
Zact yang di liputi duka beberapa bulan ini, mencoba menyibukkan diri dengan bekerja, di akhir pekan dia mengajak Luca keluar untuk sekedar jalan-jalan ataupun bermain, terkadang mereka menghabiskan waktu dengan menjaga Moran.
Bisnis yang di jalani Zact melesat tajam, dia berada di puncak kesuksesan dan mengalahkan Gabriel Rowen yang telah menghilang beberapa tahun ini.
Malam itu dia mabuk berat,seorang wanita mengenalinya dan bermaksud buruk, dia memasukan pil per*ngsang di minumannya, dia mendekati Zact dan menawarkan untuk menemaninya.
Zact yang tak peduli tetap fokus dengan minumannya.
"Hmm aku tidak ada maksud lain, aku hanya merasa kesepian, dan aku kira kita sama-sama kesepian jadi aku menghampirimu"
"Begitu ya" kata Zact yang tak menunjukkan minat.
"Sebagai tanda perkenalan , ini untukmu" wanita itu memberikan gelas berisi minuman yang telah dia racik, Zact ragu beberapa saat sebelum menerimanya.
Dia meminumnya dengan sekali tegukan, wanita itu tersenyum senang karena dia berhasil membuat Zact meminumnya.
Tak butuh waktu lama Zact merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya, dia mulai merasa tak nyaman, dia kemudian hendak pergi ke toilet.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya wanita itu dengan suara manja.
"Aku akan ke toilet sebentar"
"Aku akan mengantarmu"
Zact melambaikan tangan tanda dia tidak ingin di antar namun wanita itu memaksanya, kesal Zact memanggil pengawalnya untuk mengurusnya, wanita itu sangat kesal karena rencananya untuk tidur dengan idolanya gagal, dia tidak menyangka Zact akan membawa seorang bodyguard.
Zact sempoyongan menuju toilet, dengan menahan rasa panas yang kini menjalarinya, miliknya yang telah berdiri tegak dan sekuat tenaga di tahannya, peluh bercucuran , dia terus berjalan menuju toilet dengan langkah yang tak beraturan.
Dia menabrak seorang gadis cantik yang juga akan menuju toilet, sepertinya dia juga sedang mabuk ,wajahnya memerah saat tubuh Zact menimpanya, hasrat Zact semakin memburu saat kulitnya saling bersentuhan dengan wanita itu.
"Apa kamu keberatan?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Zact.
"Aku tidak bisa menahannya lagi, jadi jangan menyesalinya" kata Zact bangun dan membawa wanita itu ke kamar yang sudah di pesannya sejak awal karena dia tahu dia akan mabuk berat.
__ADS_1
Zact minum-minum di sebuah Club yang memang ada di hotel bintang lima itu.
Zact mendorong pelan wanita itu dan langsung terjatuh ke ranjang, Zact yang sudah di menggebu-gebu langsung membuka bajunya, wanita itu langsung memerah melihat tubuh Zact yang benar-benar bagus, otot-ototnya yang terlatih membuatnya susah berkedip.
Perlahan dia menurunkan celananya dan langsung menyembul miliknya yang memiliki ukuran idaman wanita.
Dia langsung menarik gaun wanita itu ke bawah.
"Kamu memiliki tubuh yang bagus" puji Zact setelah melihatnya.
Malu-malu wanita itu menyentuh tubuh Zact yang padat.
Zact yang terpancing dengan sentuhan itu, langsung membuka penutup dada besar di hadapannya itu dan langsung melahap pucuk merah muda dan membuat wanita itu menggeliat merasakan sensasi yang luar biasa.
Kini Zact tengah menurunkan celana wanita itu dan perlahan memasukan miliknya, tak di sangka wanita itu masih perawan sehingga membuat Zact kesulitan memasukan miliknya.
"Kamu masih perawan, aku akan berhenti jika kamu menyuruhku berhenti"
__ADS_1
"Tidak ... Lakukanlah" kata wanita dengan suara serak.