CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 16


__ADS_3

Setelah mandi bersama ,Rose membantu Gabriel mengeringkan rambut.


"Kekasihku sudah pintar merawatku, aku seperti menjadi bayi lagi" Ucap Gabriel memuji.


"Kamu memang Bayi besarku" Jawab Rose terus mengeringkan rambut Gabriel.


"Apa bayi besar ini perlu minum susu?" Goda Gabriel


"Bukannya bayi besar ini habis menyusu???" Rose membalas.


Mendengar jawaban Rose yang berani membuat Gabriel tak tahan menarik Rose ke pangkuannya.


"Jadi apa boleh bayi besar ini menyusu lagi" kata Gabriel dengan tatapan menggoda, panik Rose segera bangun dari pangkuan Gabriel.


"Gabriel cukup main-mainnya!!" Ucap Rose segera menjauh dengan wajah memerah seperti tomat.


"Pfft ... kenapa kamu menjauh Rose, bayi besarmu ini sudah siap menyusu"


"Gabriel!!!" Teriak Rose sambil melotot dengan menutup telinganya tak mau mendengar Gabriel terus menggodanya.


Gabriel tertawa puas dan berjalan mendekati Rose.


"Baiklah Rose aku harus segera pergi, besok aku akan kembali secepatnya" Pamit Gabriel tak lupa memberikan ciuman untuk Rose.


"Berhati-hatilah dan segera kembali" pesan Rose sebelum kekasihnya itu pergi.


Di Hotel miliknya Gabriel telah membuat janji dengan Amber white.


Di sana Gabriel telah menyiapkan rencananya secara matang.


Setelah menunggu di kamar kurang lebih 15 menit, Amber datang dengan wajah penuh kegembiraan.


"Sayang " Kata Amber sambil mencium pipi Gabriel, Perasaan jijik segera merasuki Gabriel, ingin sekali dia mengelap bekas ciuman wanita itu, namun dia harus bertahan dan terus berakting.

__ADS_1


"Aku senang kamu berinisiatif menghubungiku, aku harap ini bukan sebagian dari rencanamu untuk menjebakku" Ucap Amber waspada.


"Kamu bisa mengecek ruangan ini"


"Aku mempercayaimu honey " ucap Amber sembari duduk dan membelai wajah tampan Gabriel,sementara itu Gabriel mencengkram kursi menahan rasa muak nya.


Amber meletakkan tasnya dan tetap di pangkuan Gabriel.


Sekarang Amber berusaha menarik perhatian Gabriel dengan membuka jaketnya , dadanya yang besar menyembul di balik pakaian seksinya yang tipis.


Amber mengalungkan tangannya di leher Gabriel dan menatapnya dengan penuh godaan.


Gabriel segera mengangkat Amber ke ranjang dan membuat wanita itu sedikit terkejut.


"Malam ini milikmu" Ucap Gabriel di telinga Amber , Di ranjang yang empuk itu Amber memeluk erat Gabriel .


Gabriel segera berbaring dan menyuruh Amber naik ke atas tubuhnya.


Tanpa ragu dan senang hati Amber langsung naik ke tubuh Gabriel dan tangannya mulai meraba mesra wajah tampannya.


"Apa diriku tidak cukup membuatmu fokus sayang?" bisik Gabriel di telinga Amber.


"Aku hanya fokus padamu tentunya , apalagi ini adalah waktu yang indah untuk kita berdua" Ucap Amber sembari melepaskan kancing kemeja Gabriel.


Pengawal dengan hati-hati memasang alat penyadap itu dan Gabriel terus memerankan bagiannya.


Tubuh kekar Gabriel dan dada bidangnya membuat Amber tak kuasa melihatnya.


" ini sempurna" Ucap Amber sembari merabanya dan mulai menciumi leher Gabriel.


Gabriel terus berakting dengan sedikit erangan keluar dari mulutnya membuat Amber tak sabar.


Amber telah menanggalkan baju atasannya dan meninggalkan rok pendeknya saja .

__ADS_1


Dadanya yang besar nampak menantang namun Gabriel berusaha fokus pada tujuannya.


Akhirnya pengawal itu selesai dan segera meninggalkan kamar.


Gabriel menarik Amber berbaring dan berpindah posisi di atas.


Amber sudah siap dan sudah tidak sabar lagi untuk bersatu dengan Gabriel, namun tiba-tiba Gabriel sakit perut dan berlari ke kamar mandi.


Amber nampak kecewa merasa di gantung oleh Gabriel begitu saja.


Setelah 10 menit bolak-balik ke kamar mandi Gabriel akhirnya berhenti dan berjalan dengan gontai ke kasur.


" Amber maafkan aku , perutku sakit sekali, aku tidak bisa melakukannya hari ini, lain kali kita kan melakukannya lebih bik lagi, sekarang aku harus menemui dokterku" Ucap Gabriel berakting dengan terus memegangi perutnya.


" tidak apa-apa, apa aku harus mengantarmu?"


" Tidak perlu repot aku akan di antar oleh supir, pulanglah aku akan mengirimimu sebuah hadiah sebagai tanda permintaan maafku"


" kamu tidak perlu melakukannya , jaga dirimu baik-baik , aku akan pulang" . Amber turun dari ranjang dan segera memakai kembali bajunya dan merapikan diri sebelum pergi.


Setelah Amber pergi, Gabriel segera mandi dan membersihkan diri dari aroma Wanita itu.


Dengan jijik Gabriel membersihkan tubuhnya dengan menggosoknya berulang kali sampai membuat kulitnya memerah.


Setelah mandi pengawal tadi kembali dengan membawa sebotol anggur.


"Tuan semua beres dan berjalan dengan baik" Ucap pengawal sembari menuangkan anggur ke gelas Gabriel.


"Kerja bagus, kamu akan mendapat bonus dariku" Ucap Gabriel lalu meminum segelas anggurnya dengan sekali tegukan.


"Terima kasih tuan"


"Hmm ... terus awasi wanita itu" perintah Gabriel tegas.

__ADS_1


Pengawal mengangguk patuh dan terus mengisi gelas yang kosong setelah di tenggak ole Gabriel.


__ADS_2