
Demon telah pergi ke luar negeri, Sarah yang mulai menata hati ingin segera kembali ke kehidupannya seperti sedia kala.
Setelah makan malam Sarah meminta waktu Gabriel sebentar karena ada yang harus di bicarakan dengannya.
"Kamu mau bicara soal apa?" tanya Gabriel setelah mereka duduk di ruang tengah.
"Itu ... Saya ingin berterima kasih kepada anda, saya bingung harus membalas kebaikan anda dengan cara apa" kata Sarah jujur.
"Hmm ... Kamu hanya perlu hidup lebih baik dan menjadi lebih berani itu akan menjadi balasan yang setimpal"
"Saya akan berusaha" jawab Sarah mulai percaya diri.
"Bagus , apa hanya itu yang mau kamu sampaikan kepadaku?"
"Tidak, Saya ingin pulang karena Demon telah pergi jadi aku rasa tidak ada lagi alasanku untuk di sini"
Gabriel menoleh ke arah Sarah yang selalu menunduk saat mengobrol dengannya.
__ADS_1
Dia menyentuh dagu Sarah dan menolehkannya ke arahnya, dengan ragu-ragu dia melihat Gabriel, tatapan matanya yang dalam seakan membuatnya seperti akan tertarik dan masuk ke dalamnya.
Tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di bibir Sarah yang langsung membuat Sarah terkejut.
"Aku harap ini bisa menjadi salah satu alasanmu agar tetap di sini, putuskanlah besok" kata Gabriel pada Sarah yang masih terbengong-bengong mendapat ciuman yang begitu tiba-tiba darinya.
Gabriel kemudian meninggalkan Sarah karena mendapat sebuah telepon.
Sarah yang mulai sadar dari keterkejutannya memegang bibirnya yang masih basah oleh ciuman Gabriel.
Dia merasa seperti sedang bermimpi, seorang Ceo Zinx Group tertarik padanya yang berstatus janda.
Pagi telah datang, mata Sarah terasa berat karena semalaman terjaga dan mulai tertidur pada waktu subuh lalu terbangung pukul setengah tujuh, Sarah buru-buru mandi dan bersiap untuk ketemu dengan Gabriel untuk menyampaikan keputusannya.
Sarah membantu Luca dan Sora bersiap sebelum berangkat ke sekolah, dia dengan sabar menyuapi kedua anak itu, Gabriel terus menyaksikan betapa tulusnya Sarah melakukan itu semua,di dalam mata dan senyumnya hanya ada ketulusan.
Setelah mengantar Sora dan Luca ke mobil Sarah hendak berbalik dan masuk ke dalam rumah namun saat berbalik dia tak sadar jika Gabriel tepat berada di belakangnya sehingga membuat Sarah menabraknya.
__ADS_1
Gabriel lalu memeluknya dan seketika Sarah langsung gugup karena pelukan yang tiba-tiba itu.
"katakan apa keputusanmu" tanya Gabriel sambil terus memeluk Sarah.
"Tuan sebelumnya maaf tapi tidak bisakah anda melepaskan aku?"
"Tidak, aku tidak akan melepasmu" jawab Gabriel singkat.
"Pftuhh ... " Sarah menghela nafas berat sebelum menyampaikan keputusannya kepada Gabriel.
"Tuan aku akan menyampaikan keputusanku, aku akan kembali ke rumah , bukannya aku tidak tertarik atau gimana , aku hanya merasa kita terlalu jauh dan saya sama kali tidak berani walau aku benar-benar menginginkannya.
"Aku tidak akan memaksamu, jika kamu ingin kembali ke kehidupanmu maka lakukanlah, aku tidak akan keberatan dengan keputusanmu, aku masih bisa sering mengunjungi kedaimu.
"Terima kasih tuan" ucap Sarah yang langsung membuatnya merasa lebih tenang.
Gabriel kemudian melepas pelukannya itu dan mengantar Sarah ke rumahnya.
__ADS_1
Karena semua barangnya telah di siapkan sehingga tak perlu lama bagi sarah yang benar-benar ingin segera terbebas dari sangkar emas ini