CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 24


__ADS_3

Melihat Gabriel tepat di depan matanya, Rose segera berbalik arah namun langkah Gabriel terlalu cepat dan berhasil meraih tangannya.


"Lepaskan!!" Ucap Rose dengan tangan bergetar.


"Dengarkan aku dulu" Pinta Gabriel penuh harap.


"Apa lagi !!" Kata Rose berbalik dan menatap Gabriel dengan tajam.


Gabriel terdiam sesaat lalu tiba-tiba memeluk Rose.


"Aku sangat merindukanmu Rose"


Rose dengan marah langsung mendorong tubuh Gabriel menjauh darinya.


"Kamu ... kamu sungguh laki-laki yang tak tahu malu!!! menjauh dariku dan jangan pernah temui aku lagi ! jika nanti kita berpapasan anggap saja kita tidak saling kenal"


"Siapa yang memberimu hak untuk memutuskan semuanya?" Tanya Gabriel dengan tangan mencengkram pundak Rose.


"Lepaskan,kamu menyakitiku"


Melihat Rose kesakitan Gabriel dengan cepat melepaskan cengkeramannya itu.


"Apa tidak cukup kamu melukai perasaanku, lalu sekarang kamu melukai tubuhku?" Rose terus menyudutkan Gabriel.


"Maaf, tapi aku berharap kamu mau mendengar penjelasanku"


"menjelaskan?? aku sudah tidak ada energi lagi untuk mendengarkanmu" Rose kemudian melangkah pergi meninggalkan Gabriel, namun setelah beberapa langkah berjalan Rose berhenti dan berbalik.

__ADS_1


"Apa kamu ingat aku pernah meminta penjelasanmu? ya saat itu kamu mengabaikan ku dan setelah aku mengetahui semua keberengsekanmu lalu kamu mencoba menjelaskan semuanya?? apa kamu tahu Gabriel jika kamu adalah lelaki yang egois dan berengsek!!!


Rose berbalik kemudian pergi dengan air mata yang pecah, Gabriel yang kehabisan kata hanya bisa melihat sosok Rose menjauh.


Dari sisi lain ternyata Zact menyaksikan kejadian antara Gabriel dan Rose.


Akhirnya Zact tahu siapa orang yang di maksud Rose dan itu cukup membuatnya terkejut.


Di ruangan milik Zact, Rose memegang pundaknya yang terasa sakit, dia duduk dan terkejut dengan kedatangan Zact.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Zact saat melihat Rose buru-buru melepaskan tangan dari pundaknya.


"Ya ... aku baik-baik saja" Jawab Rose dengan senyum palsu.


"Aku melihat semua, kamu dengan Gabriel Rowen" kata Zact mengejutkan Rose.


"Anggap saja aku tidak melihatnya" Ucap Gabriel sembari memegang tangan Rose.


"Kalau seperti itu, lebih baik tidak mengatakannya saja" jawab Rose menarik tangannya dari Zact.


" Apa kamu malu denganku??"


Rose kemudian menatap Zact setelah mendengar ucapannya.


"Aku cuma tidak ingin orang tahu tentang kami berdua ,itu hanya akan merugikannya"


" Kenapa berpikir seperti itu?" Tanya Zact sambil mengernyit.

__ADS_1


"Bisakah kita akhiri pembicaraan tentang ini?"


Kata Rose mulai tak nyaman.


"Baiklah , Apa pundakmu terasa sakit?"


"Sedikit" jawab Rose spontan memegang pundaknya.


"Coba perlihatkan padaku" Kata Zact tanpa berpikir dan sesaat membuat Rose canggung.


"Hei ... aku bukan orang yang mesum, aku hanya ingin melihatnya lalu mengobatinya" jelas Zact.


Dengan Ragu Rose menurunkan sedikit jaketnya hingga terlihat pundaknya yang membiru.


Zact kemudian mencari kotak p3k dan menemukan salep untuk luka memar, dia kemudian mengoleskannya perlahan pada luka Rose.


.


"Apa sakit??" Tanya Zact sambil terus mengoleskan salep.


Rose menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba teringat saat awal-awal bertemu dengan Gabriel.


Saat itu dia menembaknya di kepala namun luka itu langsung sembuh, namun sekarang luka kecil ini tidak bisa langsung menghilang, Rose kini memahami jika dirinya sekarang benar-benar hidup seperti orang normal pada umumnya.


"Kembalilah dan selesaikan pekerjaanmu, aku akan melakukannya sendiri" Rose kemudian mengambil salep dari tangan Zact.


Zact berdiri dan menatap Rose sesaat lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2