CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 31


__ADS_3

Di negara Diamor Gabriel menemani Joanna yang sudah melewati masa kritisnya.


Joanna yang mulai membuka matanya tersenyum melihat Gabriel berada di sampingnya.


Gabriel menatapnya dengan datar tanpa ekspresi.


"Gabriel" panggil Joanna lemah.


"Hmm ... bagaimana kabarmu?" tanya Gabriel mencoba membuka obrolan.


" Aku merasa sangat baik saat melihatmu menemaniku"


"baiklah ... jika kamu telah merasa lebih baik, maka besok aku akan kembali ke Sanor"


"Ah ... maksudku aku masih sakit dan lemah tapi dengan kehadiranmu itu membuatku melupakan sakit ku" kata Joanna agar Gabriel tetap bersamanya.


"Aku harus memanggilkan mu Dokter" Ucap Gabriel bermaksud ingin keluar mencari udara segar karena bersama Joanna membuatnya merasa sesak.


Joanna hanya bisa diam melihat Gabriel meninggalkan ruangannya.


Gabriel berjalan ke taman rumah sakit, dia duduk di sebuah kursi kayu yang menghadap ke kolam ikan.


Dia mengeluarkan ponsel dan membuka galery photo, disana banyak foto-foto Rose yang di ambilnya secara diam-diam.


Melihat foto Rose membuatnya tersenyum lalu tersadar jika hubungannya telah berakhir dan itu membuatnya merasakan sakitnya kehilangan orang yang sangat dia cintai.


Gabriel lalu memutar Video kenangannya bersama Rose , tak terasa air mata menggenang di pelupuk matanya.


Dia segera menghapus air matanya sebelum orang lain melihatnya.


Tiga hari kemudian Joanna sudah bisa kembali ke rumah, Gabriel lalu berpamitan dengan Raja Frederick untuk kembali ke Sanor .


"Tuan Frederick aku harus kembali" kata Gabriel tegas.


"Baiklah Gabriel, kamu kembalilah , 2 minggu lagi kamu harus datang untuk pernikahan, aku akan mempersiapkan semuanya" jelas Raja Frederick.


Gabriel tak menjawab apapun dan hanya membungkuk tanda hormat lalu segera meninggalkan ruangan.


Joanna melihat kepergian Gabriel dari jendela kamar, tangannya seakan menyentuh Gabriel dari kejauhan.


Malam hari Gabriel sampai di Sanor,dia langsung menuju ke rumah Zact untuk bertemu dengan Rose.


Mobil Zact dan Gabriel berpas-pasan di pintu Gerbang, Zact dari arah timur dan Gabriel dari arah barat.


Gabriel lalu memundurkan mobilnya sehingga mobil Zact bisa masuk terlebih dahulu.


Setelah sampai di halaman , keduanya bersamaan turun dari mobil, Zact dan Gabriel saling menghampiri.


"Wah ... Tuan Rowen, ada angin apa tiba-tiba datang ke rumahku yang sederhana ini" Ucap Zact memancing amarah Gabriel.


"Beginikah caramu menyambut tamu?" kata Gabriel dengan tatapan tajam.


"Oh maafkan aku Tuan Rowen atas ketidak sopananku, mari kita masuk" Zact kemudian mempersilahkan Gabriel masuk ke rumahnya.

__ADS_1


Di ruang tamu Zact mempersilahkan duduk.


"Baiklah tuan Rowen anda ingin membicarakan hal apa?" tanya Zact sembari menuangkan anggur ke gelas Gabriel.


"Kamu tahu tujuanku kemari untuk apa, lebih baik tidak usah basa-basi!!" jawab Gabriel frontal.


"Hahaha anda benar-benar lucu" Kata Zact sembari meminum anggur di tangannya.


Tangan Gabriel mencengkram erat gelas berisi anggur menahan setiap emosi mendengar ucapan Zact.


"Aku akan menghancurkanmu seperti debu jika kamu menyembunyikan keberadaan Rose" Ancam Gabriel.


"Maka lakukanlah!!" tantang Zact tanpa takut.


"Di mana dia?"


"Bukankah anda Gabriel Rowen yang perkasa?? Cari sendiri dengan kekuasaanmu itu!!" Kata Zact lalu pergi begitu saja meninggalkan Gabriel yang mencengkram erat gelas hingga pecah dan melukai tangannya hingga berdarah.


Gabriel kemudian lari mengejar Zact lalu mencengkram dan menghajarnya.


Zact membiarkan dirinya di pukuli dan terus tertawa setiap mendapat pukulan yang mendarat di wajahnya.


"Lakukanlah apa maumu, Rose tidak akan pernah kembali!!!"


Mendengar ucapan Zact Gabriel yang sudah diliputi emosi seketika memberikan pukulan yang sangat keras dan seketika membuat Zact tak sadarkan diri.


Gabriel kemudian meninggalkan kediaman Zact begitu saja.


"Tuan Zact benar-benar orang yang baik dia bahkan tdk melawan, kita semua juga di larang ikut campur" keluh salah satu pengawal sembari membantu membawa Zact ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Keesokan harinya berita Zact masuk rumah sakit beredar di sosial media, penggemar Zact sangat terpukul mendengar kabar tersebut.


Di Rushamb Rose sedang membereskan toko dan mempersiapkan untuk acara pembukaan toko besok pagi.


Camila dengan nafas tersengal-sengal mendatanginya.


"Rose apa kamu sudah melihat berita?" tanya Camila.


"Bibi tenanglah dulu dan duduklah" kata Rose menenangkan Camila.


Rose kemudian mengambilkan segelas air putih untuk Camila, selesai meminumnya Camila kembali bertanya.


"Apa kamu telah mendengar berita tentang Zact?"


"Zact?? berita apa bibi? aku belum mendengar apapun" kata Rose dengan wajah bertanya-tanya.


"Nyalakan televisimu sekarang"


Rose lalu mengambil remote dan segera menyalakan televisi.


Berita Zact masuk rumah sakit di muat di beberapa channel stasiun televisi.


Di dalam berita yang Rose dengar Zact masuk rumah sakit namun belum di ketahui penyebabnya, wartawan yang datang tidak bisa masuk dan mencari informasi karena di jaga ketat oleh para pengawal.

__ADS_1


Tangan Rose bergetar menyaksikan berita itu.


"Rose apa kamu baik-baik saja" tanya Camila sembari menyentuh pundak Rose agar bisa mengendalikan diri.


"Bibi aku harus menelepon Ricky manager baru Zact"


Rose kemudian menelepon Ricky namun tidak ada jawaban.


Berulang kali mencoba menghubungi Ricky tidak ada satupun panggilannya yang di jawab.


Rose menghela nafas panjang , kekhawatiran di dalam hatinya kian menguat.


"Bibi panggilanku tidak di jawab, apa Zact baik-baik saja?"


Camila kemudian memeluk Rose agar saling menguatkan.


"aku yakin dia baik-baik saja, kita doakan saja agar tuhan selalu melindunginya"


Rose mengingat semua waktu yang di lewatinya bersamanya, Zact yang selalu membantunya ketika dalam kesusahan membuat Rose tak sabar ingin menemuinya dan memastikan bahwa Zact dalam keadaan baik-baik saja.


"Bibi Camila aku harus ke Sanor" Ucap Rose setelah berpikir sejenak.


"Rose lebih baik kita menunggu dulu kabar dari Ricky" Kata Camila.


Rose terdiam, tiba-tiba ponselnya berdering, Rose menatap ke arah layar ternyata Ricky yang menghubunginya.


"Hallo Ricky" Jawab Rose cepat.


"Hai Rose, apa kamu ingin menanyakan kabar Zact?"


"Benar ... aku ingin menanyakan apa dia baik-baik saja?" tanya Rose khawatir.


"Em ... itu Zact baik-baik saja, dia hanya perlu istirahat untuk beberapa hari" kata Ricky menjelaskan.


"Apa yang terjadi, kenapa sampai harus di rawat di rumah sakit?"


"Rose ... aku hanya ingin mengabarimu jika Zact baik-baik saja dan soal Zact kenapa? itu biar dia yang menjelaskan padamu"


"Baiklah ... Ricky tolong kabari aku tentang kesehatan Zact kedepannya"


"ok"


Panggilanpun berakhir.


"bagaimana Rose apa Zact baik-baik saja?"


"Iya bibi, dia baik-baik saja tapi Ricky tidak menjelaskan penyebab Zact sampai masuk rumah sakit" kata Rose sedih.


"Rose yang terpenting adalah Zact dalam keadaan baik"


"Bibi benar"


Rose kemudian di bantu Camila dan Nuna menyelesaikan persiapan untuk pembukaan toko besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2