CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 64


__ADS_3

Akhirnya setelah berjuang selama tiga bulan di rumah sakit, Sora bisa di bawa pulang dan hidup dengan normal.


Hari ini Gabriel menjemput Sora bersama suster yang akan menjaganya.


Gabriel sangat berterima kasih kepada Dokter yang telah berjuang bersama Sora.


"Dr kevin terima kasih atas kerja kerasnya" kata Gabriel sambil memegang tangan dokter penuh dengan rasa syukur


"Sora juga berjuang dengan sangat baik tuan Rowen, dia berhak mendapatkan ini semua, dia cukup lama menderita"


"Anda benar, dia sangat kuat seperti ibunya, dia terus berjuang sampai akhir"


"Anda beruntung memiliki Sora"


Gabriel kemudian berpamitan setelah suster telah membawa Sora keluar, pengawal pun membawa perlengkapan Sora yang telah di kemas di tas.


Mereka semua kemudian pergi dari rumah sakit dan segera membawa Sora pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Daisha yang telah menunggu kedatangan nona kecil sangat antusias ketika melihat Gabriel yang membawa putrinya dalam gendongan memasuki rumah.

__ADS_1


"Ya tuhan dia begitu cantik dan menggemaskan" kata Daisha setelah melihat Sora dari dekat.


"Apa kamu ingin menggendongnya?" tawar Gabriel


"Apa boleh?" tanya Daisha tak percaya


"Tentu ... bukankah kamu juga yang mengurusku sejak bayi"


Daisha mengangguk terharu, Gabriel kemudian menyerahkan Sora kepada Daisha.


Daisha dengan gembira menimang-nimang Sora yang memperhatikannya dengan ekspresi bingung.


Daisha kemudian membawa Sora ke kamar yang telah di siapkan khusus untuknya.


Kamar ini di design sendiri oleh Joanna sebelum meninggal, sehingga Gabriel memutuskan memberikan kamar untuk Sora sesuai dengan keinginan ibunya.


Sora yang tertidur di gendongan Daisha akhirnya di tidurkan di ranjang kecilnya.


Malam harinya Gabriel membawanya tidur bersamanya, suster yang menjaganya pun kagum dengan Gabriel yang benar-benar menjaga Sora dengan baik.

__ADS_1


Gabriel membawa Sora dan menyuruh suster untuk menyiapkan keperluan sang putri di kamarnya.


"Suster anda bisa menyiapkan keperluan Sora di kamarku, jika dia bangun aku bisa menyiapkan susunya dengan cepat"


Suster mengangguk dan membawa perlengkapan Sora ke kamar Gabriel, setelah itu suster kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Sora adalah bayi yang sangat pengertian, dia tidak rewel dan hanya menangis sesekali setiap haus ataupun kelaparan.


Gabriel menimang-nimangnya di gendongannya dengan penuh kasih sayang.


"Sora apa kamu belum mengantuk?" tanya Gabriel sesekali yang hanya mendapat respond dari sora dengan mengerucutkan mulutnya membentuk lingkaran.


Gabriel yang gemas menciumi putri kecilnya itu dengan lembut.


Karena mata Sora masih terbuka lebar dan belum menunjukan tanda-tanda akan tidur, Gabriel akhirnya membawanya ke kasur dan menceritakan hal-hal tentang ibunya.


"Sora kamu dengar ayah, aku akan menceritakan mu tentang ibumu" Kata Gabriel yang membuat Sora menatap ke arahnya seakan mengerti dan menantikan cerita tentang ibunya.


"Hmm ibumu sangat cantik begitu kata semua orang sedangkan ayah tidak bisa menilai tentang kecantikan wanita, yang ayah tahu hanya dia adalah ibu yang baik, meski kondisinya tidak baik, dia tetap berjuang untuk melahirkan mu, ibumu benar-benar berjuang hingga akhir, ayah sangat berterima kasih padanya karena telah memberikan putri yang menggemaskan , Dan Sora kamu harus menempatkan ibumu di dalam hatimu yang terbaik" kata Gabriel sambil menunjuk ke dada kecil Sora.

__ADS_1


__ADS_2