CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 40


__ADS_3

Rose jatuh sakit, Zact datang bersama seorang dokter untuk memeriksanya.


"Apa akhir-akhir ini dia sering merasa pusing atau mual?" tanya dokter sembari memeriksa Rose.


Nuna yang di belakang Zact menyela pembicaraan dokter dan Zact.


"Sepertinya aku beberapa kali melihat kak Rose muntah juga terkadang dia terlihat lemah dan pucat"


"Hmm jadi kemungkinan besar jika dia sedang mengandung"


"APA!!!" pekik Zact dan Nuna bersamaan.


"Untuk lebih akurat kalian bisa membawanya ke rumah sakit agar di lakukan tes darah"


Nuna dan Zact mengangguk paham.


Setelah memeriksa Rose dokter kemudian pamit, Nuna dan Zact keluar dari kamar.


"Jika kak Rose hamil jadi apakah tuan Rowen adalah ayah dari anak yang di kandungnya?"


Zact yang mendapatkan pertanyaan itu hanya bisa diam, kepalanya serasa ingin pecah mendapat kejutan mendadak, selain itu Zact juga bingung bagaimana caranya untuk menyampaikan kabar tersebut kepada Rose.


Zact kemudian menyuruh Nuna menjaga Rose ,dia sedang ingin pergi untuk menenangkan dirinya.


Rose yang baru bangun, melihat Nuna yang duduk menunggunya.


"Ah syukurlah kakak Rose sudah bangun"


Rose yang masih lemah menanyakan keberadaan Zact.


"Di mana dia?"


"Kakak Zact sedang keluar sebentar, aku juga tidak tahu kemana dia pergi" jelas Nuna.


Pada malam hari Zact pulang ke rumah, dia ragu untuk menemui Rose.


Dia melangkah ke lantai atas dan berdiam diri saat berada di depan pintu kamar Rose.


Ketika Zact sedang berdiam diri pintu kamar terbuka, Rose muncul dari balik pintu.


"Zact ... " panggil Rose.


Dia kemudian menggandeng Rose menuju balkon, Rose nampak bingung namun dia menurut saja.


"Duduklah aku ingin bicara denganmu" Rose duduk dan mendengarkan Zact berbicara.


"Apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Zact membuka obrolan.


"Ya "


"Rose apa kamu tidak merasakan hal yang aneh di tubuhmu akhir-akhir ini?"


"Maksudmu??"


"Em begini misal kamu merasa pusing? sakit perut atau apapun itu?"


"Ya terkadang aku merasa begitu, apa ada sesuatu?"


"Iya ... itu ... tadi dokter bilang jika kamu ..." Zact menggantung kalimatnya ragu mengatakannya.

__ADS_1


" Aku kenapa?" tanya Rose mulai penasaran.


Zact yang seperti terkunci mulutnya susah untuk membuka mulutnya.


"Zact bicaralah !"


"Kamu hamil" Kata Zact spontan dan membuat Rose sangat terkejut .


Rose terduduk lemas di kursinya,dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya.


Zact menggenggam tangan Rose dan menatapnya penuh rasa kasihan.


"Rose kamu harus mengatakannya pada Gabriel, sekarang belum terlambat"


Rose langsung menarik tangannya dari Zact merasa tidak setuju dengan ucapannya.


"Tidak, aku tidak akan mengatakannya"


"Rose anak ini butuh ayahnya" Kata Zact mencoba meyakinkan Rose.


"Tidak, semuanya sudah berakhir,aku tidak ingin menghancurkan apapun saat ini"


"Tapi kamu menghancurkan dirimu sendiri" teriak Zact tak sabar.


"Zact tinggalkan aku sendiri"


Zact mendorong kursi tempat dia duduk dengan keras lalu meninggalkan Rose seperti yang dia mau.


Rose memegang perutnya yang masih rata, dia merasa seperti mimpi, di dalam perutnya terdapat sebuah kehidupan.


Malam ini Rose tidak menangis , dia merasa bahagia meski dia kehilangan Gabriel namun dia memiliki hal terbaik yang Gabriel miliki.


Entah ketenangan apa yang merasukinya sehingga dia merasa semua kepedihannya menghilang.


Dia berjanji akan menjaga anaknya dengan baik meski tak bersama dengan Gabriel.


Rose kemudian masuk ke kamar dan tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya Rose sudah sibuk di dapur membuat kue.


Zact yang melihatnya terheran-heran karena Rose terlihat sangat ceria.


Zact berpikir kehamilan akan membuat Rose semakin terpuruk namun itu malah membuatnya sangat bahagia.


Zact merasa lega melihat Rose kembali ceria, dia menyusulnya dan meminta maaf.


"Rose maaf untuk yang semalam"


Mendengar permintaan maaf Zact , Rose tersenyum dan menjawab dengan santai.


"Ya aku tahu kamu mengkhawatirkan aku, tapi aku sudah tidak apa-apa, malaikat kecil di perutku ini sekarang adalah alasanku untuk bahagia setiap harinya"


Mendengar itu membuat Zact sangat senang dan terharu.


"Aku akan menjaga kalian"


"Terima kasih Zact "


"Apa hari ini kamu akan membuka toko kembali?"

__ADS_1


"Ya aku akan membagikan kue ini secara gratis ke setiap pengunjung yang datang"


"Apa kamu butuh sesuatu??"


"Tidak, tapi kalau kamu bisa membantuku memanggang kue-kue ini itu akan sangat meringankanku"


"Baiklah ... Nuna di mana?


"Ah aku meminta tolong membelikan beberapa bahan yang habis untuk stok"


"Em Rose ... lebih baik kamu tidak memaksakan diri, jika kamu sangat kelelahan maka itu tidak baik untuk kandunganmu, karena dia masih sangat kecil"


"Siap bos" kata Rose yang di sambut tawa oleh Zact.


Malam hari di Sanor Gabriel sedang tidur dan bermimpi.


Dia berada di taman bermain , dia berdiri memandang seorang ibu yang menemani anak perempuannya bermain, namun wajah mereka tampak samar.


Anak perempuan itu tiba-tiba datang mendekatinya lalu menggandeng tangannya dengan lembut.


Dia membawanya mendekat ke ibunya, namun belum sampai suara telepon membuyarkan mimpinya.


Dengan kesal Gabriel menjawab telepon dari Medi.


"Hei apa ada pengantin yang tidur sampai jam segini?" Teriak Medi dari sebrang telepon yang membuat Gabriel spontan menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Dasar pengganggu" Kata Gabriel menggerutu.


"Cepat buka pintu kamarmu berengsek!! omel Medi.


Dengan malas Gabriel membuka pintu dan langsung terkejut mendapati Medi yang membawa segerombolan orang di belakangnya.


"Siapa mereka!!" Pekik Gabriel dengan memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit melihat Medi yang seperti rombongan sirkus.


"Hei tuan muda mereka itu yang akan membantumu bersiap" Gabriel kemudian memperhatikan satu persatu dari mereka yang sudah membawa berbagai macam keperluan pengantin pria.


"Suruh mereka semua pergi dari sini"


"Kalau mereka pergi dan kamu belum bersiap Joanna akan menggantungku"


"Hufth ... tinggalkan barang-barang itu, aku akan melakukannya sendiri"


Medi kemudian menginstruksikan mereka semua meletakkan barang-barang di kamar dan menyuruhnya pergi.


"Apa ibuku sudah di sana?" Tanya Gabriel sambil menyalakan rokoknya.


Medi yang melihat Gabriel merokok seketika terkejut.


"Iya bibi sudah di sana bersama Amber ,tapi Sejak kapan kamu mulai merokok!!"


Gabriel tak menggubris ucapan Medi dan meninggalkannya ke kamar mandi.


Di kamar mandi Gabriel berdiri di depan cermin , dia mematikan rokoknya dan memperhatikan dirinya sendiri, dia tiba-tiba teringat akan mimpinya, tangan kecil yang menggandeng tangannya dengan lembut masih terasa, Gabriel lalu memperhatikan telapak tangannya yang terasa hangat.


"Kenapa mimpi itu sangat menyentuh perasaanku dan karena mimpi itu aku bisa tidur nyenyak tadi malam"


Gabriel yang memang susah tidur semenjak kepergian Rose, untuk pertama kalinya dia bisa tidur dengan normal.


Gabriel kemudian segera mandi dan bersiap menuju tempat pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2