CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 42


__ADS_3

Di tengah malam hujan turun begitu lebat diiringi suara gemuruh guntur dan petir, Rose memandang keluar jendela hotel dengan perasaan cemas.


Di tempat lain Gabriel di papah oleh pengawalnya untuk di antar pulang, Gabriel nampak sangat mabuk berat, pengawal itu tak habis pikir seharusnya hari ini adalah hari bahagia untuk sepasang pengantin baru, namun Gabriel justru menghabiskan malam dengan minum-minum.


Sesampainya di rumah ,pengawal membawanya ke lantai atas menuju kamarnya,dia mengetuk pintu kamar dan Joanna membuka pintu.


"Apa Nyonya bisa membawa tuan masuk ke dalam?"


"Tentu" kata Joanna dengan senang hati, pengawal lalu menyerahkan Gabriel ke dalam pelukan Joanna kemudian pergi.


Dengan tertatih Joanna membawa Gabriel ke tempat duduk.


Dia melepas sepatu Gabriel dan membuka kemejanya.


Joanna kemudian membawanya untuk di gantung.


"Kamu sungguh cantik" Kata Gabriel kepada Joanna (yang di lihat Gabriel adalah Rose)


Mendengar itu Joanna langsung berbunga-bunga.


Joanna melepas kimono yang menutupi piyama seksi yang di kenakannya.


Gabriel memandangnya dengan senang karena dalam penglihatannya dan yang di pikirkan oleh Gabriel adalah Rose.


Joanna berjalan mendekat dan duduk di pangkuan Gabriel.


Joanna mencium telinga Gabriel dengan lembut, jari-jarinya yang lentik membuka kancing kemeja satu demi satu hingga memperlihatkan dada bidang Gabriel yang sangat kokoh.


Tangan halus Joanna meraba pelan dada Gabriel ,tangan Joanna yang menyusuri tubuh kekar itu dengan bebas menjelajah dan sesekali membuat Gabriel mengerang, Saat hendak menyusup masuk ke bawah tangan Joanna di hentikan oleh Gabriel.


"Rose kamu mulai nakal" Bisik Gabriel di telinga Joanna yang langsung panas mendengarnya.


Joanna langsung berdiri dari pangkuan Gabriel dan berjalan membelakanginya dengan marah, Gabriel bangun dari kursi dan berjalan sempoyongan memeluk Joanna dari belakang.


Kemarahan Joanna langsung meredah, dia tidak akan menyia-nyiakan malam ini meski yang di lihat Gabriel adalah Rose.


Gabriel mulai menciumi tengkuk Joanna dengan lembut,tangannya menyusuri tubuh seksi joanna.


Meski beberapa kali Gabriel menyebut-nyebut nama Rose, Joanna tidak perduli dan lebih memilih menikmati permainan Gabriel.

__ADS_1


Tangan Gabriel mulai menurunkan pakaian Joanna satu demi satu hingga tak tersisa sehelai benang pun.


Gabriel membalik tubuh Joanna dan memperhatikan baik-baik wanita di hadapannya itu, terkadang wajah Rose yang muncul dan terkadang Joanna , Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengusap matanya, wajah Rose muncul dengan senyuman dan merangkulnya dengan mesra ,Gabriel membopong Joanna ke tempat tidur lalu menanggalkan pakaiannya sendiri.


Wajah Joanna memerah melihat kegagahan tubuhnya, Gabriel yang benar-benar tidak sadar mulai menikmati tiap senti tubuh mulus Joanna, mereka kemudian saling berciuman penuh gairah.


Tak sabar Gabriel segera membuka segel Joanna yang di selingi dengan erangan kesakitan ,Joanna Pun mencengkram tangan Gabriel dan meninggalkan luka.


Gabriel sempat berhenti dan berpikir kenapa Rose masih dalam keadaan perawan sedangkan dia sudah melakukannya beberapa kali dengannya.


Dia kembali menatap wanita yang berada di bawah Kungkungannya itu, lagi-lagi wajah Rose yang dia lihat dan bukanlah Joanna.


Gabriel kemudian melanjutkan ritual bercintanya yang belum usai,tubuh Joanna menggeliat mendapat sentuhan di bagian-bagian sensitifnya.


Gabriel kemudian menghujam Joanna dengan semua kekuatan yang tersisa, Joanna menjambak rambut Gabriel seiring dengan kecepatannya mendorong keluar masuk hingga mencapai puncaknya.


Mereka saling berpelukan cukup lama sampai pada akhirnya Gabriel tertidur di pelukan Joanna.


Joanna memeluk erat tubuh Gabriel yang berada di atasnya.


Malam ini dia merasakan kebahagiaan yang seutuhnya,dengan perlahan Joanna menidurkan Gabriel di sampingnya lalu menyelimutinya dan memberinya sebuah ciuman.


Saat hendak turun dari ranjang dia baru menyadari jika dia tidak mengenakan pakaian sama sekali, bajunya berserakan dan juga piyama seorang wanita.


Dia menatap bantal di sampingnya juga seprei dan selimut yang berantakan, bekas tetesan darah juga tertinggal.


Gabriel memegang kepalanya yang semakin berdenyut,dia kemudian turun dari ranjang dan meraih jubah tidurnya dan memakainya.


Tak ada siapapun di kamarnya , Gabriel kemudian masuk ke kamar mandi dan mendapati Joanna yang keluar dari bathtub tidak mengenakan apapun , dia tersenyum saat melihat Gabriel masuk, Gabriel yang tak sengaja melihatnya tersadar jika yang bercinta dengannya bukanlah Rose melainkan Joanna, di beberapa tubuhnya terdapat bekas-bekas cumbuan, Gabriel langsung mengalihkan pandangannya sedangkan Joanna langsung mendekat dan memeluknya.


"Sayang tadi malam kamu sangat luar biasa" kata Joanna, Gabriel yang risih mendengarnya langsung melepas pelukan Joanna darinya kemudian pergi begitu saja.


Dia keluar kamar menuju kamar Rose, dia masuk dan menguncinya, Gabriel duduk termenung di tepi ranjang,dia telah melakukannya bersama Joanna dan merasa sangat bersalah pada Rose.


Gabriel berdoa agar pertarungannya dengan Joanna semalam membuahkan hasil agar dia tidak perlu melakukannya lagi.


Dia kemudian mandi di bawah pancuran begitu lama, dia membersihkan dirinya dari aroma tubuh Joanna.


Setelah membersihkan diri Gabriel kembali mengunci kamar itu dan kembali ke kamar untuk berpakaian.

__ADS_1


Joanna telah menyiapkan pakaian untuknya dan bermaksud membantu namun di tolak oleh Gabriel.


"Sayang besok kita harus pulang ke Diamor, Ayah akan merayakan pernikahan kita di sana dengan sangat meriah"


"Aku lelah" jawab Gabriel singkat.


"Kamu akan mengecewakannya" bujuk Joanna keras kepala


"Aku sudah melakukan apa yang dia minta , jadi cukup jangan memaksaku"


"Aku mohon sekali ini saja" Joanna memasang wajah memelas namun Gabriel tidak goyah sedikitpun, lain halnya jika itu Rose yang memohon maka Gabriel akan melakukannya dengan senang hati.


"Jika kamu tidak melakukannya maka aku akan mengganggu wanita itu"


Gabriel langsung melotot mendengar ancaman Joanna.


Dia mencengkram dagu joanna hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Kamu mengancamku??" Kata Gabriel dengan mata yang berapi-api.


"Aku bisa melakukannya, aku akan bicara pada media jika dia adalah wanita pengganggu"


Tak sabar Gabriel langsung mendorong Joanna menjauh.


"Lakukan apa yang kamu mau, jangan mengganggunya !!!"


Gabriel kemudian keluar dan membanting pintu dengan keras membuat Joanna terkejut.


Joanna kemudian menangis sejadi-jadinya.


Dia mengingat saat dirinya dan Gabriel yang sedang bercinta dan hanya nama Rose yang terus di sebut-sebut oleh Gabriel.


Joanna yang marah langsung menelpon ayahnya jika pesta Di Diamor harus sangat meriah dan di siarkan di semua Channel TV.


Dia ingin menunjukkan pada Rose dan membuat hatinya berkeping-keping setiap melihat kemesraan yang akan di pertunjukkannya nanti.


Gabriel yang kesal langsung pergi bekerja ,Medi yang melihatnya tak habis pikir kenapa selang satu hari dari pernikahan Gabriel langsung pergi bekerja.


"Apa kamu gila?? seharusnya kamu menghabiskan waktu dengan istrimu dan bukan bekerja" omel Medi yang tak di Gubris oleh Gabriel.

__ADS_1


Dia mengikuti Gabriel ke ruangannya dan terus memberikan banyak pertanyaan meski terus di abaikan.


__ADS_2