CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 108


__ADS_3

Setelah makan malam Zact mengantar Letta pulang,selama di perjalanan Letta tertidur, selama kehamilan ini dia lebih gampang mengantuk.


Zact membangunkannya setelah sampai rumah.


Dia mengusap lembut pipinya dan memanggilnya pelan.


"Letta ... Sudah sampai bangunlah"


Letta bangun perlahan dan mengucek matanya, dia menengok ke arah Zact dan langsung tersipu saat dia tahu Zact sedang menatapnya, dia reflex langsung mengelap sekitar mulutnya dengan tangan, jangan sampai dia tidur dan tak sadar sampai mengeluarkan air liur.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?? Apa ada yang salah di wajahku?" tanya Letta salah tingkah


"Tidak ... Aku hanya heran ternyata kamu tukang tidur"


"Ya semenjak hamil, aku merasa sering mengantuk"


"Hmm ... baiklah" Zact kemudian turun dan membukakan pintu untuknya.


Letta kemudian turun dengan malu-malu.


"Selamat istirahat" Ucap Zact dan langsung di jawab dengan anggukan oleh Letta.


Zact kemudian pulang ke rumah dan di sambut oleh Luca yang merindukannya.


"Ayah ..." panggil Luca dan langsung memeluk ayahnya.


"Kenapa belum tidur nak?"


"Aku ingin tidur dengan ayah" kata Luca dengan manja.

__ADS_1


"Baiklah ... Mari ke kamar" Zact kemudian menggandeng Luca dan berjalan perlahan mengikuti langkah kaki Luca.


Sesampainya di kamar, Zact membantunya naik ke ranjang.


Mereka berdua berbaring dan saling berpelukan.


"Luca ... Ayah mau tanya sama kamu"


"Iya ... Apa itu ayah?"


"Apa kamu suka bibi Letta?"


Luca diam sesaat sebelum mengangguk tanpa ragu.


"Apa Luca mau bibi Letta menjadi ibumu?"


"Aku sudah punya ibu ayah"


"Begitu ya"


"Jadi Luca mau?"


Belum menjawab pertanyaan Zact, Luca telah tertidur, Zact kemudian menyelimuti Luca dan mematikan lampu lalu segera tidur.


Keesokan harinya saat selesai sarapan,Zact bicara dengan ibunya jika Letta sudah setuju dengan pernikahan.


"Ibu aku sudah berbicara dengannya dan aku berterus terang jika aku akan bertanggung jawab, aku juga bilang jika aku akan berusaha menumbuhkan rasaku padanya, meski sulit aku percaya itu semua akan berjalan"


"Baguslah ... lalu kapan kedua keluarga akan di pertemukan?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau besok malam?"


"Boleh juga, tapi kamu harus bertanya dulu dengannya, jangan sampai Gabriel ada urusan"


"Iya ibu aku akan menelponnya sebentar" Kata Zact yang kemudian segera mencuci tangannya dan kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya.


Zact kemudian menghubungi Letta, setelah beberapa kali menelepon akhirnya panggilan di jawab olehnya.


"Hallo " Jawab Letta denga. Suara serak.


"Apa kamu baru saja bangun?"


"Iya ... " jawab Letta seadanya.


"Hmm... Aku hanya ingin bertanya , jika besok malam di lakukan pertemuan keluarga bagaimana menurutmu?"


"Ya aku akan bertanya kepada kakak terlebih dahulu" kata pelayan


Zact kemudian mengakhiri panggilannya dan segera berangkat ke kantor.


Letta yang baru saja mendapat telepon dari Zact segera menghubungi kakaknya untuk memastikan kakaknya bosa atau tidak.


Dua kali menelepon Gabriel tidak menjawab, sepertinya dia sedang sibuk atau rapat pikir Letta.


Dia kemudian menuju kamar Sora dan gadis kecil itu sedang asyik bermain dengan kucingnya.


"Sora ... mau ikut bibi?"


"Tidak mau ..." jawab Sora yang asyik bermain dengan kucingnya.

__ADS_1


"Ah ... Sedih sekali ... Sora menolak bibi dengan kejam" Ucap Letta sambil berpura-pura menangis, Sora yang polos langsung tertipu dan memeluk bibinya itu dan mala ikut menangis, Letta lantas tertawa terbahak-bahak dan semakin membuat Sora menangis histeris.


Letta kemudian menggendong Sora dan membuatnya diam dengan memberikan kucing kesayangannya.


__ADS_2