
Demon terjatuh setelah mendapat pukulan keras dari Gabriel.
Dia berusaha untuk bangun namun kepalanya terasa pening setelah pukulan yang begitu keras, Bodyguard Gabriel masuk ke kedai dan menyeret Demon dan membawanya menjauh dari tempat itu, mereka kemudian melemparnya ke tempat sampah.
"Dia siapa ?" tanya Gabriel sambil merapikan jasnya.
"Dia suamiku pak, dia sudah menghilang begitu lama dan tiba-tiba datang" curhat Sarah.
"Jika dia tidak baik untukmu kenapa kamu masih bertahan?"
"Aku bukan bertahan, karena dia menghilang jadi membuatku susah melangkah ke lembaran yang baru"
"Apa dia selalu seperti itu?"
"Ya" jawab Sarah sedih.
"Jika dia kembali dan membuat keributan kamu bisa menghubungiku"
"Terima kasih, oh ya aku akan menyiapkan kue yang anda pesan, sebentar aku akan mengantarkannya ke sana"
"Apa tidak merepotkan?"
"Tidak ,aku sangat senang jika bisa membalas kebaikan bapak"
"Aku akan mengirimkan lokasinya melalui chat"
Gabriel kemudian pergi meninggalkan kedai dan segera berangkat menuju tempat rapat.
__ADS_1
Di siang hari Sarah mengirim kue ke rumah Gabriel, Di luat pintu gerbang yang menjulang tinggi, nampak dari kejauhan rumah mewah milik Gabriel, halamannya sangat luas hingga cukup membuat kaki lelah jika berjalan.
Seorang satpam menghampirinya dan bertanya.
"Anda siapa dan ada keperluan apa?" tanya Satpam dengan wajah tegas.
"Ah saya Sarah ... Saya mau mengantar pesanan tuan Gabriel" Ucap Sarah sambil memperlihatkan Chat terakhirnya dengan Gabriel.
Satpam kemudian membukakan pintu untuknya.
Sarah melangkah masuk melewati gerbang pengamanan, dia berjalan menyusuri halaman rumah yang begitu luas.
Matanya menyusuri setiap sudut kediaman Rowen yang begitu indah dan mewah.akhirnya setelah berjalan selama 10 menit Sarah sampai di depan pintu.
Dia menekan bel dan seseorang dengan cepat membukakan pintu untuknya.
"Anda siapa?"tanya pelayan
"Oh baiklah anda bisa memberikannya kepada saya" kata pelayan itu hendak mengambil paperbag di tangan Sarah.
"Tunggu bisakah saya memberikan langsunh kepada Luca dan Sora?"
"Hmm saya akan bertanya kepada tuan muda dulu" jawab Pelayan yang kemudian meninggalkan Sarah dan mencari Luca di kamarnya.
"Tuan muda apa anda mau menemui seseorang bernama Sarah?"
Luca yang sedang bermain game langsung menghentikan permainannya dan berlari keluar , Luca melihat Sarah yang masih berdiri menunggu di depan pintu.
__ADS_1
"Bibi" Panggil Luca dengan mata yanh berbinar.
"Hai ... Kamu sendirian? Di mana adikmu?" tanya Sora setelah melihat Luca yanh hanya datang seorang diri.
"Sora sedang ikut les tambahan jadi dia tidak ada di rumah sekarang,mungkin sebentar siang dia datang"
"Ah begitu ya sayang sekali"
Luca langsung meminta Sarah untuk masuk dan duduk di ruang tamu, pelayan datang dan memberikan segelas jus untuknya.
"Hmm Luca Bibi datang untuk memberikan ini" kata Sarah sambil memberikan paperbag berisi kue kepada Luca.
Luca dengan gembira menerimanya.
"Bibi terima kasih"
"Itu ayahmu yang pesan, aku hanya mengantar"
"Oh jadi ayah habis dari tempat Bibi?"
"Ya, ayahmu cuma datang sebentar lalu pergi"
"Apa ayah tidak mengatakan apa-apa kepada bibi?"
"Tidak ... Oh ya Luca apa foto yang di sana itu ibumu?" tunjuk Sarah pada Foto besar yang tergantung di dinding, itu adalah Foto Rose bersama Luca saat usianya baru 1 tahun.
"Ya itu ibuku" jawab Luca dengan wajah muram.
__ADS_1
"Ibumu sangat cantik" puji Sarah yang langsung mengembalikan senyum bocah itu.
Setelah menemani Luca bermain sebentar,Sarah kemudian pamit pulang.