
Rose dan Zact sampai di sebuah gedung tinggi,sebuah logo besar inisial "BE" terpampang megah.
Rose takjub dengan bangunan yang menjulang tinggi di hadapannya itu.
"Zact kenapa kita berhenti di gedung ini?" kata Rose terus mengamati sekitarnya.
"Ini adalah hasil kerja kerasku selama 10 tahun di dunia hiburan"
Rose langsung melongo mendengar pengakuan Zact.
"Kamu benar-benar luar biasa" puji Rose penuh kekaguman.
"Semua tidaklah semuda yang di bayangkan, aku harus mengorbankan banyak hal untuk mewujudkan ini semua"
"Apa kamu tidak lelah melakukannya selama 10 tahun?"
"Ya aku lelah, terkadang aku bosan, tapi semangatku datang setiap aku mengingat mimpiku" kata Zact sembari tersenyum.
"Kamu melakukannya dengan sangat baik"
"terima kasih Rose, sebentar lagi aku akan pensiun dan menikmati kerja kerasku ini, aku yang bisa di bilang tidak pernah istirahat normal, sebentar lagi akan merasakannya dengan nyaman"
"Zact kamu benar-benar orang yang penuh kejutan"
"Baiklah ayo kita masuk, meski ini baru 80% tapi aku ingin menunjukkan padamu sebagai orang pertama"
Mendengar itu Rose tiba-tiba terharu, ternyata selain Gabriel ada juga orang baik seperti Zact.
Mereka berdua memasuki gedung , di sana masih banyak pekerja bangunan yang berseliweran.
Mata Rose menyapu setiap sudut ruangan, dia mengagumi arsitektur bangunan ini.
"Zact ini indah, bahkan tidak terlihat seperti tempat kerja yang membosankan, karyawanmu nanti pasti akan merasa nyaman di sini"
"Ya aku ingin perusahaan ku menjadi rumah ke dua bagi mereka juga aku"
"Apa kepanjangan dari "BE" logo perusahaan mu itu" tanya Rose saat berhenti di ruangan besar dengan logo besar.
"Ini aula, B di ambil dari nama belakangku Brian dan E adalah Enterprise" jelas Zact dengan senang hati.
Mereka kemudian memasuki ruangan milik Zact yang sudah 100% rampung.
Pemilihan warna Hijau emerald dan Gold menjadikan ruangan itu terasa nyaman dan mewah.
"Duduklah " Zact mempersilahkan Rose.
Rose duduk dan sesekali memperhatikan benda-benda yang menghiasi ruangan Zact.
"Apa itu ibumu?" Tanya Rose saat melihat Foto perempuan paru baya di meja kerja Zact.
"Ya dia ibuku"
"Dia sangat cantik dan terlihat awet muda"
"Hahaha kamu benar, ibuku beruntung memiliki paman Clarkson yang sangat mencintainya, mungkin karena hidup bahagia menjadikan dia awet muda"
"Aku iri mendengarnya"
__ADS_1
"Aku juga iri, aku berharap memiliki pasangan yang bisa membuatku bahagia begitu sebaliknya"
"Ya semoga kita bisa menemukan seseorang itu" kata Rose sungguh-sungguh.
"Ibuku mengundang kita ke rumahnya , apa kmu keberatan?"
"Tentu tidak , aku sangat senang mendapat undangan dari ibumu, aku mau belajar banyak darinya" kata Rose antusias
"Apa kamu mau belajar mencari pasangan darinya?" tebak Zact asal
"Hah yang ada di otakmu dari tadi itu saja, apa kamu sedang jatuh cinta?"
Mendapat pertanyaan itu Zact tiba-tiba merasa gugup.
"Ah sudahlah ... mari kita berkeliling lagi"
Mereka berdua berjalan ke gedung yang lain.
"Lalu gedung ini untuk apa?"
"Ini Stasiun televisi aku bekerja sama dengan suami ibuku untuk perusahaan ini"
"Wah kalian benar-benar orang kaya" Ucap Rose takjub.
"Ini bukan masalah kaya tidaknya, aku membutuhkan stasiun televisi ini untuk salah satu sarana pemasaran ku"
"Ya kamu benar , jika pemasaran di lakukan oleh perusahaan sendiri maka biaya yang di keluarkan bisa lebih hemat" kata Rose mulai memahami tujuan Zact.
Setelah puas berkeliling mereka memutuskan untuk mampir ke rumah ibu Zact.
Di sana ibu Zact sudah menghidangkan banyak makanan juga kue-kue buatannya sendiri.
"Hallo bibi aku juga sangat senang dan berterima kasih telah mengundangku ke sini"
"Baiklah Zact bawa Rose masuk ,aku akan memanggil Clarkson"
Rose masuk bersama Zact , Rumah ini sangat terlihat hangat dan nyaman.
Ibu Zact menatanya dengan baik.
Anna dan Clarkson turun dari tangga , Zact langsung menghampiri Clarkson dengan sopan.
Clarkson memeluk putra tirinya itu dengan kasih sayang yang tulus.
"Apa dia yang bernama Rose?" tanya Clarkson.
"Iya paman , aku harap dia mau masuk agensiku" kata Zact mengejutkan Rose.
"Baiklah mari lanjutkan obrolan sambil makan malam" Ucap Anna mengajak segera ke ruang makan.
Di ruang makan mereka semua duduk dan pelayan dengan sigap menyajikan makanan di piring masing-masing.
"Apa kamu berminat masuk agensi Zact Rose?"
"Ah itu ... bibi aku tidak memiliki bakat seperti putramu, aku sangat gugup di depan kamera"
"Ibu dia pernah jadi model iklan denganku dan hasilnya sangat luar biasa" puji Zact membuat wajah Rose memerah.
__ADS_1
"kamu pasti bisa , coba saja terlebih dahulu'' kata Anna meyakinkan.
"Rose aku ingin membuat progam masak dan sepertinya itu sangat cocok untukmu"
"Sepertinya aku harus memikirkannya terlebih dahulu" putus Rose kemudian.
Mereka kemudian menyelesaikan makan malam lalu beristirahat untuk perjalanan esok hari.
Anna mengantar Rose menuju kamar yang telah di siapkan olehnya.
"Bibi terima kasih atas makan malam dan sekarang anda repot-repot menyiapkan kamar untukku menginap"
"Aku sangat senang, dulu aku ingin sekali memiliki seorang putra dan putri, tapi tuhan hanya memberiku seorang putra jadi biarkan aku merasakan memiliki seorang putri hari ini" kata anna dengan penuh ketulusan.
Rose kemudian memeluk Anna tanpa sadar.
"Ah maaf bibi aku jadi terharu mendengar bibi berkata seperti itu" kata Rose setelah melepas pelukannya.
"Baiklah istirahatlah, besok aku akan memberimu sesuatu".
Rose mengangguk dan masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan segera beristirahat.
Ibu Zact benar-benar baik hati, dia bahkan telah menyiapkan baju tidur dan baju ganti untuknya.
Setelah mandi Rose langsung terkapar di kasur dan tidur sangat nyenyak sampai ponselnya berdering pun dia tidak mendengarnya.
Keesokan harinya setelah sarapan, Ibu Zact memberikannya sebuah buku resep kue dan berbagai makanan miliknya.
Rose menerimanya dengan senang hati dan membaca beberapa lembar sebelum bertanya.
"Bibi apa anda menulis semua resep ini sendiri?
Anna mengangguk dengan senyum yang tak pernah lepas darinya.
"Bibi ini pasti sangat berharga untukmu" kata Rose merasa tidak enak menerimanya.
"Manfaatkan buku itu sebaik mungkin, aku sudah lama tidak melakukan itu semua , baru kemarin aku memasak lagi untuk kalian dan lagi aku sudah hafal di luar kepala semua resep itu" kata Anna sambil memegang pundak Rose.
Setelah berbicara dengan Clarkson, Zact menyusul Rose dan ibunya.
"Ibu aku dan Rose harus kembali ke Rushamb"
"Baiklah hati-hati"
Mereka kemudian saling berpelukan dan kemudian Rose dan Zact menuju mobil dan mulai perjalanannya.
Di jalan Rose membuka ponselnya dan mendapati panggilan tak terjawab semalam dari Gabriel, wajah Rose nampak terkejut.
"Ada apa?" tanya Zact saat melihat Rose seperti itu.
"tidak ... tidak apa-apa " kata Rose segera memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.
Di sepanjang perjalanan Rose hanya terdiam dan pura-pura tidur agar tidak mendapat pertanyaan lagi dari Zact.
Jam pukul 15:05 mereka sampai di Rushamb.
Keduanya terkejut melihat sosok yang sangat mereka kenali.
__ADS_1
"Apa kita harus berputar dan pergi ?" Tanya Zact pada Rose yang terdiam penuh keterkejutan.