
Setelah kejadian itu, Luca semakin sering mengunjungi kedai milik Sarah.
Hari ini setiap hari rabu Luca datang mengunjungi Sarah.
"Hai Luca" Sapa Sarah
Luca langsung duduk dan memperhatikan Sarah yang sedang bekerja.
"Apa Bibi tidak lelah?" tanya Luca khawatir.
"Tidak ... Bibi senang bekerja seperti ini,sangat membosankan jika Bibi tidak melakukan apapun"
"Bibi kue penutup waktu itu sangat enak, bisakah aku memesannya untuk di bawah pulang?"
"Kebetulan kue itu adalah menu penutup hari ini, namanya kue tampouce"
"Aku sangat menyukainya"
"Baiklah aku akan memberikan gratis Untuk kamu makan dan bawa pulang" ucap Sarah dengan senyum yang mengembang.
"Tidak aku harus membayarnya, bibi sudah bekerja sangat keras"
"Hahaha kamu benar-benar dewasa" puji Sarah.
"Anggap saja ini hadiah pertemanan kita"
Sarah kemudian mengambilkan kue itu dan memberikannya kepada Luca.
Mata bocah itu langsung berbinar melihat kue yang ada di hadapannya.
"Makanlah" kata Sarah melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Luca mengangguk dan segera memakannya dengan lahap, Sarah sangat senang melihat Luca yang begitu menikmati kue buatannya.
Setelah memakan kue itu ,Luca kemudian berpamitan pulang.
"Bibi aku harus pulang,lain kali aku akan datang lagi"
"Baiklah ... Ini kue untuk kamu bawa pulang" Ucap Sarah sambil memberikan paperbag berisi kue tampouce.
Luca keluar dari kedai dan supir segera membukakan pintu mobil untuknya.
Di malam hari saat Gabriel pulang, dia terkejut saat melihat Luca yang menunggunya di ruang tamu.
"Luca ... Kenapa belum tidur?" tanya Gabriel sambul berjongkok di hadapan Luca.
"Aku menunggu ayah"
"Oh ya ... Lalu ini apa?" tanya Gabriel saat melihat paperbag di tangan Luca.
"Ini kue pemberian Bibi Sarah"
"Bibi yang menolongku ayah" jelas Luca
"Oh ... Kenapa dia memberimu kue?"
"saat aku hendak membayarnya dia menolak dan berkata jika ini hadiah pertemanan kita"
"Hmm baiklah ayo kita makan bersama-sama"
Gabriel menggendong Kuca ke ruang makan dan mengambil piring, dia mengeluarkan kue dari dalam tas dan meletakkan ke piring.
Luca kemudian menyendok kue itu dan menyuapi ayahnya.
__ADS_1
"Bagaimana menurut ayah kue buatan Bibi Sarah sangat enakkan?"
Gabriel mengangguk-angguk menikmati kue yang benar-benar enak dan lembut itu.
"Apa kamu sering ke sana?"
"Hmm ... Setiap Rabu aku ke sana,Bibi Sarah memiliki senyum yang sangat mirip dengan ibu"
Mendengar ucapan Luca, Gabriel langsung teringat senyuman Sarah yang dia pikir juga sangat mirip dengan Rose.
"Ayah juga berpikir seperti itu"
"Jadi ayah juga melihatnya?" tanya Luca penuh semangat.
"Hmm ...ibumu juga sangat ahli membuat kue"
"Iya ... Bibi Sarah dulu memiliki seorang putra namun dia meninggal" cerita Luca.
"Meninggal? Lalu dia hanya tinggal dengan suaminya sekarang?"
"Tidak ... Suaminya pergi , Bibi hanya bercerita sampai di situ dan terlihat sedih lalu berhenti menceritakan masa lalunya"
"Lain kali jika kamu datang lagi, ucapkan rasa terima kasih ayah padanya"
"Baik " jawab Luca sambil menguap.
Melihat Luca mengantuk, Gabriel kemudian menggendongnya ke kamar.
Rabu berikutnya Luca kembali ke kadai milik Sarah, Gabriel memeperhatikannya dari mobil, Sarah terlihat begitu sabar melayani Luca ,sesekali mereka tertawa bersama.
" Bibi ... Ayah berterima kasih atas kuenya dia bilang jika kue buatan Bibi sangat lezat"
__ADS_1
"Oh ya ... syurkurlah jika ayahmu menyukainya.
Setelah memperhatikan Luca dari jauh, Gabriel kemudian pergi dan menelepon supir Luca agar segera membawanya pulang.