CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 26


__ADS_3

Sebuah berita penangkapan seorang pengusaha besar bernama Darshon menggemparkan negri.


Kasus mengerikan yang di lakukannya pada seorang karyawannya yang dia bunuh secara keji,selain di bunuh wanita muda itu juga mengalami pel*c*han.


Rose yang melihat berita di kamarnya berkeringat dingin mengingat kejadian yang menimpanya.


Meski merasa lega karena Darshon telah di tangkap,trauma masa lalu masih menghantuinya.


Rose mengambil gelas berisi air di meja kecil dan sedikit tergesa-gesa meminumnya hingga tersedak.


"uhhuuk... uhhuukk!!" Rose terbatuk-batuk tangannya menepuk-nepuk dadanya pelan, air mata keluar dari sudut matanya.


Setelah berhenti batuk, Rose baru menyadari jika tertangkapnya Darshon bukan hal yang mudah.


Rose teringat jika Gabriel pernah berjanji akan membantunya hingga Darshon mendapatkan ganjaran yang setimpal.


Rose bangun dan segera berlari meninggalkan kamar dan meminta tolong supir Zact untuk mengantarnya ke rumah Gabriel.


Sesampainya disana dia segera berlari dan memasuki kamar Gabriel yang kosong.


Rose berjalan perlahan dan membelai benda-benda yang dilewatinya, dia sangat merindukan kamar ini , aroma yang sama yang begitu diingatnya.


Rose mengingat semua yang dilewatinya bersama Gabriel dikamar ini.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22:55 Gabriel belum juga pulang.

__ADS_1


Rose merasa lelah dan tertidur diranjang empuk milik Gabriel.


Tak lama setelah Rose tidur, Gabriel masuk ke kamar dalam keadaan mabuk.


Dalam gelap samar-samar Gabriel melihat sosok wanita tidur di ranjangnya.


Gabriel menggosok-gosok matanya ,dia takut itu hanya khayalannya yang sedang mabuk, dia merasa tidak percaya jika Rose sekarang berada di kamar dan sedang tertidur di ranjangnya.


Namun meski jika itu hanya khayalannya , Gabriel tidak mau kehilangan bayangan itu.


Dengan sempoyongan Gabriel berjalan mendekat ke ranjang.


Rose tampak jelas dan nyata membuat jantungnya berdegup tak karuan.


Gabriel naik ke ranjang dan berbaring menghadap ke posisi Rose yang tidur.


"Apa ini cuma khayalanku saja? jika iya biarkan aku memelukmu dan jangan menghilang".


Perlahan Gabriel memeluk tubuh Rose yang hangat, membuat Rose terbangun saat itu juga.


"Gabriel" panggil Rose dengan suara serak.


Mata Gabriel terbelalak mendengar suara Rose memanggilnya.


"Sepertinya aku benar-benar sudah mabuk berat, aku benar-benar merindukannya sampai mengkhayal jika dia sedang berada dalam pelukanku dan memanggilku" oceh Gabriel.

__ADS_1


"Ini benar-benar aku, kamu tidak sedang berkhayal" kata Rose sembari membelai pipi lelaki di hadapannya itu.


Gabriel langsung menggenggam tangan Rose yang sedang membelai pipinya lalu mencium tangan Rose dengan lembut.


"Rose jangan membuatku gila" kata Gabriel dengan mata berkaca-kaca.


Rose bingung harus menjawab apa dan yang bisa dilakukan hanya memeluknya erat-erat.


Gabriel yang akhir-akhir ini merasa tercekik dan sulit bernafas, sekarang seperti mendapatkan sebuah oksigen , dan saat ini perlahan mabuknya hilang perlahan.


Gabriel melepas pelukan Rose dan menatap wanita yang sangat di rindukannya itu.


Dia mencium bibir Rose penuh gaira dan Rose pun membalasnya dengan semangat yang sama.


mereka berciuman begitu lama membalas rindu yang terpendam.


Gabriel melucuti pakaian Rose dengan lembut dengan terus menciumi setiap jengkal tubuh indahnya.


Rose mengerang pelan dengan setiap sentuhan yang di berikan olehnya, Gabriel kemudian melepas bajunya sendiri dan tak sabar untuk memadu kasih dengan Rose.


Gabriel terus memberikan kenikmatan yang di rindukan keduanya.


Dari ujung rambut hingga ujung kaki Gabriel tak membiarkannya terlewat begitu saja.


Ketika miliknya sudah tak sabar lagi memasuki dan bersatu dengan tubuh Rose, Gabriel segera mengangkat kaki Rose dan perlahan memasukinya dengan tak sabar.

__ADS_1


Rose mengerang menikmati setiap gesekan yang di berikan Gabriel yang berawal perlahan dan di akhiri dengan gesekan yang cukup kuat dan mereka beradu dalam puncak kenikmatan yang sama lalu berpelukan semalaman.


__ADS_2