
Gabriel keluar dari kantor Zact dengan wajah datar.
Dia memasuki mobil dan segera meninggalkan tempat itu, di dalam perjalanan Gabriel memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.
Dia menepikan mobilnya dan menenggelamkan kepalanya pada stir.
Ego Gabriel masih bertentangan untuk menerima dengan lapang dada Zact menjadi adik iparnya, bukan tanpa alasan dia adalah mantan saingannya yang berhasil merebut cinta Rose.
Sekarang dia benar-benar merasa kesal namun dia tidak ada pilihan lain selain menerimanya.
Di kantor Bryan Enterprise, Zact duduk bersandar ,matanya menatap langit-langit ruangannya dengan tahapan kosong.
Dia benar-benar tak menyangka jika Letta adalah adik dari Gabriel.
Zact ingin menelepon Letta namun egonya menahannya, perasaannya yang kacau dan kekecewaannya kepada Letta atas ketidak jujurannya membuat Zact merasa di bodohi.
Zact memutuskan untuk mengcansel semua rapat dan pergi meninggalkan kantor.
Dia mendatangi makam Rose dengan perasaannya yang kacau.
Dia mencurahkan semua perasaannya di sana.
"Rose kenapa semua jadi begini? apa karena aku telah melakukan kesalahan?? ya meski awalnya karena ketidak mampuanku menahan segalanya maka ini mala menjadi sebuah petaka, tapi Rose aku tahu kamu pasti tidak mau jika aku lepas tangan dan lari begitu saja dari tanggung jawabku, maka izinkan aku memperbaiki kesalahan ini"
__ADS_1
Setelah mengungkapkan segala apa yang tengah di rasakan kepada Rose,Zact merasa jauh lebih tenang, dia kemudian pulang ke rumah, sesampainya di rumah ,Zact melihat mobil Letta terparkir.
Zact turun dari mobil dengan ragu , dia berjalan cepat memasuki rumah, di ruang tamu Anna sedang mengobrol dengan Letta.
Letta yang menyadari kedatangan Zact langsung berdiri dan menunduk tak berani memandangnya.
Dia berjalan mendekat dan kemudian Anna pergi meninggalkan mereka berdua.
Zact duduk dan begitu pula dengan Letta.
"Apa kamu sudah mengetahui segalanya?" tanya Letta setelah ragu-ragu sejenak.
"Hmm" jawab Zact dingin.
"Apa alasanmu kenapa tidak mengatakannya dari awal" cetar Zact.
"Itu ... aku awalnya juga tidak tahu jika kamu adalah rival kakakku sebelumnya, aku baru mengetahuinya baru² ini"
"Lalu kenapa kamu masih bengkam saat sudah mengetahuinya"
"a aku takut Zact, aku baru saja mengetahuinya jika aku mengatakannya saat itu juga, aku khawatir hubungan kita kembali memburuk"
"Dan kamu kira hubungan kita seburuk apa sekarang!!"
__ADS_1
"Maafakn aku Zact "
"Sudahlah ... aku benar-benar terkejut hari ini, maka pulanglah aku butuh waktu"
"Baiklah ... " jawab Letta kemudian mengambil tasnya di atas sofa dan pergi meningglkannya.
Air mata mengenang di pelupuk matanya, Letta sangat menyesal tidak memberitahu Zact dari awal sehingga kejadian seperti ini tidak pernah terjadi.
Namun semuanya sudah terlanjur dan tidak bisa di ulang lagi.
Letta masuk ke mobilnya dan duduk bersandar sambil menatap rumah Zact.
Dia menyalakan mobilnya dan keluar dari kediaman Zact dengan air mata yang mulai membanjiri pipinya.
Letta menginjak gas dengan kecepatan tinggi, dalam keadaan menangis, Letta tidak bisa melihat begitu jelas pandangannya, saat melewati tikungan, mobilnya yang melesat dengan cepat kehilangan kendali mobilnya dan akhirnya mobil menabrak pembatas jalan dan membuat Letta tak sasaran diri.
Klakson terus berbunyi karena kepalanya menindihnya.
Tak lama kemudian banyak orang berdatangan dan segera menolongnya untuk segera di rumah sakit.
Pihak rumah sakit menelepon Zact untuk memberitahukan jika Letta mengalami kecelakaan.
Zact yang mendapat kabar buruk itu langsung menuju rumah sakit.
__ADS_1