CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 51


__ADS_3

Hari ini Rose keluar rumah untuk pergi jalan-jalan,Karena Zact sibuk maka Rose di antar oleh supir.


Setelah sampai di pusat perbelanjaan ,Rose meminta supir untuk berhenti di sebuah toko bunga, dia teringat jika ruangan Zact belum banyak hiasan, jadi hari ini Rose berencana membeli barang-barang untuk ruangannya.


Rose melihat-lihat aneka bunga yang tertata indah,dia berhenti saat berada di depan bunga tulip putih, dia tertarik dan membelinya, saat dia menunggu pedagang menyiapkan bunga pesanannya, Rose yang melangkah mundur menabrak Seseorang, Rose spontan berbalik dan terkejut dengan sosok yang di tabrak nya.


"Gabriel!!" pekik Rose


Gabriel yang juga tak sengaja bertemu dengan Rose tak kalah terkejut dengannya.


Seketika Wajah Gabriel langsung berubah datar saat berhasil mengendalikan diri.


Saat keduanya hanya diam dan saling memandang, Pedagang itu memanggil Rose karena pesanannya telah siap.


"Nyonya pesanan anda telah siap"


Rose berbalik badan dan segera menerima bunga itu dan membayarnya.


Saat dia hendak pergi tangan Gabriel menahannya.


Rose mendongak menatap Gabriel yang jauh lebih tinggi darinya.


"Deg!!" jantung Rose terasa mau berhenti ketika Gabriel menariknya keluar dari toko dan membawanya masuk ke mobilnya.


Rose seperti di hipnotis yang mau saja di bawa Gabriel pergi dan tidak menolak sama sekali.

__ADS_1


"Kamu mau membawaku kemana?" tanya Rose tanpa menoleh.


Gabriel tak menjawab pertanyaannya dan menyuruh supir untuk segera mengemudikan mobilnya keluar dari pusat perbelanjaan.


Sepanjang perjalanan tidak ada satupun kata yang terucap, sampai akhirnya mobil berhenti di sebuah danau yang sepi.


Setelah mobil berhenti, seperti mendapat kode supir meninggalkan mereka berdua di dalam mobil dan pergi menjauh.


Tiba-tiba Rose merasa gugup duduk berdua saja dengan Gabriel.


perasaan canggung menyelimutinya, sudah lama mereka tidak duduk berdua sedekat ini.


"Katakan apa tujuanmu membawaku kesini" Tanya Rose membuka obrolan.


Mendengar ucapan Gabriel yang menusuk Rose seperti mendapatkan sebuah tamparan.


"Seperti itukah kamu menilai ku?" Rose menatap Gabriel dengan raut wajah tak percaya.


"Lalu bagaimana aku harus menilai mu, karena itulah nilaimu? kata Gabriel dengan mulut bergetar.


Rose tertawa menyembunyikan rasa sakit hatinya di tuduh seperti itu.


Dia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh, perasaan kecewa kini menghujam dirinya,


"Gabriel bukankah semuanya telah berakhir? kenapa kamu masih keras kepala, tidak semua harus berjalan sesuai keinginanmu!!"

__ADS_1


"Ya hubungan ini memang telah berakhir, namun kamu mengkhianati ku sebelum semuanya berakhir!!"


"APA MAKSUD MU AKU MENGKHIANATI MU!!


Teriak Rose marah.


"Anak ini" tunjuk Gabriel ke perut Rose yang besar.


Rose kemudian diam dan tidak mau melanjutkan perdebatan itu lalu memilih keluar dari mobil.


Rose berjalan menjauh dari mobil Gabriel dengan air mata yang mulai berjatuhan.


Supir yang telah kembali mendapat perintah untuk mengikuti Rose dan menyuruhnya untuk membujuk Rose masuk ke dalam mobil.


"Nona masuklah, di luar terik sekali" kata supir yang tak di gubris oleh Rose.


Gabriel menyuruh supir berhenti lalu dia turun dari mobil dan mengejar Rose dan langsung menggendongnya dan membawanya masuk ke mobil.


Meski Rose berteriak meminta untuk di lepaskan,Gabriel dengan keras kepala membawanya kembali.


Suasana di dalam mobil terasa sangat canggung, Gabriel dan Rose sama-sama tidak mau berbicara satu sama lain.


Ponsel Rose terus berdering namun dia tak menjawabnya, Rose sudah bisa menebak jika supirnya pasti telah memberitahu Zact jika dia telah menghilang.


Rose akan menjelaskan semuanya saat bertemu dengannya secara langsung .

__ADS_1


__ADS_2