
Beberapa hari ini Joanna berdiam diri di villanya, dia menunggu informasi mengenai keberadaan Rose.
Jari-jarinya yang indah mengetuk-ngetuk meja menunggu telepon dari Gary.
Layar ponselnya menyala sebuah pesan gambar masuk.
Joanna segera mengetuk gambar itu, sebuah foto lelaki tampan.
Tak lama sebuah pesan chat masuk dari Gary.
"Anda mengenal orang ini?"
"Ya ... dia seorang yang terkenal di dunia hiburan, kenapa kamu menanyakannya?"
"Dia ada hubungannya dengan gadis itu, sepertinya dia pernah bekerja dengannya"
"terus apa hubungannya dengan keberadaan gadis itu?"
"Tentu saja mereka ada hubungannya, Tuan Rowen pernah menghajarnya sampai masuk rumah sakit"
Joanna sedikit terkejut karena Zact saat ini sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan Gabriel.
"Ya pasti alasannya adalah gadis itu" pikir Joanna.
di Rushamb Zact sedang berpamitan kepada Rose ,Camila dan Nuna.
"Bibi Camila jaga mereka berdua untukku" kata Zact meminta tolong dengan tulus.
"Tentu, jaga dirimu baik-baik dan berhentilah menjadi berandal anak nakal" kata Camila sambil menjewer pelan telinga Zact.
Rose dan Nuna tertawa melihat Zact yang di perlakukan Camila seperti anak kecil.
"Baiklah aku harus kembali ke Sanor sekarang" pamit Zact.
"Zact tunggu dulu aku telah menyiapkan sesuatu yang bisa kamu makan di perjalanan" kata Rose kemudian berlari masuk ke toko dan kembali membawa paper bag besar berisi kue dan minuman.
"Wah kamu sungguh-sungguh menyiapkan ini semua , aku terharu"
"Sudah cukup dengan mulut manismu itu, pergilah" kata Rose menahan tawa.
"Lihat bibi Camila, Rose mengusirku". rengek Zact seperti bocah.
"Aku juga akan mengusirmu!!"
"Aku juga akan mengusir kakak" kata Nuna menirukan Camila dan Rose.
"Apa-apaan kalian sekarang sudah bersekutu? sudahlah aku akan pergi" kata Zact pura-pura marah.
Camila segera memeluk Zact ,Nunapun melakukan hal yang sama.
Tinggal Rose yang berdiri mematung memperhatikan mereka yang saling berpelukan.
"Kakak Rose ke sinilah" Ajak Nuna membuat Zact dan Rose tiba-tiba canggung.
"Sudah-sudah aku sudah harus pergi dah" Zact berlari ke mobil dan meletakkan paper bag di bangku penumpang.
Zact sengaja menghindar agar tidak semakin canggung.
Mobil Zact melesat meninggalkan mereka bertiga.
"Hah Zact sangat menyukai pekerjaannya ,sehingga dia tidak mau berlibur lama" keluh Camila.
__ADS_1
"Dia harus menjalankan kontrak-kontrak yang sudah di tandatangani bibi, jadi maklumilah" kata Rose menjelaskan.
"Hmm ... Rose,Nuna aku harus kembali, Bob pasti kesulitan menjaga kedai sendirian"
"Baiklah bibi" jawab Rose
Camila kemudian pergi, tinggal Rose dan Nuna, mereka masuk ke dalam toko lalu duduk sembari menunggu pengunjung datang.
"Kak menurutmu kakak Zact orang seperti apa?"
Mendapat pertanyaan mendadak seperti itu membuat Rose diam sesaat untuk berpikir.
"Hmm ... Zact adalah orang yang tulus, dia benar-benar baik, dia laki-laki yang penuh keberuntungan"
"Kenapa kak Rose tidak tertarik dengannya?? apa menurut kakak dia kurang tampan?"
"kenapa tiba-tiba kamu menanyaiku banyak hal tentang Zact?" Rose bertanya balik.
"Ah aku hanya senang melihat kalian bersama" kata Nuna jujur.
"Begitu ya, ayo kembali bekerja, pengunjung mulai berdatangan"
Rose kemudian berdiri dan menyapa para pengunjung.
Jam dua siang Zact sampai di Sanor, dia langsung pergi ketempat pemotretan.
Ricky yang sudah menunggunya segera menghampirinya saat melihat sosok Zact berjalan santai.
"Ada yang mencarimu" kata Ricky memberitahu.
"Hmm siapa?" jawab Zact malas.
"Putri Joanna"
"Ada apa dia mencariku, apa ada pekerjaan?
"Saya kurang tahu, tapi dia menunggu di ruanganmu sejak tadi.
Zact menyuruh Ricky tidak mengikutinya, dia kemudian berjalan menuju ruangannya.
Di sana duduk seorang wanita super cantik yang sedang duduk mengenakan kaca mata hitamnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Zact saat sampai di ruangannya.
Joanna mendongak dan membuka kaca mata hitamnya.
"Ya aku di sini karena mau meminta bantuan padamu" kata Joanna terus terang.
Zact kemudian duduk di sebelah Joanna yang sedang memperhatikannya.
"katakan apa yang anda inginkan"
"Rose!!" jawab joanna singkat namun cukup membuat detak jantung Zact terpompa.
"Apa maksudmu?"
"Simpan baik-baik gadis itu , jika Gabriel bisa menemukannya maka aku akan menghabisinya"
Mendengar ancaman itu, Zact hanya terdiam, Joanna kemudian berdiri dan meninggalkan Zact yang diam tanpa kata.
Dia tidak habis pikir kenapa mereka semua terus saja mengusik kehidupan Rose.
__ADS_1
Seminggu kemudian Zact kembali ke Rushamb, di dalam perjalanan dia melihat sebuah mobil mewah tengah mengikutinya.
Dia mencoba memperlambat laju mobilnya, mobil yang mengikutinya pun ikut memperlambat mobilnya.
Zact terus mengawasi dari kaca, melewati tikungan Zact melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mobil itupun ikut memacu kecepatannya.
Saat di jalan yang cukup luas Zact berbalik arah dan membuat si pengemudi itu terkejut dan langsung mengerem mendadak,
Mobil Zact pas-pas berhenti satu jengkal dari mobil itu.
Zact keluar dari dalam mobil dan menghampiri mobil itu dengan langkah lebar.
"Keluar!!" teriak Zact
Tak lama kemudian pintu mobil terbuka dan sosok tinggi ramping keluar dari mobil.
"hah !!!" Zact menghela nafas kesal setelah melihat siapa orang yang mengikutinya.
Joanna berdiri angkuh di hadapan Zact dengan senyum tanpa dosa.
"Kenapa mengikuti ku!!!"
"Apa lagi, kamu sudah tahu jawabannya"
"Apa anda begitu panik dengan gadis sederhana itu?? gadis yang tidak pernah mengganggumu?"
"Dia mengambil yang bukan miliknya"
Zact lantas tertawa mendengar jawaban Joanna.
"Dia tidak pernah merebut apapun darimu, tapi sebaliknya, jika anda tidak mau Rose kembali kepada Gabriel maka jangan mengusiknya!!"
Zact kemudian pergi meninggalkan Joanna yang nampak sangat kesal dengan ucapan Zact.
Di depan toko Rose menunggu Zact , mereka sudah janjian untuk pergi jalan-jalan.
Mobil Zact berhenti di dalam toko, Rose kemudian mendekat ke mobil, kaca pun di turunkan sehingga Zact dan Rose bisa saling melihat satu sama lain.
"Apa kamu mau mampir terlebih dahulu?"
"Kita langsung pergi saja, masuklah"
Rose kemudian masuk ke dalam mobil.
"Kamu tampak lelah" kata Rose saat melihat lingkar hitam di sekitar mata Zact.
"Iya sedikit,aku susah beristirahat di Sanor, mungkin aku sudah merasa terikat di sini" jelas Zact.
"Apa ada masalah??" tanya Rose khawatir.
"Tidak, pekerjaanku berjalan lancar, seminggu ini aku telah menyelesaikan pekerjaanku jadi aku bisa cuti sekarang" kata Zact senang.
"Pantas saja kamu terlihat kelelahan"
"Ini sebanding dengan yang aku dapatkan, selain mendapat uang aku juga mendapat liburan panjang"
"Baiklah ... sekarang kamu mau membawaku ke mana??"
"Rahasia ! nikmati saja perjalanan ini, bukankah pemandangannya sangat indah?"
Rose kemudian menengok ke arah luar, angin berhembus menerpa wajahnya, rambutnya yang terurai tersibak memperlihatkan lehernya yang putih dan indah.
__ADS_1
Zact yang tak sengaja melihatnya langsung tersipu dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya.