata Rose diisi dengan tawa kecil yang membuat Zact tak bisa berkata-kata karena batinnya tak terima jika dia benar-benar kompak dengan Gabriel.
"Hah aku akan membelikan yang lain untuk putraku" Kata Zact sambil menghela nafas.
"Tidak, aku sangat menyukai yang ini" kata Rose langsung merebut kalung di tangan Zact, seketika Zact terkejut dan tidak bisa mengambil kembali kalung yang berada di tangan Rose.
__ADS_1