CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 15


__ADS_3

Malam hari Gabriel duduk di kursi sudut kamarnya, setelah berpikir dengan jernih segera ia menelepon asisten Raja Frederick.


"Halo Tuan" jawab Azof di sebrang telepon.


"Hmm ... biarkan aku bicara dengan Tuanmu"


"Tuan sampaikan saja pesanmu kepadaku, segera aku akan menyampaikan kepada Tuan Frederick".


"Aku tidak ingin berbicara denganmu, berikan padanya atau aku tidak akan menjelaskan apapun" Gabriel mulai kehabisan kesabaran sehingga Azof segera memberikan telepon itu kepada Raja Frederick.


"Jelaskan apa maksud dari semua ini" Kata Raja Frederick langsung ke intinya.


"Tuan Frederick seharusnya anda tidak perlu terkejut dengan berita semacam itu, bukankah anda tahu jika banyak wanita-wanita yang mengejarku? bahkan sampai membuat berita bodoh seperti itu bukanlah hal baru" Jelas Gabriel disebrang telepon.


"Lalu kenapa sampai muncul berita seperti itu, pasti ada sesuatu dibelakang itu, orangku sudah menyelidikinya dan gambar-gambar itu bukanlah editan". tukas Raja Frederick kesal.


"Itu urusanku dan aku akan menyelesaikannya, anda tidak perlu masuk terlalu jauh" jawab Gabriel.


"Aku hanya ingin kamu segera membereskan masalah itu sebelum hari pertunangan" ucap Raja Frederick tegas.


Panggilan Pun berakhir, Gabriel segera menyusun rencana untuk menyelamatkan ibunya dari genggaman Amber White.


Keesokan harinya Gabriel membawakan sarapan untuk Rose ke kamarnya, dia membuka pintu dan mendapati Rose yang baru keluar dari kamar mandi.


Ketika pandangan mereka saling bertemu, seketika wajah keduanya memerah.


"Maaf aku tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, aku pikir kamu masih tidur" kata Gabriel sembari meletakkan sarapan dimeja.


"tidak perlu meminta maaf dan kamu bebas masuk ke kamar ini" jawab Rose.


Gabriel menghampiri Rose yang hendak mengeringkan rambut,Dia memeluk Rose dari belakang dan mengejutkannya.


"Benarkah aku bebas masuk ke kamarmu" bisik Gabriel di telinga Rose yang membuat Rose tersipu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak takut aku akan memakanmu??" Ucap Gabriel membuat Rose semakin malu.


Gabriel kemudian membalikan tubuh Rose dan memberinya sebuah kecupan di kening yang langsung membuat jantung Rose berdetak tak karuan.


Melihat Wajah Rose yang memerah membuat Gabriel gemas.


"Lucu sekali" ucap Gabriel sambil membelai pipi lembut Rose.


Rose tiba-tiba memeluk Gabriel ,disana Rose bisa mendengar detak jantung Gabriel dan itu adalah hal yang paling dia senang dan membuatnya merasa nyaman.


"Apa kamu sedang menggodaku??"


Kata-kata Gabriel langsung menyadarkan Rose dari kenyamanannya dan spontan melepas pelukannya.


"Aku tidak sedang menggodamu" Ucap Rose mundur selangkah demi selangkah.


"Lalu" tanya Gabriel sambil maju selang mendekati Rose.


"Aku apa?? katakanlah yang jelas" Gabriel melangkah lagi dan merapatkan tubuhnya ke Rose yang sudah terhimpit didinding .


kedua tangan gabriel bersandar di dinding memenjara Rose di dalamnya.


Wajah Rose semakin memerah dan telinganya terasa begitu panas, nafas Gabriel terdengar sangat dekat membuat jantungnya berdesir tak beraturan.


"Aku senang memelukmu karena aku merasa nyaman" Ucap Rose menundukkan kepala.


"Jadi peluklah aku lagi , sesuka hatimu , aku mengizinkanmu"


Dengan malu-malu Rose memeluk Gabriel lagi dan membenamkan kepalanya di dada bidang itu.


"Rose ..." panggil Gabriel lembut.


"Hemm ..."

__ADS_1


"Malam ini aku ada urusan di luar, aku tidak bisa pulang" ucap Gabriel sambil membelai rambut Rose.


"Tuan mau kemana??" tanya Rose sambil mendongak untuk melihat wajah Gabriel.


"Aku akan pergi menyelamatkan ibuku" jawab Gabriel balas memandang wajah Rose.


"Apa itu berbahaya??" tanya Rose khawatir.


Gabriel menggelengkan kepala dan meyakinkan Rose jika dirinya akan baik-baik saja.


" Ayo makan sarapanmu , hari ini aku mau menghabiskan waktu denganmu"


Rose mengangguk dan berjalan menuju sarapannya , Gabriel duduk di ranjang sedangkan Rose memakan sarapannya dengan lahap.


Setelah selesai makan Gabriel menyuruh Rose mendekat padanya.


"Mendekatlah " pinta Gabriel sembari mengulurkan tangan.


Rose berjalan dan menyambut tangan Gabriel dengan hangat.


Tiba-tiba Gabriel menarik Rose ke pangkuannya.


"Tuan " kata Rose membeku.


"Jangan memanggilku tuan lagi" ucap Gabriel ditelinga Rose yang membuatnya merinding.


"Panggil aku Gabriel" pinta Gabriel dengan memeluk tubuh Rose dan mulai mencium leher Rose yang indah.


Aliran darah Rose seperti berjalan begitu cepat seiring dengan ciuman Gabriel yang terasa lembut dan memabukkan.


Tangan Gabriel mulai menjelajah dan perlahan menurunkan pakaian Rose. Gabriel membalikan tubuh Rose dan menidurkannya di ranjang.


Wajah Rose memerah dan tubuhnya mulai menggeliat dengan ciuman yang di berikan Gabriel di tubuhnya,seakan tak mau melewatkan sejengkal pun keindahan tubuh Rose, gabriel terus memuaskan dirinya dan menikmati dua puncak terindah kekasihnya itu , kali ini Gabriel mulai menurunkan bajunya sendiri dan melengkapi setiap tahap ritual cinta mereka berdua hingga akhir.

__ADS_1


__ADS_2