
Zact duduk termenung di ruangannya, tiba-tiba terdengar suara ketukan.
"Tok ... Tok ...tok tuan ini aku Kevin" Ucap asisten Zact.
"Ya masuklah ..."
Kevin kemudian memasuki ruangan dan memberikan tabletnya.
"Apa ini?" tanya Zact melihat tablet di hadapannya.
"Informasi yang anda butuhkan ada semua di tablet itu pak"
"Kerja bagus, kamu akan mendapat bonus tambahan" kata Zact senang.
"Terima kasih pak" Ucap kevin dengan mata berbinar.
"Baiklah kamu bisa keluar"
Kevin mengangguk dan segera keluar dari ruangan itu.
Zact kemudian memeriksa semua informasi tentang Letta dengan hati-hati.
Di dalam informasi tersebut terdapat nomor dan alamat tempat tinggalnya,selain itu terdapat informasi titik terakhir di mana dia berada yaitu di bandara,setelah di bandara tidak ada informasi apapun.
Zact mengernyitkan dahi karena informasinya terputus begitu saja.
Zact kemudian menghubungi kevin untuk meminta penjelasan.
"Hallo pak"
__ADS_1
"Hmm kevin kenapa informasinya cuma sampai di bandara? Dan setelah itu tidak ada informasi apapun lagi?"
"Itu tuan sepertinya semua telah di atur jadi aku hanya bisa melacaknya sampai itu saja,maaf" kata Kevin merasa tak enak hati.
"Tidak apa-apa kamu sudah berusaha dengan baik"
Zact kemudian mengakhiri panggilan itu dan menghela nafas berat.
"Ini semua pasti sudah di atur oleh Gabriel!" pikir Zact
Zact kembali melihat tablet dan menyimpan kontak Letta,dengan ragu-ragu dia mendial nomornya namun tidak bisa di hubungi.
"Sungguh menjengkelkan" Ucap Zact setelah menghubungi nomer Letta beberapa kali namun tidak bisa terhubung juga.
Letta yang mulai nyaman hidup di Istana Diamor merasa tak ingin pulang lagi,meski begitu dia harus kembali,selain karena bisnisnya juga karena Gabriel sangat merindukan Sora.
Gabriel yang sudah tak sabar bertemu putrinya, memutuskan menjemput adik dan putrinya itu.
Sesampainya di Sanor, Letta menggendong Sora yang semakin gendut, Gabriel yang melihatnya dari jauh segera berlari dan mengambil Sora dari gendongan Letta, dia memeluk dan menciumi putrinya penuh kerinduan.
Sora pun langsung memberi pelukan hangat untuk ayahnya itu.
"Kenapa kakak menjemput kami sendiri dan bukannya supir?"
"Hmm karena aku sangat merindukan tuan putriku ini" Kata Gabriel sambil menciumi pipi putrinya dengan penuh kasih sayang.
Mereka kemudian pulang dan segera istirahat sesampainya di rumah.
Di kamarnya Letta tertidur pulas karena kelelahan.
__ADS_1
Di malam hari saat dia mengaktifkan ponselnya , banyak panggilan tak terjawab dari nomor Zact.
Letta yang sejak awal memang telah memiliki nomornya,tak menyangka jika Zact benar-benar mencarinya.
Dengan ragu-ragu Letta mendial nomor itu, jantungnya mulai berdebar tak karuan,di dering ke tiga Zact menjawab panggilannya.
"Hallo" Ucap Zact dari sebrang telepon ,suaranya yang dalam membuat Letta kehilangan kata-kata setelah mendengar suaranya.
"Kenapa diam saja" tanya Zact setelah tidak mendengar suara Letta untuk beberapa saat.
"Hmm ... Aku hanya mau bertanya kenapa kamu menghubungiku berulang kali" jawab Letta pada akhirnya.
"Karena kamu menghilang"
"Pffthh .." Letta tertawa mendengar Zact berkata seperti itu.
"Kenapa tertawa? Apa kamu kira itu Lucu?"
"Tidak ... Maaf ... Maaf aku bukannya menertawakanmu, aku hanya merasa lucu ketika kamu bilang aku menghilang"
"Bukankah memang seperti itu?"
"Tidak ... Aku hanya pergi berlibur untuk menenangkan pikiran , karena kamu marah padaku dan tidak memberikan aku kabar apapun"
"Ya aku sibuk ... Benar-benar sibuk waktu itu" kata Zact jujur.
"Hmm ... Lalu apa yang mau kamu katakan?"
"Besok aku akan menjemputmu, mari kita bicara secara langsung" ajak Zact spontan yang langsung membuat Letta tersipu malu sekaligus merasa sangat senang.
__ADS_1