CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 14


__ADS_3

"Brrakkk!!! Gabriel menggebrak meja kerjanya setelah mendapatkan kiriman sebuah Video dari Amber.


Dengan amarah yang menguasainya ,Gabriel segera menghubungi wanita itu.


"Halo sayangku ... cepat sekali kamu meneleponku , apa kamu merindukanku??" Ucap Amber percaya diri.


"Tutup mulut baumu itu , lepaskan ibuku secepatnya atau aku benar-benar akan memberimu pelajaran" ancam Gabriel yang disambut dengan tawa oleh Amber.


"kamu berani mengancamku ? rasanya aku ingin mematahkan kaki ibumu kali ini Gabriel,ingat jangan memancingku!!" ucap Amber penuh ancaman, disisi lain Gabriel mencoba menahan amarahnya sekali lagi.


"Apa maumu katakan, aku sudah tidak memiliki banyak kesabaran lagi!"


"Nyalakan Televisinya sekarang" perintah Amber kemudian.


Gabriel menarik laci mejanya dan mengambil remote dan menyalakan Televisi,setelah menyala sebuah berita wawancara eksklusif Amber white muncul dengan tajuk " Amber white dan kekasihnya presiden Zinc Group, disana juga ditampilkan beberapa gambar dirinya sedang berdansa dengan Amber.


Melihat itu Gabriel mencengkram erat dan melemparkan remote ditangannya ke televisi itu.

__ADS_1


Ketika hendak mengumpat kepada Amber, wanita itu telah mematikan ponselnya.


Berita itu secara cepat menyebar ke seluruh negri bahkan sampai negara tetangga.


Ketika Gabriel sedang memijit diantara kedua alisnya ponselnya berdering dan itu dari asisten Raja Frederick.


"Tuan Rowen Raja memintaku menghubungi anda mengenai berita yang baru saja dia dengar" ucap Azof di sebrang telepon.


"Azof aku akan menjelaskannya sendiri nanti kepada Raja Frederick,aku benar-benar sedang tidak ingin di ganggu" Jelas Gabriel.


"Baiklah ... tolong segera hubungi kami"


Di rumah Rose membeku di ruang tengah setelah mendengar berita itu dan tak terasa air mata jatuh membasahi pipinya yang putih.


"Kenapa aku harus menangis, aku dan tuan Gabriel tidak memiliki hubungan, dasar tidak tahu diri" . Rose menyadarkan dirinya sendiri didalam hati.


"Rose !!" Panggil Gabriel setelah melihat sosok gadis itu duduk diruang tengah, Rose segera menghapus air matanya.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskannya" ucap Gabriel dan duduk dibawah Rose.


"Apa yang harus di jelaskan tuan, duduklah di sampingku jangan seperti ini" kata Rose sembari memegang tangan Gabriel.


"jadi selama ini kamu tidak menganggapku apa bagimu?" tanya Gabriel sedikit kecewa.


"Lalu apa? aku hanya wanita biasa yang kebetulan memiliki nasib yang baik karena mendapat pertolonganmu, aku tidak berhak terhadapmu"


Mendengar itu Gabriel menggenggam erat tangan Rose kemudian memeluknya.


"Gadis bodoh ... tentu saja kamu memiliki hak itu, kamu satu-satunya yang berhak atas diriku, kamu wanitaku tidak ada yang lain" jelas Gabriel yang membuat perasaan Rose merekah seperti bunga, tangis haru meliputi dirinya didalam pelukan Gabriel.


"Berita itu??" tanya Rose kemudian.


Gabriel melepaskan pelukannya dan duduk disebelah Rose, dia melonggarkan dasinya dan kemudian menjelaskan situasi apa yang sedang menghimpitnya.


"Dulu waktu aku masih kecil,kami bertiga ayah ibu dan aku adalah keluarga kecil yang bahagia, bisnis ayahku terus melesat jauh menuju puncak kejayaan , dia sangat mencintai kami sebelumnya, tapi duniaku hancur ketika ayah memutuskan menceraikan ibuku demi wanita muda yang dikencaninya, ibuku pergi dan meninggalkanku bersama ayahku dan selingkuhannya itu, dan sampai saat ini aku tidak tahu dia dimana, Sampai suatu hari Amber memberitahuku jika ibunya bersamanya dan ibuku digunakannya untuk mengancam ku.

__ADS_1


Rose kemudian memeluk Gabriel dengan penuh kasih sayang dan berusaha menenangkan kekasihnya itu karena hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini.


__ADS_2