
10 bulan kemudian ...
Hujan begitu lebat, gemuruh petir di langit saling bertarung memecah kegelapan malam, langit berkelap-kelip dengan datangnya petir.
Suara jeritan kesakitan terdengar dari kediaman Rowen.
Rose sedang berjuang untuk melahirkan, Zact menemaninya dengan setia, dokter dan suster membantu persalinan Rose yang sangat menyakitkan.
Peluh membasahi wajahnya, orang tua Zact menunggu di luar kamar dengan cemas.
Waktu terasa berjalan sangat lambat, Rose mulai kehabisan tenaga,namun dia terus berjuang untuk melahirkan putri yang sangat di tunggu-tunggu olehnya.
Dokter terpaksa harus merobek jalan lahir bayi dan akhirnya sang bayi bisa lahir dengan selamat.
Tangisan bayi perempuan pecah memenuhi kamar, orang tua Zact merasa sedikit lega mendengar tangisan bayi yang telah lahir.
Rose tersenyum mendengar tangisan bayinya, matanya yang sayu dan sulit terbuka dengan lebar menatap sang bayi yang berada di dadanya.
Zact yang sedari tadi menemaninya menangis terharu melihat perjuangan Rose, Zact mencium kening istrinya itu dengan penuh rasa terima kasih.
Zact memeluk keduanya,Rose terpejam dengan senyuman yang penuh kebahagiaan.
Setelah itu suster membawa sang bayi untuk di bersihkan,Zact membangunkan Rose namun tidak mendapatkan jawaban.
"Rose ... Sayang ... Bangun" panggil Zact berulang kali namun tidak mendapat jawaban.
__ADS_1
Ibu Zact yang memasuki kamar menanyai Zact yang sedang berusaha membangunkan Rose.
"Apa Rose tertidur?"
"Sepertinya ibu ... " kata Zact sembari terus membangunkan Rose, Anna yang menyadari ada keanehan pada Rose segera memanggil dokter.
Dokter segera datang dan memeriksa Rose, Anna mengusap-usap punggung Zact untuk menenangkannya.
Raut muka Dokter berubah panik setelah memeriksa Rose.
"Maaf tuan Rowen ... Istri anda ..."
Zact langsung menghampiri Dokter dan bertanya apa yang terjadi pada Rose.
"Katakan" kata Zact panik
Seperti tersambar petir ,Zact langsung syok mendapat kenyataan buruk itu.
Dia kemudian mencengkram jas Dokter dengan mata menyala-nyala.
"PERIKSA DIA BAIK-BAIK!!! JANGAN BICARA OMONG KOSONG!!!" teriak Zact, Clarkson langsung menarik Zact dan meminta maaf pada Dokter.
Anna kemudian bertanya dengan baik-baik kepada Dokter.
"Apa anda sudah memeriksanya dengan baik Dokter, aku mohon periksa dia lagi dan lakukanlah sesuatu untuk menyelamatkannya, aku mohon Dokter, selamatkan dia, jika dia benar-benar pergi putraku akan hancur" Ucap Anna dengan terisak.
__ADS_1
Dokter kemudian melakukan apa yang bisa dia lakukan namun Rose benar-benar telah pergi.
Zact langsung memeluk Rose dengan tangis yang pecah, seperti orang yang tidak waras Zact berteriak-teriak dengan histeris.
"Rose bangunlah ... Aku tahu kamu lelah dan kesakitan, tapi bangunlah, lihatlah putri kita sangat cantik, dia memiliki mata yang indah sepertimu" kata Zact dengan isak tangis.
Anna mencoba menguatkan putranya itu yang benar-benar tengah hancur itu.
"Zact kamu harus kuat demi putra-putrimu" kata Anna sambil memeluk putranya yang sedang memeluk Rose dengan tangis yang memilukan.
Setelah Dokter pergi, Zact duduk di samping Rose dengan terus memegang tangannya, Zact menciumi punggung tangan Rose dengan rasa tak percaya jika Rose benar-benar meninggalkannya.
Satu jam berlalu dan tiba-tiba tubuh Rose menjadi sangat kaku dan dingin.
Zact yang di temani ibunya melihat secara langsung perubahan tubuh Rose.
Rose yang meninggal dengan senyum kebahagiaan,kini kembali ke wujud asalnya menjadi sebuah boneka yang cantik.
Anna menganga tak percaya menyaksikan kejadian aneh dan luar biasa di hadapannya itu.
Zact yang tak kalah kaget melihatnya mencoba menenangkan dirinya dari keterkejutannya itu.
"Ibu sudah melihatnya, aku pun terkejut tapi inilah kebenaran Rose" kata Zact dengan air mata yang jatuh.
Anna yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya hanya bisa diam dan tidak bisa berkomentar.
__ADS_1
Zact kemudian menarik tangan ibunya dengan lembut dan menjelaskan cerita hidup Rose, Anna mendengar dengan seksama dengan tangis yang bercucuran, dia tidak menyangka menantunya memiliki kehidupan yang begitu tragis.
Anna memeluk putranya itu dengan perasaan yang campur aduk, begitu banyak kejadian yang mengejutkannya, belum siap dengan meninggalnya Rose, kini harus melihat kenyataan lainnya yang begitu di luar nalarnya.