CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 129


__ADS_3

Hari pernikahanpun tiba, setelah berbagai masalah dan perjuangan akhirnya Sarah dan Gabriel menikah.


Awalnya Sarah yang masih memiliki trauma pernikahan luluh dengan ketulusan Gabriel.


Luca dan Sora juga membantu agar keduanya bersatu.


Sarah yang seorang janda dan berstatus dari kalangan biasa memenangkan hati Gabriel, Sarah yang sederhana dan apa adanya memikatnya.


Seperti dulu Gabriel jatuh cinta pada Rose yang polos dan baik hati, sekarang patah hati itu telah berubah menjadi kebahagiaan yang datang bersama Sarah.


Hari itu Gabriel dengan susah payah menyiapkan lamarannya sendiri, dari makanan dan hiasan dia lakukan dengan suka cita.


Meski makanan itu nampak tak begitu menarik Gabriel yakin rasanya tidak akan seburuk bentuknya.


Gabriel memilih tempat terbuka dan sederhana untuk melamar Sarah.


Setelah menyiapkan semuanya dia segera bersiap.


Pukul tujuh Sarah di jemput oleh supir Gabriel namun dia tidak ada di tempatnya.


Saat hendak menelepon majikannya, ponselnya mati, supir segera menuju ke tempat Gabriel.


Di sisi lain Gabriel dengan setia menunggu Sarah, sesekali dia melirik jam namun sampai pukul delapan belum ada tanda-tanda kedatangannya.

__ADS_1


Terlihat dari jauh supir berlari menuju ke arahnya, dengan terengah-engah dia menyampaikan kabar buruk.


"Tuan nyonya Sarah tidak ada di tempat" kata Supir


"Apa maksudmu?"


"Aku sudah datang ke rumah dan kedainya namun tidak ada siapa-siapa di sana"


Tangan Gabriel langsung meremas kain penutup meja, dia tak menyangka Sarah akan membuatnya kecewa, Gabriel kemudian menyuruh supirnya untuk meninggalkannya sendiri.


Gabriel memijat pangkal hidungnya yang berdenyut, dia tak bergeming dari tempat duduknya dan saat hujan turun dia tetap enggan meninggalkan tempat itu.


Satu jam berlalu hujan belum reda juga, Gabriel sudah basah kuyup , dia menatap makanan yang dibuat sendiri olehnya basah tergenang air hujan, kekecewaan menghujam dirinya, dia mengira malam ini adalah hari di mana dia akan berbahagia setelah bertahun-tahun menyimpan patah hati.


Mata Gabriel melebar mengetahui jika Sarah yanh memeluknya,hampir saja dia akan membantingnya.


Sarah nampak ketakutan dan menggigil, Gabriel tanpa bertanya apapun segera memeluknya.


"Maaf aku datang terlambat" ucap Sarah dengan suara parau.


"Apa kamu baik-baik saja?"


"Tidak ... Tidak ... Aku tidak baik-baik saja" jawab Sarah dengan tangis yang pecah, tubunya berguncang dan gemetar hebat.

__ADS_1


Gabriel membawanya masuk ke vila dan mencarikan pakaian ganti, dia menyuruh Daisha membantunya berpakaian, Gabriel pun segera ganti baju di kamar lainnya.


Setelah Daisha keluar dari kamar Sarah,dia kemudian masuk dan duduk di samping Sarah yang duduk di tepi ranjang.


"Ada apa?" tanya Gabriel sambil menggenggam tangan Sarah yang dingin.


"Aku mengacaukan segalanya" Ucap Sarah dengan air mata yang menetes


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Gabriel mulai khawatir dengan keadaannya.


"Saat aku akan datang ke sini aku kira mobil yang datang adalah supirmu, aku masuk ke dalam dan tak menyadari jika dia bukan supirmu, aku di bawah olehnya ke sebuah penginapan, aku sangat terkejut mengetahui seseorang itu adalah Demon" jelas Sarah dengan air mata yang menetes.


"Lalu ...?"


"Dia mengajakku rujuk, dia menyesali semuanya, dia berjanji akan berubah, namun saat aku menolaknya dia mencekikku,aku yang tak berdaya berusaha meraih apapun yang bisa aku gapai, aku meraih sebuah patung yang kelinci dan aku memukul kepalanya, dia tersungkur dan ..." Tangis Sarah pecah tak bisa membayangkan jika dia membunuh seseorang"


"Apa dia mati?" tanya Gabriel tegang.


"Sepertinya, aku melihatnya terluka parah dengan darah yang mengucur deras"


"Di mana dia biar anak buahku mengeceknya dan membereskannya"


Sarah kemudian memberitahu datai penginapan itu dan segera saja anak buah Gabriel langsung menuju tkp.

__ADS_1


__ADS_2