
Rose dan Zact kembali ke rumah, Zact di sambut haru oleh Camila ,Bob ,Nuna dan semua pekerja di rumah.
Mereka sangat senang melihat Zact kembali ke rumah dengan keadaan sehat.
"Zact ..." Panggil Camila dengan tangis yang pecah, dia langsung memeluk Zact dengan erat.
"Bibi jangan menangis" Kata Zact sambil mengusap bahu Bibi tersayangnya.
"Dasar anak nakal buat khawatir saja"
Semua orang tampak terharu, Anna kemudian mendekat dan memeluk keduanya.
"Pa ... Pah ..." Kata Luca sambil tertatih.
Semua orang langsung menatap ke arah Luca yang sedang dalam gendongan pengasuhnya.
Zact langsung berjalan mendekat dan langsung menggendongnya dengan gemas.
"Halo boy" sapa Zact
Luca menatap Zact dengan mata yang berbinar dan di selingi tawa dari mulut kecilnya.
"Apa kamu merindukanku?"
Luca yang seakan mengerti langsung memberi Zact sebuah pelukan.
Rose berjalan mendekat dan mengusap pipi gembul putranya.
"Ah putraku apa kamu tidak merindukan ibumu ini?" tanya Rose pura-pura cemburu.
Luca yang mendengar suara lembut ibunya langsung mencarinya dan mulai merengek dengan manja.
Rose yang juga sangat merindukan putranya segera menggendongnya dan memeluk serta menciuminya penuh kasih.
Luca yang mendapat ciuman bertubi-tubi tertawa riang.
"kalian semua pasti lelah ... Istirahatlah biar aku yang menjaga Luca"
__ADS_1
"Apa Bibi tidak lelah?" tanya Rose khawatir.
"Tidak ... Luca anak yang sangat baik, dia bahkan tidak merepotkan ,lagian ada susternya yang membantu kami" jelas Camila.
Rose kemudian menyerahkan Luca pada Camila kemudian beristirahat.
Malam harinya mereka makan malam bersama.
"Bibi Anna besok aku harus pulang" Izin Nuna
"Apa ada sesuatu ?"
"Ah iya karyawan toko mulai kelabakan karena semakin banyak pelanggan"
"Tambah saja karyawan baru" saran Anna
"Rencananya begitu tapi aku harus meminta izin pada kak Rose"
"Kenapa harus meminta izin, aku sudah bilang padamu kelola saja toko itu sesuai keinginanmu"
"Tapi kak ..."
"Terima kasih ... Kakak selalu memberikan aku jalan untuk selalu belajar"
"Iya sama-sama... Maka lakukanlah yang terbaik"
Nuna mengangguk senang dan melanjutkan makannya.
"Ibu aku mau mengatakan sesuatu" kata Zact yang langsung membuat semua orang menatap ke arahnya.
"Apa itu?"
"Aku ingin meresmikan pernikahanku dengan Rose secara sederhana,besok aku dan Rose akan mendaftarkan pernikahan kami"
"Ah baiklah ... Itu lebih baik" kata Anna senang.
Semua orang pun ikut senang mendengar kabar baik itu, setelah kesedihan yang mereka alami mereka mendapat kabar baik.
__ADS_1
"Tadi polisi memberi kabar jika pelaku penembakan Zact telah tertangkap" Kata Clarkson.
"Syukurlah .. Apa polisi sudah tahu motifnya?"tanya Anna penasaran
"Belum ... dia sama sekali tidak mau membuka mulutnya" Ucap Clarkson kesal.
"Biarkan mereka bekerja , kita tunggu saja hasilnya" jawab Zact santai.
"Kamu begitu santai, apa kamu tidak takut jika orang itu masih memiliki orang di luar sana yang akan membantunya menyakitimu lagi" Ucap Rose khawatir.
"Rose benar" Kata Anna menimpali ucapan Rose.
"Kenapa aku harus khawatir, aku yakin aku akan baik-baik saja" jawab Zact sambil menggenggam tangan Rose.
"Ya yang kamu katakan benar Zact, kita tidak bisa hidup di bawah ketakutan" Kata Bob akhirnya ikut bicara.
"Bob ..." kata Camila melotot, semua orang lantas tertawa melihatnya
Terdengar suara Luca menangis, Suster akhirnya membawanya keluar.
"Kenapa ?" Tanya Rose yang langsung berdiri saat melihat suster membawa Luca.
"Maaf Sepertinya dia kaget mendengar kalian tertawa" kata Suster segan.
Semua orang lantas tertawa kembali meski merasa bersalah pada Luca.
Zact kemudian mengambil Luca dan mengajaknya berbicara.
"Sayang ... Mereka menertawakan mu sampai kamu terbangun"
Mendengar ucapan Zact Luca memberikan ekspresi cemberut.
"Apa kamu juga marah dengan ayah?"
Luca pun memukul pelan muka Zact dengan tangan kecilnya yang mengepal.
Semua orang lantas tertawa melihat tingkah lucu Luca.
__ADS_1
"Dia bahkan tahu , jika kamu tadi yang tertawa paling keras di sini" Celetuk Camila yang membuat semua orang kembali tertawa.