
Sarah sedang berjalan menuju rumah,seminggu sekali dia pulang ke rumah untuk sekedar bersih-bersih.
Betapa terkejutnya dia saat membuka pintu sosok Demon sedang duduk dan ongkang-ongkang kaki melihatnya dengan senyuman licik.
Matanya yang menghitam akibat tonjokan Gabriel menambah kesan seram di wajahnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini" tanya Sarah dengan tubuh gemetar.
"Kenapa bertanya, suamimu ini sedang merindukanmu makanya aku pulang" kata Demon sambil menyeringai.
"Keluarlah!!" teriak Sarah
"Heh beraninya kamu berteriak!! Oh aku ingat apa yang kemarin itu selingkuhanmu?"
"Jaga mulutmu Demon!!!"
"Kenapa? Apa tebakanku benar?"
Demon kemudian bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Sarah yang mulai melangkah mundur karena ketakutan.
Demon kemudian menarik tubuh Sarah ke dalam pelukannya,dia meronta meminta di lepaskan.
__ADS_1
"Seharusnya saat kamu melihatku ,kamu memelukku dan berkata manis, dan bukan mala sebaliknya!!" Bisik Demon sambil menggigit telinga Sarah hingga berdarah, Sarah yang kesakitan tak bisa berbuat banyak.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Sarah dengan menahan rasa sakit, darah mulai menetes di bahunya, warna merah menyatu ke dalam kemeja putihnya.
"Berikan aku uang dan aku akan pergi"
"Aku tidak memilikinya, jadi tolong lepaskan aku" kata Sarah sambil meronta meminta di lepaskan.
"Apa perlu aku menggigit telingamu yang satu agar kamu mau memberiku uang?"
"Tidak tidak tolong ... Lepaskan aku terlebih dulu aku akan mengambilnya untukmu"
Demon kemudian melepaskan Sarah,dia kemudian mengambil dompet dan memberikan semua uang yang berada di dalam dompetnya.
Sarah langsung tersungkur ke lantai dan menangis sejadi-jadinya, setelah sekian lama dia merasa bebas dari mimpi buruknya namun pada akhirnya mimpi buruk itu mendatanginya lagi tanpa ampun.
Sarah kembali ke kedai dengan wajah yang pucat, sesampainya di depan kedai dia pingsan dan Gabriel menangkapnya.
Sarah melihat sekilas wajah Gabriel dan akhirnyabtak sadarkan diri sepenuhnya.
Gabriel segera membawanya ke rumah sakit agar Sarah mendapat perawatan.
__ADS_1
Awalnya Gabriel mampir ke kedai dengan tujuan mengundang Sarah menghadiri pesta perusahaannya,tak di sangka saat hendak memanggil Sarah yang berada tepat di hadapnnya tiba-tiba pingsan.
kemeja yang ia gunakan juga terkena darah milik Sarah,Dia bertanya-tanya kenapa Sarh bisa terluka sampai kehilangan ke sadaran.
Gabriel yang duduk menunggu di luar ruang perawatan duduk termenung ,hingga akhirnya dokter keluar dari ruangan, Gabriel segera berdiri dan menghampirinya.
"Apa dia baik-baik saja Dokter?" tanya Gabriel khawatir
"Ya ... Dia hanya syok dan luka ditelinganya sudah kami rawat ,jadi anda tidak perlu khawatir"
Setelah Dokter pergi, Gabriel masuk ke dalam kamar dan menunggu hingga Sarah tersadar.
Cukup lama menunggu akhirnya Sarah tersadar.
Wajah Sarah nampak pucat dan nampak terlihat polos jika sedang tertidur.
Cukup lama menunggu akhirnya tersadar.matanya perlahan terbuka meski pada awalnya pandangannya terlihat samar namun pada akhirnya pengelihatanya nampak jelas dan langsung terkejut saat melihat Sosok tinggi Gabriel menunggunya.
"Apa tuan yang membawaku ke sini?"
" Hmm ya awalnya aku datang untuk mengundangmu ke pesta perusahaanku, namun tiba-tiba saat hendak memanggilmu kamu pingsan"
__ADS_1
"Maafkan aku sudah merepotkan"
"Tidak ... Itu bukanlah apa-apa, kenapa telingamu sampai terluka seperti itu? Tanya Gabriel yang seketika membuat wajah Sarah berubah cemas.