CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 115


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang berbulan-bulan,akhirnya Luca mau tinggal dengan Gabriel dan mulai memahami jika Gabriel adalah ayahnya.


Hak asuh telah sah di miliki Gabriel selaku ayah kandung Luca,Gabriel sangat berterima kasih kepada Zact yang telah berbesar hati memberikan hak asuh Luca.


Gabriel yang ingin menjalani kehidupan baru dengan kedua anaknya memutuskan pindah ke luar negri.


Letta dan Zact ikut mengantar mereka ke bandara, karena menangis semalaman,mata Letta bengkak dan akhirnya dia harus menutupinya dengan kaca mata.


"Kakak masih bisa mengurungkan niat untuk pindah ke luar negri" kata Letta sambil memeluk erat kakaknya.


"Tidak ... Aku harus pergi, aku akan mengembangkan bisnisku di luar negri, kamu harus jaga diri dan kesehatan dengan baik, kunjungi kami saat kamu ada waktu luang" kata Gabriel


Letta kembali menangis saat melihat kedua keponakannya yang begitu ia cintai harus berpisah dengannya.


"Kalian berdua harus sering menelepon bibi" ucap Letta pada Luca dan Sora.


Mereka akhirnya memberikan pelukan kepada bibinya itu.

__ADS_1


"Bibi aku akan merindukan Bibi" kata Sora yang membuat Letta terharu.


Letta memberikan sepasang gelang untuk mereka sebagai tanda kenang-kenangan.


Akhirnya mereka pamitan dan segera chek in, perjalanan akan memakan waktu selama tiga jam.


Gabriel merasa sangat beruntung karena kedua anaknya tidak rewel, mereka tertidur karenan perjalanan yang panjang.


Setelah tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara yalam, Distrik terbesar di negara Tirnas.


Anak buah Gabriel telah menunggu mereka dan sangat antusias ketika mendapat tugas menjemput Gabriel.


Luca dan Sora tertidur sepanjang perjalanan dan saat sampai di rumah, Luca terbangun dan memperhatikan sekeliling yang nampak asing.


"Ayah kita ada di mana?" tanya Luca sambil menggossok matanya.


"Ini rumah baru kita, ada apa? Apa Luca tidak suka?"

__ADS_1


"Tidak ... Aku hanya bertanya karena tempat ini asing untukku"


Gabriel mengusap kepala putranya itu dengan lembut dan membawanya masuk kedalam rumah.


Seminggu kemudian Gabriel memasukan Luca sekolah.


Gabriel mendaftarkan Luca ke sebuah taman kanak-kanak yang berada di pusat kota milik yayasan Anora class yang sangat terkenal di negara ini.


Luca malu-malu memasuki kelas di antar oleh Miss Yasna, dia memperkenalkan Luca kepada anak-anak lain.


Luca yang cukup pendiam hanya menunduk malu tidak berani memandang sekelilingnya, Gabriel yang memperhatikan dari jauh sangat khawatir dengan putranya itu, namun kepala sekolah meyakinkannya jika itu hanya sebuah proses awal anak memasuki suasana dan tempat baru, kepala sekolah berkata jika semua akan baik-baik saja saat Luca sudah mulai terbiasa dan memiliki banyak teman.


"Tuan Rowen tidak perlu khawatir, hal seperti ini sangat wajar terjadi ketika anak datang ke tempat baru, karena mereka sedang menyesuaikan diri, tiga atau empat hari ke depan suasananya akan berubah seiring dia yang bisa menyesuaikan diri, maka yang perlu kita lakukan terus mendukung dan meyakinkannya jika banyak teman yang baik dan guru-guru akan membimbingnya dengan sabar"


"Ah baiklah ... Mungkin ini adalah pengalaman pertamaku jadi aku sedikit berlebihan mengkhawatirkannya"


"Ya terima kasih karena anda telah memilih menyekolahkan putra anda di yayasan ini, Kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mendidik anak-anak"

__ADS_1


"Ibu kepala sekolah sepertinya saya harus segera pergi"


Ibu kepala sekolah mengangguk dan Gabriel segera pergi mengecek persiapan pabrik baru, Luca akan diantar dengan bus sekolah sehingga Gabriel bisa fokus dengan pekerjaanya.


__ADS_2