CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 53


__ADS_3

Zact yang telah membooking kamar di hotel liness datang pukul 21:45 bersama Rose, Zact mengantarnya ke kamar sampai di depan pintu.


"Selamat malam semoga mimpi indah" kata Zact sambil membelai pipi Rose.


Rose mengangguk dan tersenyum kemudian masuk ke kamar.


Zact langsung berjoget-joget seperti orang gila setelah Rose menutup pintunya, orang yang lewat di belakangnya terheran-heran melihat Zact yang kegirangan seperti itu.


Sadar di perhatikan, Zact langsung berubah cuek dan masuk kekamarnya yang berhadapan dengan kamar Rose.


Malam ini terasa seperti mimpi, Zact mengingat kembali moment ciumannya tadi bersama Rose.


Wajah Zact langsung memerah begitu mengingatnya,Dia terus memegang bibirnya yang masih terasa karena mereka berciuman begitu lama.


Mereka menginap di hotel selama dua hari karena Zact sedang menyiapkan sesuatu di rumahnya.


Sambil menunggu selesai, Zact memutuskan untuk menginap bersama Rose.


Keesokan hari Zact mengetuk pintu kamar Rose dan tak lama kemudian pintu terbuka dan Rose muncul dengan rambut yang diikat.


"Kamu sangat cocok saat rambutmu diikat seperti ini" puji Zact.


"Hahaha begitu ya ..."


"Sebelum sarapan ayo kita jalan-jalan dulu, bukankah itu baik untuk persiapan melahirkan"


Rose mengangguk dan kemudian mereka turun ke bawah untuk berjalan-jalan sebentar.


"Zact apa yang sedang di perbaiki di rumah?"


"Ah itu ... ada ruangan yang rusak jadi aku menyuruh seseorang untuk memperbaikinya,tak di sangka sampai butuh waktu dua hari" Zact beralasan.


"Oh ... tapi sepertinya tidak perlu sampai menginap"


"Aku hanya ingin kamu nyaman, di rumah pasti berisik dan kamu butuh banyak beristirahat"


Setelah berputar beberapa kali Zact kemudian mengajak Rose kembali ke hotel untuk sarapan, Dia menyuruh Rose duduk terlebih dahulu.


Zact pergi mengambilkan air putih untuknya, Rose yang sedang mengelap keringatnya terlihat sangat menarik bagi Zact, dia terus menatapnya dari kejauhan.


Zact kembali dengan dua gelas air putih dan menyerahkan satu gelas untuk Rose.


Mereka meminum sampai habis karena benar-benar kehausan.


Cukup lama menunggu akhirnya sarapan yang di pesan mereka datang, Aroma sedap dari makanan itu sukses membuat perut Rose berbunyi.


Setelah siap di sajikan mereka kemudian makan dan sesekali berbincang-bincang tentang pekerjaaan.


Dua hari telah berlalu,Zact dan Rose pulang ke rumah.


Zact berbisik di teling Rose yang hendak naik ke atas menuju kamarnya.


Zact berkata jika dia memiliki sesuatu yang harus di tunjukan padanya.


Rose mengikuti Zact naik ke lantai atas dan membawanya menuju kamarnya.


Wajah Rose tiba-tiba memerah saat sampai di depan pintu kamar.


"Masuklah" Kata Zact yang menyadari semburat merah di pipi Rose.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Rose malu-malu

__ADS_1


Zact menarik Rose ke dalam pelukannya yang membuat wajahnya semakin memerah.


"Lalu maumu aku melakukan apa?"


Rose yang semakin malu mendorong Zact menjauh dan hendak pergi namun tangan Zact menahannya dan menariknya kembali ke pelukannya.


Zact yang memeluknya dari belakang ,menyingkirkan rambut Rose yang panjang terurai ke depan.


Leher Rose yang putih memantik hasrat Zact yang menatapnya, Zact mencium leher Rose dengan lembut dan seketika membuat Rose merasa sensasi yang menjalari tubuhnya.


Ciuman Zact yang memburu berhenti di telinga Rose yang memerah dan kembali berbisik.


"Ayo masuk" Bisik Zact dengan suara yang terdengar seksi di telinga Rose.


Zact kemudian membopong Rose ke kamarnya dan membuatnya sangat terkejut.


Mata Rose terbelalak melihat kamar Zact yang berubah menjadi kamar bayi.


Rose langsung memeluk Zact karena sangat terharu.


"Jadi ini yang kamu sebut ruangan yang rusak itu? jadi kamu beralasan untuk menyiapkan ini semua?" kata Rose sambil terisak.


"Iya ... tapi kenapa kamu menangis, apa kamu tidak menyukainya?"


"Bukan ... bukan begitu aku menangis karena terharu dengan semua kejutan yang kamu berikan,aku bahkan belum melakukan apapun untukmu" kata Rose memeluk erat tubuh Zact.


"Syukurlah kamu menyukainya"


"Lalu kamu sekarang tidur di kamar mana?"


"Di kamarmu" Goda Zact yang langsung mendapat pukulan kecil dari Rose.


"Jadi kamu tidak mengizinkan aku tidur di kamarmu?"


"Tentu ... Tidak !!! weeekkkk 😝!! Giliran Rose mengejek Zact lalu berlari kecil keluar kamar dan masuk ke kamarnya sendiri lalu menguncinya.


Rose bersandar pada pintu di belakangnya, tangannya memegang dadanya yang terus berdebar.


"Kenapa aku tiba-tiba begini?"


Rose merasakan jantungnya yang terus berdebar.


"Seharusnya aku bisa mengendalikan diri, semua berjalan terlalu jauh" kata Rose pada dirinya sendiri.


Rose berjalan ke kasur dan duduk di tepi ranjang untuk merenungkan semua.


Akhir-akhir ini dia sudah tidak merasakan patah hati dan membuka hatinya untuk Zact, tapi Rose yang baru sembuh dari luka hatinya merasa seperti sedang memanfaatkan Zact.


"Apakah aku terlalu serakah?" pikir Rose


"Zact benar-benar memperlakukanku dengan sangat baik,sedangkan aku hanya terus menerima seperti parasit,seharusnya aku lebih tahu diri,apa yang harus aku lakukan? aku ingin maju tapi ...


Rose berbaring terlentang menatap langit-langit kamarnya hingga tertidur.


Rose bermimpi bertemu dengan kakek tua yang berada dalam mimpi Gabriel.


Kakek itu menepuk pundaknya yang sedang duduk menatap air mancur di taman.


Rose terkejut dengan kedatangan sang kakek, dia duduk di sampingnya dan tersenyum padanya.


"Kenapa harus bingung?"kata sang kakek yang seperti bisa menebak pikiran Rose.

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin menyakiti keduanya" kata Rose terus terang.


"Terkadang hidup bukan hanya tentang memikirkan orang lain, tapi tentang memikirkan dirimu sendiri? jika kamu memikirkan kebahagiaan orang lain dan mengabaikan dirimu sendiri bukankah itu lebih menyakitkan?" Kata terakhir sang kakek sebelum Rose terbangun karena suara ketukan pintu.


Rose membuka mata dan segera bangun dari tempat tidur lalu membuka pintu.


"Sepertinya kamu baru bangun?" tebak Zact saat melihat wajah Rose.


Rose mengangguk dan membiarkan Zact masuk ke dalam.


"Rose besok kita mulai pemotretan dengan Brand perlengkapan bayi itu"


"Baiklah" jawab Rose.


"Apa kamu masih mengantuk?" tanya Zact yang melihat Rose tak bersemangat.


"Tidak,aku hanya masih lemas karena baru bangun"


"oh baiklah kalau begitu, beristirahatlah"


"Tidak ini sudah sore, aku akan mandi, oh ya Zact kamu sedang ingin makan apa?"


"Apa kamu akan memasak?"


"Iya aku akan membuat makan malam untuk kita"


"Apa kamu tidak lelah?"


"Tidak, katakan kamu mau makan apa?"


"Terserah ... apapun yang kamu masak aku akan makan"


"Baiklah ... sekarang keluarlah "


Zact kemudian keluar dan turun ke bawah , sambil menunggu Rose, Zact menelepon ibunya.


"Ibu ..." sapa Zact saat panggilannya di jawab olehnya.


"Hai ... kamu terlihat happy" kata Anna melihat wajah Zact yang ceria


"Hahaha ibu selalu paham dengan putra ibu"


"Hmm apa ini tentang Rose?"


Mendengar tebakan ibunya Zact diam dengan senyum yang mengembang.


"Sepertinya ibu sudah tahu jawabannya, jadi apa kamu mau menikahinya?"


"Ya ... tapi tidak sekarang, semua baru di mulai ,aku tidak ingin membebaninya"


"Benar ... jalani saja senyamannya dulu, soal menikah bukanlah hal yang harus di laksanakan dengan buru-buru"


Zact dan ibunya ngobrol asyik sampai akhirnya Rose selesai dan hendak turun ke lantai bawah.


"Ah ibu sudah dulu ya ... bye "


Zact yang menyadari kedatangan Rose langsung menutup teleponnya.


"Apa itu bibi Anna?"


Zact mengangguk lalu menggandeng rose menuju dapur dan membantunya memasak.

__ADS_1


__ADS_2