CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 73


__ADS_3

Berita penembakan Zact langsung menyebar dan mengguncangkan publik.


Banyak Fans yang sangat sedih dengan kabar buruk itu, seharusnya hari ini di penuhi dengan kebahagiaan, namun malah sebaliknya.


Pelaku penembakan telah di tangkap berkat cctv yang berada di resort.


Sedangkan Zact kini dalam keadaan kritis, Tembakan yang berasal dari punggung menembus hingga paru-paru.


Anna dan Clarkson berdiri cemas di depan ruang UGD.


Air mata terus mengalir, kekhawatiran dan kesedihan sangat dirasakan oleh ibunya.


Rose yang masih trauma tidak masih belum bisa di ajak berkomunikasi.


tubuhnya terus gemetar setiap ingatan tentang Zact yang tertembak membayanginya.


Camila menghubungi seorang dokter dan memeriksa keadaan Rose.


Dokter memutuskan untuk memberinya suntik penenang agar dia bisa beristirahat.


Setelah mendapat suntikan dari Dokter, Rose perlahan tertidur.


"Dokter apa dia baik-baik saja?" tanya Camila penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Ya dia masih syok jadi membuatnya seperti itu, jika dia terbangun usahakan jangan banyak memberinya pertanyaan dulu, biarkan dia beristirahat " pesan dokter sebelum pergi.


Di rumah sakit Anna dan Clarkson berbicara dengan dokter yang mengoperasi Zact.


Dokter berkata jika kemungkinan Zact selamat sangat tipis, dia harus mendapat donor paru-paru secepatnya karena paru-paru Zact rusak dan tidak mampu bertahan untuk waktu yang lama.


"Dokter ambil paru-paru ku" Kata Anna pasrah dengan air mata yang tak berhenti.


"Nyonya untuk usia anda itu sangat beresiko dan juga belum tentu paru-paru mu cocok dengannya"


"Dokter tolong carikan donor berapapun biayanya akan aku bayar"


"Aku akan berusaha nyonya, anda berdoa saja semoga Zact mendapat pertolongan dari yang di atas"


Dokter kemudian pergi meninggalkan Anna dan Clarkson.


"Tentu, mari kita berdua berdoa untuk kesehatannya ,dia lelaki yang kuat kamu tahu itu" Anna mengangguk yakin mendengar kata-kata suaminya itu.


Di malam hari Rose bermimpi melihat Zact dari kejauhan, dia mengenakan setelan jas yang di pakainya saat pernikahan, dia tersenyum ke arahnya, sangat manis, Rose yang senang melihatnya dalam keadaan baik-baik saja berlari mendekat, namun sekencang apapun dia berlari Zact tetap berada jauh dan tak bisa di dekati.


Peluh keringat membanjiri wajahnya, Rose tetap berlari meski Zact tak kunjung bisa di dekati.


Rose terbatuk-batuk di dalam mimpinya, dia kelelahan karena berlari sekuat tenaga.

__ADS_1


Dia melihat kearah Zact yang masih dengan senyuman manisnya, membuat Rose serasa mendapat energi tambahan ,dia kembali berlari dan kemudian terjatuh, dan saat terjatuh itu dia kehilangan Zact dari pandangannya lalu dia terbangun dari mimpinya dengan nafas tersengal-sengal.


Nuna yang tidur bersamanya ikut terbangun.


"Kak ... Kakak kenapa?" tanya Nuna khawatir setelah melihat Rose terbangun dengan keringat yang bercucuran.


Rose hanya diam dan terlihat bingung.


Nuna segera menuangkan air dan memberikannya kepada Rose.


"Kak minum dulu" Ucap Nuna sambil menyodorkan gelas berisi air.


Rose meminum air itu dan segera dia merasa lebih tenang.


"Apa kakak baik-baik saja?"


Rose tidak menjawab dan mal berbalik bertanya padanya.


"Apa Zact baik-baik saja?"


"Ah itu ... Aku belum mendengar kabar apapun"


"Bawa aku menemuinya" mohon Rose dengan menggenggam tangan Nuna.

__ADS_1


"Kakak ... Besok kita akan ke rumah sakit, lebih baik sekarang kakak beristirahat karena sekarang pun jika kakak datang ,jam besuk pun sudah habis"


Rose kembali berbaring meski matanya susah untuk terpejam karena dia tidur dari sore hingga malam efek obat penenang.


__ADS_2