
Keesokan harinya Zact terbangun dan terkejut dengan wanita yang tertidur di pelukannya.
Samar-samar teringat kejadian tadi malam, wanita itu memekik kesakitan dan mencengkramnya kuat-kuat hingga meninggalkan bekas luka akibat milik Zact yang berhasil merusak segel dan meringkus masuk dengan sesak.
Zact memijat kepalanya yang terasa berdenyut, wanita itu perlahan terbangun dan memandang Zact dengan malu-malu.
Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos tak mengenakan apapun.
Saat Zact melihat dengan seksama wajah wanita itu dan mengingatnya.
"Bukannya kamu asisten pribadi Ronald Darwin?"
"Ya ..." jawab wanita itu dengan suara serak.
Zact tersenyum kesal.
"Jadi kalian menjebak ku?"
Wanita itu seketika memasang wajah bingung.
"Apa maksudmu?"
"Tidak usah berpura-pura,wanita yang tadi malam memberikan minuman dan memasukan obat laknat itu adalah suruan kalian"
__ADS_1
"Sungguh aku tidak berniat apapun"
"Hah setelah aku menolak kerja sama, kalian bahkan melakukan hal kotor"
"Cukup tuan Bryan ... Itu semua tidak benar, bos ku tidak ada hubungannya denganku, aku melakukan ini karena aku hanya butuh one night stand" jelasnya dengan nada cukup tinggi.
"Hah lucu sekali, apa kamu pikir aku akan percaya?"
"Terserah ... Itu hakmu untuk tidak mempercayaiku , anggap saja tidak pernah terjadi apapun di antara kita" dengan kesal wanita itu memungut pakaiannya yang tergeletak di sampingnya dan segera mengenakannya.
Dia berjalan cepat ke kamar mandi untuk merapikan diri kemudian keluar tanpa berkata apapun, dia menutup pintu dan membantingnya dengan keras.
Zact pun tak peduli dengan yang di lakukannya karena sudah kepalang kesal.
Hari ini Zact tidak pulang dan langsung menuju kantornya.
Setelah berusaha fokus pada pekerjaannya, Zact masih terus memikirkan kejadian semalam dan penyesalannya semakin dalam, dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke makam Rose.
Sebelum itu dia mampir ke sebuah toko bunga dan memesan bunga lili kesukaan Rose.
Sesampainya di makam Rose, Zact membuka kaca mata hitamnya dan berjongkok di hadapan pusara orang yang sangat di cintai dan di rindukannya itu.
"Hai sayang aku datang, ini bunga kesukaanmu( Zact meletakkan bunga di atas makam Rose), aku sangat merindukanmu begitu juga anak-anak, Rose setidaknya munculah di mimpiku agar aku bisa meringankan rinduku padamu"
__ADS_1
Zact kemudian mengusap nisan yang bertuliskan nama Rose.
"Rose aku akan mengatakan sesuatu, aku harap kamu tidak marah, aku benar-benar menyesali kejadian itu, tolong maafkan aku"
Zact mengusap air mata yang berada di sudut matanya yang hendak terjatuh.
Setelah bercerita panjang lebar akhirnya Zact memutuskan untuk kembali ke kantor dan menenggelamkan diri pada tumpukan pekerjaan.
Di malam hari ibunya meneleponnya karena sangat khawatir.
"Hallo ibu..."
"Zact kamu di mana?"
"Di kantor"
"Apa kamu tidak pulang?"
"Sepertinya begitu bu"
"Tidak bisakah kamu pulang?Luca terus mencari Rose , Kami sudah mencoba berbagai cara untuk menghiburnya namun dia masih terus menangis, sepertinya dia sangat merindukan Rose" Jelas Anna dengan nada sedih.
"Baiklah bu aku akan segera pulang' kata Zact yang berubah pikiran saat mendengar Luca menangis.
__ADS_1
Zact kemudian menelepon asistennya untuk melanjutkan pekerjaannya lalu bergegas pulang.
Sesampainya di rumah Zact langsung mendengar suara tangisan Luca dan segera berlari menuju kamar dan menemukan Luca yang berada dalam gendongan ibunya.