
Gabriel memanggil pengawalnya untuk menyiapkan minuman lagi.
Zact duduk dengan terus menatap Gabriel yang terlihat sedang menikmati kebingungannya.
"Kenapa tiba-tiba mencarinya? Bukannya kamu tak memperdulikannya?" tanya Gabriel tajam.
"Aku bukan membiarkannya begitu saja, aku masih mencoba memahami semuanya, seminggu ini aku bahkan sangat sibuk karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggal begitu saja"
"Lalu ... Apa kamu tidak bisa menghubunginya sekali saja?" cecar Gabriel tanpa ampun.
"Aku bahkan tidak memiliki nomernya"
Gabriel mengernyitkan dahinya karena terkejut dengan hubungan yang aneh di antara Zact dan Letta.
"Apa kalian benar-benar sudah gila? Kalian bahkan tidur bersama dan tidak memiliki kontak satu sama lain? hubungan macam apa ini?"
"Bukankah Letta sudah bercerita padamu jika semua ini berawal dari ketidak sengajaan"
"Maksudmu Ketidak sengajaan yang kamu nikmati?"
Kata-kata Gabriel membuat Zact seketika bungkam.
"Biarkan dia menenangkan dirinya untuk sementara waktu" Ucap Zact sambil meletakkan gelas ke meja.
Pengawal membawakan minuman dan menuangkan ke gelas keduanya.
"Minumlah dan tenanglah,aku hanya ingin melihat keseriusanmu,jika kamu hanya main-main maka enyahlah sekarang juga"
__ADS_1
"Hmm ... Mungkin saat ini aku belum memiliki rasa pada adikmu, tanpa aku bicara kamu pasti tahu alasannya, tapi aku akan bertanggung jawab sebaik mungkin"
"Ya mungkin ini terdengar memuakkan untukku, tapi adikku terlalu menyukaimu, jadi selama kamu bertanggung jawab dan memperlakukannya dengan baik, aku akan berusaha menerimamu, tapi jika kamu menyakitinya lagi maka aku yang akan menghabisimu sendiri" Ancam Zact dengan senyum misterius.
"Ya aku tahu kamu bisa melakukan apapun itu, aku tidak akan banyak bicara dan akan membuktikannya"
Mereka berdua minum-minum semalaman hingga keduanya tertidur.
Keesokan harinya Zact terbangun dan memandang kesekeliling dan melihat Gabriel yang tertidur pulas.
Dia keluar dari rumah Gabriel dan segera pulang.
Di istana Letta menemani Sora berkeliling, gadis kecil itu memetik bunga-bunga indah yang ada di depannya.
Letta memperhatikan Sora kecil yang menggemaskan,dia berpikir gadis di hadapannya itu benar-benar beruntung, dia terlahir menjadi cucu seorang Raja dan memiliki ayah yang sangat baik dan juga kaya raya.
"Sora apa kamu mau bermain ayunan?"
Sora mengangguk dengan semangat, tangan kecilnya di penuhi dengan bunga² yang dia petik, Letta menawarkan untuk membawakan bunganya dan langsung saja Sora memberikan
Semua bunga di tangannya.
Letta membantu Sora naik ke ayunan dan mulai mendorongnya perlahan.
Tawa kecil terdengar dari mulutnya, melihat Sora yang nampak bahagia membuat Letta merasa lebih baik.
Di siang hari Gabriel melakukan panggilan Video dengan Letta karena sangat merindukan putrinya.
__ADS_1
Letta memangku Sora sehingga Gabriel bisa melihat dan bicara dengan jelas.
"Sora apa kamu melupakan ayah?"
"Tidak ..." Jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Sungguh?"
Sora menganggukkan kepalanya, dia turun dari pangkuan Letta dan mengambil bunga di keranjang lalu di tunjukan ke ayahnya.
"Ayah lihat" Ucap Sora dengan keranjang bunga di hadapnnya.
"Oh sangat cantik, apa kamu memetiknya sendiri?"
"Iya ... Ini untuk ayah"
"Terima kasih nak ... ayah ingin bicara dengan bibimu"
Letta kemudian muncul di layar dan mereka mulai mengobrol.
"Tadi malam Zact datang"
"Hah !! Sungguh?"
"Ya ... Dia mencarimu"
Seketika wajah Letta memerah dan merasakan hatinya meluap-luap mendengar Zact mencarinya.
__ADS_1