
Ketika Gabriel hendak keluar rumah, bayi itu menangis begitu keras, Rose mencoba menenangkan namun bayi itu tetap menangis.
Gabriel yang mendengar sang bayi menangis secara naluriah menghampirinya dan menggendongnya dengan penuh kasih sayang, berada di dalam gendongan ayahnya, bayi itu seperti mengerti dan mulai terdiam, Gabriel dengan hati-hati menimang-nimang bayinya hingga terlelap.
Rose kemudian meminta Gabriel untuk membawa bayinya ke kamar, dia takut jika berpindah tangan lagi akan membuat bayinya terbangun.
Dengan senang hati Gabriel membawanya mengikuti Rose.
Di lantai atas Zact yang berdiri bersandar di depan kamar bayi ,terkejut melihat Gabriel yang mengikuti Rose di belakangnya dengan bayi di gendongannya.
Mereka saling bertatapan ketika mereka saling berhadapan, mata tajam keduanya seakan siap-siap untuk saling melukai.
"Ehem ...!!" Rose berdahem untuk membuat keduanya berhenti saling menatap dengan kebencian.
Gabriel kemudian masuk ke dalam kamar dan menidurkan bayi itu di kasurnya.
Sebelum pergi Gabriel menciumi anaknya dengan perasaan tidak ingin berpisah.
Rose hanya diam dan memperhatikan Gabriel dari belakang.
Gabriel kemudian pamit ,Rose pun mengantarnya hingga ke depan rumah.
"Rose terima kasih telah mengizinkan aku menemui malaikat kecilku" kata Gabriel.
"Iya itu memang hakmu"
"Baiklah ... Aku pulang" Kata Gabriel sambil melambaikan tangan.
Setelah Gabriel masuk ke mobil, Rose kemudian masuk ke rumah dan terkejut dengan Zact yang duduk menunggunya di ruang tamu.
__ADS_1
"Kamu mengejutkanku" Ucap Rose sambil memegang dadanya.
"Apa kamu senang bertemu dengannya hari ini" Ucap Zact cemburu
"hmm kamu kenapa?" Tanya Rose mendekati Zact.
Rose yang berdiri didepan Zact mengusap kepala Zact untuk menenangkannya.
Zact kemudian menarik Rose ke pangkuannya.
Kepalanya bersandar di dadanya dengan merajuk.
"aku kesal sekali melihat kalian berdua"
"Lucunya" Kata Rose gemas dengan Zact yang bertingkah kekanak-kanakan.
"Kamu harus membujukku"
"Karena aku memaksa" kata Zact mengencangkan pelukannya.
"Aku tidak mau"
"Baiklah kalau tidak mau kita akan begini semalaman" Kata Zact mengancam
"Bagaimana aku harus membujukmu"
"Kenapa bertanya?"
"Karena aku tidak pandai membujuk seseorang"
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan memberimu sebuah saran"
"Baiklah apa itu?"
"Berikan aku sebuah ciuman"
Di goda seperti itu membuat Rose langsung memerah dan mendorong Zact menjauh namun pelukan Zact lebih kuat.
"Apa kamu malu" Goda Zact lagi
"Ya kamu selalu senang untuk menggodaku"
"Apa seperti ini akan membuat mu semakin malu?" tanya Zact mendekatkan wajahnya pada Rose.
Wajah Rose semakin memerah di buatnya, telinganya pun terasa panas.
"Rose" panggil Zact dengan suara serak.
"Hemm" jawab Rose dengan menundukkan pandangannya.
Zact mengangkat dagu Rose dan mulai mencium bibirnya perlahan, Zact berhenti dan menatap mata Rose yang berbinar indah dan kembali mencium bibir Rose yang telah basah karenanya.
Rose menggantungkan kedua tangannya di leher Zact dan mulai membalas ciuman Zact yang semakin membara.
Karena setiap malam para pelayan kembali ke rumah tua yang terletak di belakang rumah utama jadi mereka bebas melakukan apapun tanpa ada yang mengawasi.
Mereka saling berbalas ciuman yang semakin memanas, Zact kemudian membaringkan Rose di sofa dan menindihnya dari atas, Zact memandang wajah Rose lekat-lekat ,Dia membelai wajah halus Rose dengan lembut, Zact kemudian memeluk Rose yang berada di bawahnya.
Dia benar-benar mencintai Rose dan sangat takut jika dia akan kembali kepada Gabriel.
__ADS_1
Dengan memeluknya seperti ini bisa membuatnya sedikit merasa tenang.