CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 58


__ADS_3

Setelah diam beberapa saat akhirnya Rose menyampaikan hal penting kepada Gabriel.


"Gabriel aku ingin kamu tahu akan satu hal"


"Apa itu?"


"Aku sudah memikirkannya matang-matang, Aku tidak akan memberikan nama belakangmu untuk bayi kita" putus Rose.


"Deg!!" Gabriel kaget mendengar keputusan Rose,namun dia tidak bisa berdebat tentang masalah itu, meski kecewa Gabriel menerima keputusan Rose.


"Tapi kamu berhak memberinya nama" Kata Rose yang membuat wajah Gabriel berubah yang tadinya masam menjadi cerah.


"Terima kasih Rose, ngomong-ngomong apa boleh aku melihat bayi kita?"


Mendengar permintaan Gabriel dengan wajah memelas membuat Rose tidak tega untuk mengatakan tidak.


"Baiklah aku akan membawanya padamu" kata Rose kemudian naik ke atas menuju kamar bayi.


Di sana ada Zact yang setia menjaganya, dia menyadari kedatangan Rose.


"Apa dia sudah pulang?"


"Belum, dia ingin melihat anaknya" Kata Rose mengambil sang bayi dan Zact segera menyingkir dari tempat tidur.


Meski merasa tidak terima ,Zact hanya bisa diam karena bayi itu memang milik Gabriel, Zact menatap Rose dari belakang yang meninggalkan kamar.

__ADS_1


Dari lantai bawah Gabriel sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari tangga, dia tidak sabar untuk melihat putranya, setelah sabar menunggu Rose muncul dengan menggendong bayi yang terbungkus selimut di tangannya.


Jantung Gabriel berdebar tak karuan ketika Rose berjalan semakin mendekat.


Gabriel langsung berdiri ketika Rose sudah berjarak 2 meter darinya dan melangkah mendekati mereka dengan tidak sabar.


Rose yang melihat Gabriel sangat antusias membuatnya terharu, akhirnya putranya bisa bertemu dengan ayah kandungnya.


Rose membantu Gabriel menggendong bayinya.


Dengan kaku Gabriel berusaha menggendongnya, dia merasa takut akan menjatuhkan bayinya.


"Duduklah, dan berusahalah lebih relax" kata Rose memberitahu.


"Dia sangat mirip denganku" Kata Gabriel dengan mata berkaca-kaca.


"Iya kamu benar, dia sangat mirip denganmu"


"Apa bayi sebesar ini ?" Kata Gabriel ketika menyadari bayinya begitu besar.


"Haha ya anakmu tumbuh begitu cepat dan sehat"


"Apa ini tidak apa-apa?"


"Hmm ini masih normal, dia lahir dengan berat badan 4 kg lebih,jangan khawatir, aku akan rajin mengecek kesehatannya pada dokter" kata Rose menenangkan.

__ADS_1


"Lihat matanya yang bulat dan besar, ini mirip sepertimu" kata Gabriel antusias


"Hmm ... Lalu bagaimana keadaan putrimu"


Mendapat pertanyaan tiba-tiba dari Rose tentang putrinya membuat Gabriel merasa sedih.


"Dia masih dalam pengawasan dokter"


"Dia pasti akan baik-baik saja, kamu harus menjadi ayah yang hebat untuknya" Kata Rose sambil memegang pundaknya untuk menguatkannya.


"Terima kasih, oh ya Rose apa aku bisa meminta bantuanmu?"


"Apa itu?"


Gabriel ragu-ragu mengucapkan keinginannya.


"Hmm ... Itu putriku membutuhkan donor ASI karena dia tidak mau susu formula, apa kamu mau , itu benar-benar akan membantunya melewati masa-masa di inkubator" kata Gabriel dengan wajah sedih.


Tanpa berpikir Rose langsung menyetujui keinginan Gabriel untuk menjadikan ibu susu bagi putrinya itu.


Meski Rose memiliki masa lalu yang buruk bersama ibunya, tidak ada alasan bagi Rose untuk tidak membantu bayi malang itu, selain merasa kasihan Rose juga di anugerahi dengan air susu yang melimpah.


Rose tidak tega setiap membayangkan jika hal itu terjadi pada putranya.


Setelah puas menggendong bayinya Gabriel kemudian pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2